Detail Article
Manfaat Suplementasi Asam Amino pada Kondisi Fisik dan Kesehatan Kulit
dr. Angeline Fanardy
Oct 13
Share this article
img-Glowingskin1.jpg
Updated 22/May/2020 .

Risiko terjadinya masalah kesehatan seperti osteoporosis, kerusakan kulit, gejala pre-menstruasi dan presbiopia semakin meningkat seiring bertambahnya usia seseorang. Gejala-gejala ini dapat kita hindari terjadinya dengan menekan penuaan sehingga memberikan fungsi tubuh yang lebih baik dan memperpanjang harapan hidup seseorang. Konsep inilah yang dikenal dengan “anti-aging medicine” yang biasanya mencakup pola makan, olahraga, tidur dan penggunaan kosmetik. 

Risiko terjadinya masalah kesehatan seperti osteoporosis, kerusakan kulit, gejala pre-menstruasi, dan presbiopia (hilangnya kemampuan mata dalam melihat objek dalam jarak dekat secara bertahap, atau yang dikenal dengan istilah mata tua) semakin meningkat seiring bertambahnya usia seseorang. Gejala-gejala ini dapat kita hindari terjadinya dengan menekan penuaan sehingga memberikan fungsi tubuh yang lebih baik dan memperpanjang harapan hidup seseorang. Konsep inilah yang dikenal dengan “anti-aging medicine” yang biasanya mencakup pola makan, olahraga, tidur, dan penggunaan kosmetik. 

Penuaan biasanya akan ditandai dengan perubahan komposisi tubuh termasuk berkurangnya massa otot dan peningkatan massa lemak. Penurunan massa otot dapat menyebabkan penurunan kapasitas fisik dan meningkatkan risiko jatuh. Sintesis otot merupakan respons asimilasi dari makanan yang menurun karena terjadinya proses penuaan yang disebabkan oleh penurunan sintesis protein. Penurunan ini biasanya disebabkan oleh penurunan konsentrasi L-leucine yang merupakan salah satu dari BCAA (branced chain amino-acids). Penggunaan suplemen asam amino seperti L-Leucine, L-Arginine, dan L-glutamine dikenal bermanfaat untuk komposisi tubuh dan perbaikan kondisi kulit

Studi terbaru menunjukkan bahwa, suplementasi asam amino (L-leucine, L-arginine, dan L-glutamine), memberikan manfaat terhadap kondisi tubuh secara umum serta kesehatan kulit. Studi yang dilakukan oleh Dr. Matoko Takaoka dari Department of Biosphere Sciences, School of Human Sciences, Kobe College, Japan, dan kolega yang telah dipublikasikan secara online dalam Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition tahun 2019. Studi yang melibatkan sebanyak 29 wanita, secara acak mendapatkan suplemen asam amino (600 mg L-leucine, 250 mg L-arginine, dan 300 mg L-glutamine) dan sebagai pembanding mendapatkan plasebo. Suplementasi diberikan 2x sehari selama 6 minggu. 

Dari intervensi tersebut diperoleh hasil bahwa, terjadi peningkatan yang bermakna persentase massa otot pada kelompok subjek yang mendapat suplementasi asam amino hingga 4 minggu dan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok plasebo. Tekstur kulit terjadi perbaikan atau  peningkatan pada kelompok dengan pemberian asam amino di minggu ke-6 dibandingkan dengan minggu-0.

Dan secara umum peneliti menyimpulkan bahwa, wanita dewasa muda yang tidak berolahraga menunjukkan peningkatan signifikan massa otot dan perbaikan tekstur kulit dengan penggunaan suplemen asam amino

 

Baca juga, Konsumsi Tomat untuk Atasi Radiasi Sinar UV

Image: Ilustrasi (https://www.skincare.com/article/shine-bright-five-steps-for-glowing-skin)
Referensi:
1. Takaoka M, Okumura S, Seki T, Ohtan M. Effect of amino-acid intake on physical conditions and skin state: A randomized, double-blind, placebo controlled, crossover trial. J Clin Biochem Nutr. 2019;65(1):52-8.
2. Zelig R, Rigassio Radler D. Understanding the properties of common dietary supplements: clinical implications for healthcare practitioners. Nutr Clin Pract 2012; 27: 767–776.
3. Pedroso JA, Zampieri TT, Donato J Jr. Reviewing the effects of L-leucine supplementation in the regulation of food intake, energy balance, and glucose homeostasis. Nutrients 2015; 7: 3914–3937.

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Kombinasi Sinbiotik – Sitagliptin Bermanfaat pada Pasien Perlemakan Hati Non-alkohol (NAFLD)
Lupita Wijaya | 11 Mar 2019
Suplemen Asam Amino Glutamin dapat Memperbaiki Gejala Sakit Pencernaan IBS, Benarkah?
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Hubungan Kadar Vitamin A, E, dan Zinc dengan Keparahan Acne Vulgaris
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Obat Osteoporosis Bisphosphonate Efektif Mencegah Progresivitas Gangguan Pendengaran Saraf
Esther Kristiningrum | 18 Mar 2019