Detail Article
Protein Prostasin, Adakah Korelasinya dengan Insidensi Diabetes dan Mortalitas akibat Kanker?
dr. Kupiya
Agt 10
Share this article
179dd34bdc7fd8eb5dc4946e6f6af57c.jpg
Updated 10/Agt/2022 .

Diabetes dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Prostasin adalah stimulan saluran natrium epitel yang dikaitkan dengan penekanan tumor, metabolisme glukosa dan patologi tumor terkait hiperglikemia. Studi terbaru menunjukkan adanya korelasi positif antara kadar prostasin plasma dengan kejadian diabetes dan mortalitas akibat kanker. Hal tersebut berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Xue Bao, dari Department of Cardiology, Nanjing Drum Tower Hospital, The Affiliated Hospital of Nanjing University Medical School, Nanjing, China berserta kolega yang telah dipublikasikan dalam Diabetologia tahun 2022. 

Studi ini menganalisis sampel prostasin plasma dari 4.297 orang dewasa tua (usia rata-rata, 57,5 tahun) dari Pusat Studi Diet dan Kanker dan Kardiovaskular Malmö (Swedia). Pasien dalam penelitian ini dikelompokkan dalam kuartil berdasarkan tingkat prostasin. Mereka yang berada di kuartil tertinggi secara umum memiliki hampir dua kali risiko diabetes daripada mereka yang berada di kuartil terendah (rasio odds yang disesuaikan, 1,95; CI 95%, 1,39-2,76; P <0,0001).


Selama periode tindak lanjut selama 21,9 tahun untuk diabetes dan 23,5 tahun untuk kanker, rata-rata, 702 peserta menjadi diabetes dan 651 meninggal karena kanker. Sekali lagi, analisis menemukan Hazard Ratio yang disesuaikan secara signifikan lebih tinggi untuk peserta di kuartil keempat: sekitar 75% lebih tinggi untuk diabetes (HR, 1,76; 95% CI, 1,41-2,19; P <0,0001), dan, setelah analisis multivariabel, sekitar 40% lebih tinggi untuk kematian akibat kanker (HR, 1,43; 95% CI, 1,14-1,8; P = .0008).


Studi ini juga mengidentifikasi apa yang disebut "interaksi signifikan" antara prostasin dan glukosa darah puasa untuk risiko kematian akibat kanker (P = 0,022). Pada pasien dengan gangguan kadar glukosa darah puasa pada awal, risiko kematian akibat kanker sekitar 50% lebih besar dengan setiap peningkatan standar deviasi prostasin (HR, 1,52; 95% CI, 1,07-2,16; P = 0,019). Mereka yang memiliki glukosa darah puasa normal pada awal memiliki risiko yang lebih rendah secara signifikan dengan setiap peningkatan prostasin SD (HR, 1,11; 95% CI, 1,01-1,21; P = 0,025).



Gambar: Ilustrasi (sumber: freepik.com)

Referensi: 

1. Richard Mark Kirkner. Is Prostasin a Clue to Diabetes/Cancer Link?. Internet (Cited 09/08/2022). Available from: https://www.medscape.com/viewarticle/978865

2. Xue Bao, Biao Xu, Iram Faqir Muhammad, Peter M. Nilsson, Jan Nilsson & Gunnar Engström . Plasma prostasin: a novel risk marker for incidence of diabetes and cancer mortality. Diabetologia (2022). Internet (Cited 09/08/2022). Available from: https://link.springer.com/article/10.1007/s00125-022-05771-w


Share this article
Related Articles
Kombinasi Vitamin K dan Kalsium Meningkatkan BMD
dr. Esther Kristiningrum | 11 Agt 2022
Metformin dan Perubahan Gaya Hidup Bermanfaat untuk Anak dengan Obesitas dan Resistensi Insulin
dr. Lyon | 20 Jul 2022
Kombinasi Vitamin E dengan Atorvastatin Memperbaiki Sensitivitas Insulin dan Ekspresi PPAR-y Pasien DM Tipe 2
dr. Esther Kristiningrum | 28 Jun 2022
Terapi Metformin-Glimepiride Menurunkan HbA1c dan Berat Badan yang Lebih Signifikan Dibandingkan Metformin-Glibenclamide
dr. Lyon Clement | 26 Apr 2022
Efektivitas ω-3 Krill Oil pada Pasien dengan Hipertrigliserida Berat
dr. Della Sulamita | 06 Apr 2022
Kadar Vitamin D3 Serum Berkorelasi Negatif Terhadap Resistensi Insulin
dr. Hasna Mardhiah | 01 Apr 2022
Terapi Jangka Panjang Dapagliflozin + Saxagliptin + Metformin Meningkatkan Proporsi Pasien yang Mencapai Target HbA1C
dr. Lupita Wijaya | 30 Mar 2022
Vitamin C dan E Bermanfaat pada Pasien DM Tipe 2 dengan Terapi Metformin
dr. Esther Kristiningrum | 22 Mar 2022
Penggantian Insulin NPH ke Glargine, Profil Glikemik Lebih Baik dengan Risiko Hipoglikemia Lebih Rendah pada Pasien DM Tipe 1 dan 2
dr. Lupita Wijaya | 23 Feb 2022
Saxagliptin secara Signifikan Menurunkan Glukosa Post-Prandial pada pasien Obesitas dengan Intoleransi Glukosa
dr. Lupita Wijaya | 02 Feb 2022