Detail Article
Efek Calcitriol vs Vitamin D3 terhadap Resistensi Insulin pada pasien NAFLD
dr. Esther Kristiningrum
Apr 01
Share this article
c8fc607910bf4bea39661c2bbd73e895.jpg
Updated 26/Mar/2021 .

Calcitriol merupakan bentuk aktif vitamin D yang menunjukkan efek antiinflamasi dan menurunkan sitokin proinflamasi dengan menghambat T-helper 17. Suatu studi acak dan tersamar ganda telah dilakukan untuk meneliti efek calcitriol dan cholecalciferol (vitamin D3) pada NAFLD (non-alcoholic fatty liver disease) berdasarkan homeostasis model of insulin resistance (HOM-IR) sebagai suatu indikator resistensi insulin. 


Studi dilakukan pada 54 pasien dengan penyakit perlemakan hati non-alkoholik/NAFLD dengan defisiensi/insufisiensi vitamin D di dua senter pendidikan kedokteran tersier dari Juli 2017 hingga Januari 2019. Pasien secara acak mendapat calcitriol 1 mcg/hari atau vitamin D3 50.000 IU/minggu selama 8 minggu. Sebelum dan setelah intervensi, dilakukan pengukuran antropometri dan laboratorium, serta HOMA-IR.

 

Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian calcitriol secara bermakna memperbaiki kadar insulin dan insulin resistensi berdasarkan indeks HOMA-IR dibandingkan vitamin D3. HOMA-IR menurun 1,8 kali lebih besar pada kelompok calcitriol dibanding kelompok vitamin D3, yang bermakna secara klinis.

 

Perubahan yang ditemukan lebih nyata pada pasien dengan BMI basal yang lebih tinggi. Calcitriol juga lebih dikaitkan dengan penurunan kadar enzim hati dan kadar kolesterol yang bermakna dibandingkan vitamin D3.

 

Berdasarkan hasil studi tersebut disimpulkan bahwa pemberian calcitriol secara bermakna menurunkan HOMA-IR sebagai indikator resistensi insulin pada pasien NAFLD, dibandingkan vitamin D3. Untuk mengonfirmasi temuan ini, dianjurkan dilakukan studi lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar.


Gambar : Ilustrasi

Referensi:

1. Mahmoudi L, Asadi S, Al-Mousavi Z, Nikham R. A randomized controlled clinical trial comparing calcitriol versus cholecalciferol supplementation to reduce insulin resistance in patients with non-alcoholic fatty liver disease. Clin Nutr. 2020;S0261-5614(20)30658-0.

2.    Lorvand Amiri H, Agah S, Tolouei Azar J, Hosseini S, Shidfar F, Mousavi SN. Effect of daily calcitriol supplementation with and without calcium on disease regression in non-alcoholic fatty liver patients following an energy-restricted diet: Randomized, controlled, double-blind trial. Clin Nutr. 2017;36(6):1490-7. doi: 10.1016/j.clnu.2016.09.020.


Share this article
Related Articles
Pemberian Cidofovir untuk Infeksi Adenovirus pada Anak, Ini Studinya
dr. Josephine Herwita | 11 Mei 2022
Kewaspadaan Terhadap Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya
Redaksi | 29 Apr 2022
Ranolazine Menurunkan ALT dan AST pada Pasien PJK dengan NAFLD
dr. Lyon Clement | 31 Mar 2022
BCAA Meningkatkan Indeks Otot Rangka dan Lingkar Lengan Pasien Sarkopenia Sirosis
dr. Dedyanto Henky Saputra | 18 Mar 2022
Penggunaan Entecavir dan Tenovofir terhadap Fungsi Ginjal dan Densitas Massa Tulang, Ini Perbandingannya
dr. Josephine Herwita Atepela | 10 Feb 2022
Vitamin E pada Pasien NAFLD, Apa Perannya?
dr. Josephine Herwita | 09 Sep 2021
Efikasi Fenofibrat sebagai Terapi Nonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD)
dr. Della Sulamita | 04 Jun 2021
Terapi Hepatitis B Kronik, Entecavir dan Tenofovir, Bagaimana Perbandingan Efektivitasnya?
dr. Josephine Herwita Atepela | 23 Mar 2021