Detail Article
Rekomendasi ASCO Terkait Diet dan Olahraga Pasien Kanker
Dr. Dedyanto Henky Saputro, M. Gizi, AIFO-K
Jun 17
Share this article
5dc30f9a305a3bb238cfb31b6d0cbc84.jpg
Updated 06/Jul/2022 .

Dalam beberapa dekade terakhir, penelitian dengan metode RCT (randomized control trial) telah banyak dilakukan untuk menguji dampak olahraga, diet, serta intervensi manajemen berat badan pada kualitas hidup dan efek samping terkait terapi pada pasien dengan kanker yang menjalani terapi sistemik maupun lokal. Asimilasi data ke dalam rekomendasi berbasis bukti diperlukan, yaitu untuk mengurangi toksisitas terapi kanker dan memberikan klinisi arahan yang membantu pasien menyaring informasi yang seringkali rancu, mengenai nutrisi, olahraga, dan manajemen berat badan.

Pedoman praktik klinis ASCO (American Society of Clinical Oncology) berikut ini berusaha memberikan rekomendasi berbasis bukti mengenai olahraga, diet, dan intervensi manajemen berat badan pada orang dewasa yang menjalani terapi kanker aktif.


Rekomendasi disusun melalui sebuah tinjauan sistematis literatur yang mengidentifikasi tinjauan sistematis dan penelitian RCT yang mengevaluasi dampak olahraga jenis aerobik dan resistensi, diet dan makanan tertentu, penurunan berat badan dan pencegahan kenaikan berat badan pada orang dewasa selama terapi kanker, pada kualitas hidup, toksisitas pengobatan, dan pengendalian kanker. 


Dilakukan pencarian pada PubMed dan database Cochrane dari Januari 2000 hingga Mei 202, selanjutnya ASCO mengadakan panel pakar untuk meninjau bukti dan merumuskan rekomendasi. Untuk merumuskan rekomendasi, dilakukan evaluasi terhadap 52 tinjauan sistematis (42 untuk olahraga, 9 untuk diet, dan 1 untuk manajemen berat badan), dan tambahan 23 penelitian RCT. Jenis kanker yang paling banyak diteliti adalah kanker payudara, prostat, paru-paru, dan kolorektal.


Berikut ini hasil evaluasi yang selanjutnya menjadi rekomendasi:

1. Apakah olahraga selama terapi kanker relatif aman dan meningkatkan hasil terapi yang berkorelasi dengan kualitas hidup, toksisitas pengobatan, atau pengendalian kanker?

Rekomendasi 1.1. Olahraga jenis aerobik dan resistensi selama terapi aktif sebaiknya dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi efek samping pengobatan kanker (Tipe eviden: manfaat lebih besar daripada risiko; Kualitas bukti: sedang hingga rendah; Kekuatan rekomendasi: kuat).


Catatan: Melakukan olahraga selama terapi kanker bermanfaat dalam mengurangi kelelahan; menjaga kebugaran kardiorespirasi, fungsi fisik, dan kekuatan; dan di beberapa populasi, meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kecemasan dan depresi. Selain itu, intervensi olahraga selama pengobatan memiliki risiko efek samping yang rendah. Bukti tidak cukup untuk merekomendasikan atau melarang olahraga selama pasien menjalani terapi dengan tujuan untuk meningkatkan efikasi terapi (rekuren maupun survival) atau memperbaiki derajat penuntasan terapi. 

Rekomendasi 1.2. Olahraga sebaiknya dilakukan sebelum menjalani operasi untuk kanker paru untuk mengurangi lama rawat di rumah sakit dan komplikasi pasca operasi (Tipe eviden: manfaat lebih besar daripada risiko; Kualitas bukti: rendah; Kekuatan rekomendasi: lemah).


2. Apakah mengkonsumsi pola diet atau makanan tertentu selama terapi kanker secara relatif aman dan aman meningkatkan efikasi yang berhubungan dengan kualitas hidup, toksisitas pengobatan, atau pengendalian kanker?

Rekomendasi 2.1. Hingga saat ini belum ada cukup bukti untuk merekomendasikan atau menentang intervensi diet seperti diet ketogenik atau rendah karbohidrat, diet rendah lemak, pangan fungsional, atau puasa untuk meningkatkan efikasi yang berhubungan dengan kualitas hidup, toksisitas pengobatan, atau pengendalian kanker.

Rekomendasi 2.2. Diet neutropenia (diet yang menghindari buah dan sayuran mentah) tidak dianjurkan untuk mencegah infeksi pada pasien dengan kanker selama terapi aktif (Tipe eviden: risiko cenderung lebih besar daripada manfaat; Kualitas bukti: rendah; Kekuatan rekomendasi: lemah).


3. Apakah intervensi untuk mempromosikan penurunan berat badan atau menghindari penambahan berat badan selama pengobatan kanker secara aman meningkatkan hasil yang berhubungan dengan kualitas hidup, toksisitas pengobatan, atau pengendalian kanker?

Rekomendasi 3. Saat ini tidak ada cukup bukti untuk merekomendasikan atau menentang penurunan berat badan atau pencegahan intervensi penambahan berat badan selama pengobatan aktif untuk meningkatkan hasil yang berhubungan dengan kualitas hidup, toksisitas pengobatan, atau pengendalian kanker.


Hasil panel dari para ahli merasa bahwa kurangnya eviden saat ini mengenai diet dan intervensi manajemen berat badan selama terapi kanker harus menjadi tanda untuk melakukan lebih banyak penelitian di area ini. Strategi diet dan manajemen berat badan yang memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat umum juga dapat memberikan manfaat penting bagi pasien yang menjalani pengobatan kanker. Panel para ahli tidak mencegah dokter untuk mendiskusikan diet sehat dan berat badan dengan pasien mereka, tetapi sebaiknya tetap menahan diri untuk tidak langsung atau terburu-buru merekomendasikan jenis diet atau olahraga tertentu, mengingat masih ada kesenjangan dalam bukti eviden.



Image: Ilustrasi (sumber: https://www.verywellhealth.com/the-lung-cancer-ribbon-2249255)

Referensi: Ligibel JA, Bohlke K, May AM, Clinton SK, Demark-Wahnefried W, Gilchrist SC, Irwin ML, Late M, Mansfield S, Marshall TF, Meyerhardt JA, Thomson CA, Wood WA, Alfano CM. Exercise, Diet, and Weight Management During Cancer Treatment: ASCO Guideline. J Clin Oncol. 2022 May 16:JCO2200687. doi: 10.1200/JCO.22.00687. Epub ahead of print. PMID: 35576506.

Share this article
Related Articles
Eflapegrastim Disetujui oleh US FDA untuk Menurunkan Kejadian Infeksi dengan Demam Neutropenia
dr. Hastarita Lawrenti | 22 Sep 2022
Pemberian Suplemen Nutrisi Oral pada Pasien Pasca-operasi Kanker Kolorektal, Ini Manfaatnya
dr. Dedyanto Henky Saputra | 22 Jul 2022
Thalidomide Menurunkan Mukositis Oral pada Pasien Karsinoma Nasofaring dengan Kemoradioterapi Konkuren
dr. Hastarita Lawrenti | 27 Apr 2022
Produk Biosimilar Bevacizumab Telah Disetujui oleh US FDA, EMA, dan BPOM
dr. Hastarita Lawrenti | 22 Apr 2022
Kemoterapi Induksi TPC Pasien Kanker Nasofaring Lokoregional Lanjut
dr. Hastarita Lawrenti | 12 Apr 2022
Manfaat Erythropoietin untuk Pasien dengan Anemia Maligna terkait Kanker
dr. Laurencia Ardi | 25 Mar 2022
Kemoterapi untuk pasien kanker payudara selama pandemi
Dr. Hastarita | 23 Mar 2022
Terapi Pemeliharaan Capecitabine plus Perawatan Suportif Terbaik pada Pasien Kanker Nasofaring Metastatik
dr. Hastarita Lawrenti | 14 Mar 2022
Penambahan Capecitabine pada Kemoterapi Adjuvan untuk Kanker Payudara Stadium Dini
dr. Hastarita Lawrenti | 04 Feb 2022
Penambahan Terapi Tislelizumab pada Kemoterapi Bermanfaat untuk Pasien Kanker Nasofaring Rekuren atau Metastatik
dr. Hastarita Lawrenti | 19 Jan 2022