Detail Article

Survival dan Pemberian Terapi Setelah Hasil Pemeriksaan Genomik pada pasien NSCLC

dr. Hastarita Lawrenti
Agt 23
Share this article
a4ca584ea4b8c343cfcdfb6ad24a5395.jpg
Updated 23/Agt/2023 .

Walaupun pemeriksaan genetik diketahui penting untuk mengambil keputusan terapi, ambilan pemeriksaan pada NSCLC (non-small cell lung cancer) stadium lanjut bervariasi dan lambat, padahal telah menjadi standar sejak tahun 2011. Dari analisis ini, terapi awal yang diberikan sebelum hasil pemeriksaan genomik keluar menghasilkan outcome inferior dan sebaiknya dihindari pada pasien NSCLC stadium lanjut dengan actionable oncogenic driver

Beberapa faktor berperan dalam ambilan ini seperti isu biaya, reimbursement, dan turnaround times (TAT) yang lambat sejak tanggal pemeriksaan sampai hasil keluar. Hal ini menyebabkan terapi awal yang diberikan adalah kemoterapi, immune checkpoint inhibitor (ICI), atau keduanya dibandingkan tyrosine kinase inhibitor (TKI) yang sesuai. Survei yang dilakukan The American Society of Clinical Oncology pada 2.730 anggotanya melaporkan bahwa TAT melebihi 2 minggu sering mengakibatkan terapi non-TKI empiris.

 

Walaupun ICI dan kemoterapi merupakan terapi yang bermakna untuk pasien tanpa actionable oncogenic driver (AOD), data menunjukkan bahwa ICI dan kemoterapi tidak optimal, bisa saja berbahaya jika digunakan sebagai terapi awal pada pasien yang lebih sesuai diberikan TKI. Informasi real-world mengenai pasien dengan AOD yang awalnya diberikan terapi sistemik non-TKI belum banyak tersedia.

 

Oleh karena itu, analisis retrospektif, observasional real-world dilakukan menggunakan data pasien dewasa dengan NSCLC stadium IV newly diagnosed dari the Integra Connect Database dengan mutasi EGFR, ALK, ROS1, BRAF, MET, RET, ERBB2, atau NTRK. Pasien dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

1) Pasien diberikan terapi setelah hasil AOD (kelompok A, sebagai pembanding)

2) Pasien dimulai terapi dengan kemoterapi, ICI, atau keduanya sebelum hasil AOD kemudian dialihkan ke TKI dalam 35 hari (kelompok B)

3) Pasien dimulai terapi dengan kemoterapi, ICI, atau keduanya sebelum hasil AOD dan tidak dialihkan ke TKI dalam 35 hari (kelompok C). 


Hasil dari analisis ini yaitu: (n= 510)

 

Kesimpulan:

Dari analisis ini, terapi awal yang diberikan sebelum hasil pemeriksaan genomik keluar menghasilkan outcome inferior dan sebaiknya dihindari pada pasien NSCLC stadium lanjut dengan actionable oncogenic driver. Pemeriksaan molekuler dengan turnaround times yang cepat esensial untuk mengoptimalkan outcome pasien dan sebaiknya menjadi standar perawatan pasien. 



Gambar: Ilustrasi (Sumber: pexels)

Referensi:

1. Scott JA, Lennerz J, Johnson ML, Gordan LN, Dumanois RH, Quagliata L, et al. Compromised outcomes in stage IV non-small-cell lung cancer with actionable mutations initially treated without tyrosine kinase inhibitors: A retrospective analysis of real-world data. JCO Oncol Pract. 2023 doi: 10.1200/OP.22.00611.

2.Pennell NA, Arcila ME, Gandara DR, West H. Biomarker testing for patients with advanced non-small cell lung cancer: Real-world issues and tough choices. American Society of Clinical Oncology Educational Book 2019;39:531-42.


Share this article
Related Articles
Related Products
30525a8dda13bda97ac1ffa62a674c8d.jpg
675849deb1dfbe178e826a3854285e42.jpg
8cba86d6aea6dace6eda16b3d224c743.jpg
a14aa175c8c971fe8dba2905498a49af.jpeg
4431c44b99239f5ffe960a390cc0d22c.jpg
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg
822b20921961ae70f628331602b6c75f.png
d9e04228feba274e954728ecbe866edb.jpg
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg
cf47e2b402582616756299e22ff132d3.png