Detail Article

Terapi UC-MSC Menjanjikan dan Aman untuk Pasien Stroke Iskemik – Hasil Studi Fase 1

dr. Esther Kristiningrum
Agt 27
Share this article
d5da207c6a4d1d683e1586dd066a7b02.jpg
Updated 28/Agt/2026 .

UC-MSC menjanjikan sebagai terapi potensial untuk stroke iskemik, karena dapat memicu pemulihan fungsi neurologi setelah stroke iskemik dengan meregulasi respons imun, menghambat apoptosis, dan memicu angiogenesis. Hasil studi fase 1 menunjukkan bahwa pemberian UC-MSC secara intravena tunggal dengan dosis 50 juta, 100 juta, atau 200 juta sel menjanjikan dan ditoleransi dengan baik pada pasien stroke iskemik subakut.

Stroke adalah salah satu penyebab kematian utama dan juga penyebab utama kecacatan di dunia. Perawatan yang efektif untuk stroke iskemik saat ini masih terbatas. Jendela waktu terapeutik untuk terapi reperfusi (trombolisis intravena dan trombektomi mekanik) pada tahap akut cukup sempit, sehingga banyak pasien yang tidak mendapatkan pengobatan. Oleh karena itu, ada kebutuhan mendesak akan strategi terapi baru yang efektif untuk mengurangi defisit neurologis pada pasien setelah stroke iskemik.

Terapi berbasis sel adalah salah satu strategi inovatif yang paling menjanjikan untuk pengobatan stroke iskemik. Mekanisme terapeutik potensial dari terapi sel meliputi modulasi sistem imun, neuroproteksi, memicu angiogenesis dan neurogenesis, serta pemulihan sirkuit saraf di otak yang cedera melalui mekanisme parakrin atau kontak antar sel.

Sel punca mesenkimal dari tali pusat (UC-MSC) lebih mudah diisolasi, tidak invasif, dan dianggap memiliki kemampuan proliferasi yang lebih kuat dibandingkan MSC yang berasal dari sumsum tulang atau jaringan adiposa orang dewasa, yang mungkin disebabkan oleh penuaan sel. Namun, sebagian besar studi klinis menggunakan MSC dari sumsum tulang atau jaringan adiposa, sedangkan MSC dari tali pusat (UC-MSC) lebih jarang dilaporkan.

UC-MSC juga menjanjikan sebagai terapi potensial untuk stroke iskemik, tetapi strategi transplantasi yang optimal masih perlu dieksplorasi. Hasil sebuah studi pada model hewan coba menunjukkan bahwa pemberian UC-MSC secara bermakna memicu pemulihan fungsi neurologi setelah stroke iskemik dengan meregulasi respons imun, menghambat apoptosis, dan memicu angiogenesis. Namun, sebagian besar uji klinik yang meneliti terapi sel untuk stroke iskemik berfokus pada tahap akut (dalam 48 jam) atau tahap kronik (> 6 bulan). Jendela waktu yang menarik untuk eksplorasi terapi sel adalah periode subakut akhir (sekitar 3–6 bulan setelah kejadian awal), di mana pemulihan fungsional pasien sering mencapai titik jenuh meskipun telah melalui rehabilitasi intensif. MSC dapat lebih lanjut mendukung pemulihan pasien dan transplantasi sel akan lebih mudah dilakukan pada periode tersebut karena pasien biasanya dalam kondisi klinis stabil dan mungkin akan lebih bersedia menerima terapi sel sebagai strategi pengobatan tambahan.

MSC telah diberikan melalui berbagai jalur seperti intraarteri, intravena, dan intralesi dalam uji preklinik dan klinik. Pemberian intraarteri bisa meningkatkan homing sel yang diinjeksi ke otak, tetapi juga membawa risiko penyumbatan pembuluh darah sekunder akibat sel yang diinjeksi, dan prosedurnya juga relatif invasif. Pemberian intratekal jarang digunakan pada pasien stroke. Pemberian intravena paling sering dilakukan baik dalam uji hewan maupun uji klinik karena minimal invasif, prosedurnya sederhana, dan profil keamanannya sangat baik.

Suatu studi fase 1 telah dilakukan untuk mengevaluasi keamanan dan tolerabilitas pemberian intravena produk UC-MSC alogenik pada 18 pasien stroke iskemik subakut, dengan skor National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) antara 6–20 (median, 9; rentang interkuartil, 8–12). Pasien menerima satu kali transplantasi intravena sebanyak 50 juta, 100 juta, atau 200 juta UC-MSC (n = 6 untuk tiap dosis) dan dipantau selama 24 minggu.

Hasilnya menunjukkan bahwa efek samping terkait pengobatan yang mungkin terjadi meliputi pusing, mual, berkeringat, kelelahan, dan epilepsi. Tidak ada efek samping serius yang terjadi. Penurunan skor NIHSS sebesar 1–5 poin diamati pada 14 pasien selama masa tindak lanjut.

 

Kesimpulan:

Pemberian UC-MSC secara intravena tunggal dengan dosis 50 juta, 100 juta, atau 200 juta sel dalam studi fase 1 ini menjanjikan dan ditoleransi dengan baik pada pasien stroke iskemik subakut. Temuan ini mendukung dilakukannya uji klinik terkontrol acak skala besar untuk lebih lanjut mengevaluasi keamanan, strategi pemberian dosis, dan peran terapeutik potensial UC-MSCs pada stroke iskemik.


Gambar: Ilustrasi (Sumber: Envato elements)

Referensi

  1. Cui L, Xiao M, Zhang Q, Liu H, Ren Y, Ma G, et al. Intravenous human umbilical cord-derived mesenchymal stem cell transplantation for ischemic stroke (MERIT): a phase 1 trial. Cell Reports Medicine 2026;7:102836.
  2. Wei R, Yang M, Cao Y, Qiu S, Fan X, Fang M, et al. Efficacy and potential mechanisms of umbilical cord- derived mesenchymal stem cells in the treatment of ischemic stroke in animal models: a meta- analysis. CNS Neuroscience & Therapeutics 2025;31:e70357. https://doi.org/10.1111/cns.70357.
Share this article
Related Articles
Related Products
7f07afe13fa3ef94dd63c6c9dc4eeba4.jpeg
cf47e2b402582616756299e22ff132d3.png
924baabc72a183202ec021e455c835ef.jpg
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg
04f01f30b0a4f49c40e77ca6d6ef7b77.jpg
4431c44b99239f5ffe960a390cc0d22c.jpg
a14aa175c8c971fe8dba2905498a49af.jpeg
822b20921961ae70f628331602b6c75f.png
675849deb1dfbe178e826a3854285e42.jpg
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg