SPIROLA

SPIROLA

  •  

    find pharmacy

    Komposisi:

    Spironolactone

    Bentuk sediaan:

    Tablet 25 mg dan 100 mg

    Farmakologi:

    Antagonis aldosteron, meningkatkan ekskresi natrium dan air, dan retensi kalium (diuretik hemat kalium). Bioavailabilitas 60 – 70%, Tmaks 1 jam, ikatan protein plasma 98%, metabolit utama canrenone, t½ metabolit 10 – 15 jam, ekskresi terutama melalui urin

    Indikasi:

    Hiperaldosteronisme primer, pasien dengan edema, seperti gagal jantung kongestif, sirosis hati yang disertai edema atau asites, sindrom nefrotik, hipertensi esensial, hipokalemia

    shopping online

    Dosis:

    - Hiperaldosteronisme primer

    Dosis : 100 - 400 mg/hari, untuk persiapan operasi (3-4 minggu sebelum operasi). Pasien yang tidak dapat dilakukan operasi (risiko tinggi atau pasien menolak operasi), spironolactone diberikan sebagai terapi jangka panjang dengan dosis efektif terendah (100 mg/hari)

    - Keadaan edema

    Dosis efektif rata-rata : 100 mg, dalam dosis tunggal maupun dosis terbagi (umumnya dosis berkisar dari 25-200 mg per hari.

    - Hipertensi esensial

    Dosis efektif : 50-100 mg, dalam dosis tunggal maupun dosis terbagi.

    - Hipokalemia

    Spinorolactone dengan dosis 25-100 mg sehari dapat digunakan sebagai terapi hipokalemia karena diuretik lain, bila suplemen kalium oral tidak dapat diberikan.

    Kontraindikasi:

    Anuria, insufisiensi renal akut, hiperkalemia

    Peringatan dan Perhatian:

    - Semua pasien yang mendapat terapi diuretik harus dimonitoring secara periodik kadar cairan, elektrolit serta kadar kreatinin, terutama usia tua, pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal.

    - Suplementasi kalium, baik dalam bentuk obat maupun diet tinggi kalium, sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang mendapat terapi spironolactone.

    - Terapi spironolactone dapat menyebabkan ginekomastia, tergantung pada tingkat dosis dan lama terapi yang diberikan, dan bersifat reversibel bila terapi spironolactone dihentikan.

    Efek Samping:

    - Saluran cerna : perdarahan lambung, ulkus, gastritis, diare, mual, kram, muntah.

    - Endokrin : ginekomastia (pembesaran payudara pada pria), gangguan haid.

    - Hipersensitif : demam, urtikaria, reaksi anafilaktik

    - Sistem saraf pusat : sakit kepala, mengantuk, kekacauan mental.

    - Renal : disfungsi renal (termasuk gagal ginjal).

     

Please login or register to post comments.