Detail Article
Coronavirus Menyebar di Organ Jantung dan Otak
dr. Kupiya
Jan 17
Share this article
020b802eae466954046bfcbc852a5b01.jpg
Updated 17/Jan/2022 .

Virus corona yang menyebabkan COVID-19 dapat menyebar ke jantung dan otak dalam beberapa hari setelah infeksi dan dapat bertahan selama berbulan-bulan di organ, menurut sebuah studi baru oleh National Institutes of Health (NIH). 

Virus dapat menyebar ke hampir setiap sistem organ dalam tubuh, yang dapat berkontribusi pada gejala berkelanjutan yang terlihat pada pasien "long covid/covid panjang", hal ini disampaikan berdasarkan studi yang dilakukan oleh Dr. Sydney R. Stein dari Emerging Pathogens Section, Critical Care Medicine Department, Clinical Center, National Institutes of Health, Bethesda, MD, USA. Hal ini menjelaskan dan dapat membantu menjelaskan beberapa hal terkait mengapa COVID-19 dapat terjadi dalam jangka waktu yang lama bahkan pada orang yang memiliki penyakit akut ringan atau tanpa gejala.


Para peneliti NIH mengambil sampel dan menganalisis jaringan dari hasil otopsi pada 44 pasien yang meninggal setelah tertular virus corona selama tahun pertama pandemi. Mereka menemukan partikel virus persisten di beberapa bagian tubuh, termasuk jantung dan otak, selama 230 hari setelah gejala dimulai. Ini bisa menunjukkan infeksi dengan partikel virus yang rusak, yang juga terlihat pada infeksi persisten di antara pasien campak. Peneliti juga menyebutkan apa dampak ataupun beban penyakit kronik yang akan terjadi pada tahun-tahun mendatang, misalnya terjadinya gagal jantung pada usia yang lebih muda? Hal ini belum diketahui dengan pasti.


Selain itu, dari hasil otopsi menunjukkan bahwa sementara beban tertinggi SARS-CoV-2 ada di saluran udara dan paru, virus dapat menyebar lebih awal selama infeksi dan menginfeksi sel di seluruh tubuh, termasuk secara luas di seluruh otak. Mereka mampu menumbuhkan virus yang dikumpulkan dari beberapa jaringan, termasuk jantung, paru, usus kecil, dan kelenjar adrenal.



Image: Ilustrasi (sumber: www.freepik.com)

Referensi:

1. Crist C. Coronavirus can spread to heart, brain days after infection [Internet]. 2021 Dec 28. Available from: https://www.medscape.com/viewarticle/965688

2. Stein SR, Ramelli SC, Grazioli A, Chung JY, Singh M, Yinda CK, et al. SARS-CoV-2 infection and persistence throughout the human body and brain [Internet]. Available from: https://assets.researchsquare.com/files/rs-1139035/v1_covered.pdf?c=1640020576


Share this article
Related Articles
Pemberian Cidofovir untuk Infeksi Adenovirus pada Anak, Ini Studinya
dr. Josephine Herwita | 11 Mei 2022
Pemberian Levofloxacin Menurunkan Risiko Kematian pada Pneumonia yang Disebabkan oleh Stenotrophomonas maltophilia
dr. Lyon Clement | 05 Mei 2022
24 Fakta Seputar Tuberkulosis yang Perlu Diketahui
dr. Johan Indra Lukito | 24 Mar 2022
Molnupiravir Efektif Kurangi Risiko Rawat Inap atau Kematian Pasien COVID-19 Dewasa yang Tidak Dirawat di Rumah Sakit
dr. Johan Indra Lukito | 08 Mar 2022
Dolutegravir, Obat HIV Lini Pertama/Kedua untuk Anak-anak
dr. Yohanes Jonathan | 17 Feb 2022
Molnupiravir Mendapat EUA dari Badan POM untuk Pengobatan COVID-19
dr. Johan Indra Lukito | 14 Jan 2022
Efikasi Pregabalin vs Duloxetine Pada Pasien Diabetik Neuropati
Dr. Della Sulamita Mahendro | 12 Jan 2022
Mekobalamin Oral 1500 mcg secara Signifikan Menurunkan Insiden Neuropatik Perifer pada Pasien Kanker Kolon-Rektal
Dr. Lupita | 24 Jan 2022
Deferasirox 2 Kali Sehari, Bagaimana Efektivitas dan Keamanannya?
dr. Hastarita Lawrenti | 10 Jan 2022
Potensi Terapi dengan Efgartigimod untuk Myasthenia Gravis, Ini Studinya
dr. Yohanes Jonathan | 07 Jan 2022