Konsumsi Tomat untuk Atasi Radiasi Sinar UV, Bisakah?

Diet makanan dapat membantu melindungi kulit manusia terhadap efek merugikan yang disebabkan oleh sinar ultraviolet (UV). Sebagian besar penelitian yang dipublikasikan berfokus pada pemberian beta-karoten. Meta-analisis yang menggunakan suplementasi beta-karoten dihubungkan dengan perlindungan terhadap sunburn. Namun, pemberian dalam waktu lama dikaitkan dengan masalah keamanan yang belum jelas.

Penelitian terhadap fotoproteksi oral yang dihubungkan dengan karotenoid (beta-karoten) melaporkan bahwa penggunaan 8 mg masing-masing komposisi seperti beta-karoten, lycopene, dan lutein dapat memberikan perlindungan yang sama dengan pemberian 24 mg betakaroten saja. Penelitian intervensi yang menggunakan pasta tomat yang kaya akan lycopene (16 mg lycopene/hari) memberikan penurunan signifikan eritema/ kemerahan akibat pajanan sinar matahari yang diperiksa pada sukarelawan selama 10 minggu pemberian. Kombinasi fitonutrien tomat dari suplemen yang berbasis tomat  memberikan proteksi yang lebih baik terhadap radiasi sinar UV dibandingkan dengan lycopene sintetik.

Penelitian secara acak tersamar ganda, cross-over, dengan kontrol plasebo menggunakan TNC (tomato nutrient complex) atau lutein dinilai untuk mencapai kapasitas penurunan ekspresi UVA pada gen yang diinduksi radiasi. Penelitian dilakukan pada 65 sukarelawan yang dibagi menjadi 4 kelompok terapi dengan periode washout selama 2 minggu dilanjutkan dengan 12 minggu terapi dengan 2 minggu washout. Sukarelawan memulai dengan terapi bahan aktif atau dengan plasebo dan kemudian ditukar. Pada awal dan akhir penelitian kulit diradiasi dan 24 jam kemudian biopsi dilakukan pada area yang tidak diterapi. UVA/B dan UVA-1 pada kulit yang teradiasi menimbulkan ekspresi gen reverse transcriptase polymerase chain reaction. Darah diambil untuk mengerjakan washout dan terapi fase menggunakan karotenoid.

Hasil penelitiannya didapatkan TNC secara keseluruhan dapat bermanfaat melindungi kulit manusia terhadap radiasi UV dengan menghambat UVA-1 dan UVA/B upregulasi heme-oxygenase 1, intercellular adhesion molecule 1, dan MMP Mrna (P<0,05). Secara kontras, lutein memberikan efek proteksi jika digunakan pada periode awal namun memberikan efek yang lebih kecil jika dibandingkan dengan TNC. 

 

Image : Ilustrasi

Referensi:

1. Grether-Beck S, Marini A, Jaenicke T, Stahl W, Krutmann J. Molecular evidence that oral supplementation with lycopene or lutein protects human skin against ultraviolet radiation: results from a double-blinded, placebo controlled, crossover study. Br J Dermatol. 2017;176:1120-1

2. Stahl W. Systemic photoprotection by carotenoids. In: Krutmann J, Humbert P, eds. Nutrition for healthy skin: Strategies for clinical and cosmetic practice. Berlin, Heidelberg: Springer, 2011 .p. 65–70.

3. Heinrich U, Gartner C, Wiebusch M, Eichler OSies HTronnier H,  et al. Supplementation with beta-carotene or a similar amount of mixed carotenoids protects humans from UV-induced erythema. J Nutr. 2003;133:98–101.

Please login or register to post comments.