Detail Article
Pasien Jerawat Mempunyai Kadar Vitamin A, E dan Zinc Rendah
dr. Angeline Fanardy
Mar 17
Share this article
img-Women1.jpg
Updated 22/May/2020 .

Acne Vulgaris (jerawat) merupakan penyakit peradangan pilosebasea yang mempengaruhi remaja dan dewasa muda. Patogenesisnya disebabkan oleh produksi minyak berlebih, hiperkeratinisasi folikel, kolonisasi P.acnes dan inflamasi. Efek dari diet pada jerawat sudah sering diperdebatkan selama beberapa tahun belakangan.

 

Acne Vulgaris (jerawat) merupakan penyakit peradangan pilosebasea yang mempengaruhi remaja dan dewasa muda. Patogenesisnya disebabkan oleh produksi minyak berlebih, hiperkeratinisasi folikel, kolonisasi P.acnes dan inflamasi. Efek dari diet pada jerawat sudah sering diperdebatkan selama beberapa tahun belakangan.

Vitamin A juga banyak digunakan sebagai terapi dengan mengukur retinol binding protein. Selain itu, kadar zinc juga sering didapatkan rendah tergantung pada keparahan acne. Vitamin A merupakan vitamin larut lemak esensial yang bermanfaat untuk penglihatan, pembentukan sel darah, pertumbuhan embrio, sistem imun, dsb. Selain itu, vitamin A juga bermanfaat untuk integritas dan diferensiasi kulit.

Fungsi vitamin E terhadap biologis kulit dikenal bermanfaat untuk membran biologis dari radikal bebas. Radikal bebas diproduksi ketika tubuh terpajan faktor-faktor lingkungan seperti makanan, rokok dan radiasi ion. Vitamin E juga bermanfaat dalam menjaga sistem imun dan metabolisme.

Dari banyak jenis elemen esensial, tembaga, zinc, besi dan cobalt merupakan bahan-bahan yang banyak diukur di dalam darah dan dikaitkan kadarnya yang rendah dengan patogenesis acne. Zinc bermanfaat untuk menghambat kemotaksis leukosit dan proliferasi P.acnes, dan meningkatkan kemampuan fagosit dari sel Natural killer dan granulosit. Efek anti-inflamasi dari zinc adalah dengan menurunkan produksi dan modulasi TNF-alfa dan IL-6.

Yang menarik, berdasarkan studi penelitian yang melibatkan sebanyak 94 pasien penderita jerawat dengan pembanding sebanyak 56 sukarelawan sehat tidak menjalani terapi apapun dan tidak memiliki riwayat keluarga dengan jerawat. Dari pemeriksaan kadar vitamin A, E dan zinc darah menunjukkan bahwa kadar vitamin E dan A dan Zinc pada kelompok jerawat secara bermakna lebih rendah dibandingkan dengan kelompok sukarelwan yang tidak menderita jerawat.

Berdasarkan penelitian Akturk dan kolega, kombinasi terapi jerawat menggunakan vitamin A dan E oral dilaporkan dapat memberikan hasil sinergis dengan merangsang terjadinya keratinisasi. Kadar vitamin E akan menurun selama pemberian terapi isotretinoin dan ada korelasi keparahan jerawat dan kadar vitamin E dalam darah. Sedangakan penelitian Weimar dan kolega sekitar 6% dari zinc pada tubuh manusia terlokalisir di kulit dan ini bermanfaat ntuk jerawat tipe pustulasi. 

 


Image: Ilustrasi
Referensi:
1. Cervantes J, Eber AE, Perper M, Nascimento VM, Nouri K, Keri JE. The role of zinc in the treatment of acne: A review of the literature. Dermatologic Therapy. 2018;31:e12576.
2. Zaenglein, A. L., Pathy, A. L., Schlosser, B. J., Alikhan, A., Baldwin, H. E.Berson, D. S,et.al. Guidelines of care for the management of acne vulgaris. Journal of the American Academy of Dermatology,2016.74, 945–973.
3. Dreno, B., Amblard, P., Agache, P., Sirot, S., & Litoux, P. Low doses of zinc gluconate for inflammatory acne. Acta Dermato-Venereologica. 1989. 69, 541–543
4. Schachner, L., Pestana, A., & Kittles, C. A clinical trial comparing the safety and efficacy of a topical erythromycin-zinc formulation with a topical clindamycin formulation. Journal of the American Academy of Dermatology.1990. 22, 489–495.

 

Share this article
Related Articles
Rajin Gosok Gigi, Risiko Diabetes Melitus (Kencing Manis) Berkurang
Admin | 27 Apr 2020
"Benar" Atau "Salah" Terkait Dengan Wuhan Coronavirus, Menurut WHO (2)
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 27 Apr 2020
Apa Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengurangi Risiko Diabetes Di Kemudian Hari?
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 12 May 2020
Penyakit Hati Non-Alkohol, "Epidemia Baru Di Abad 21"
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 12 May 2020
Suplementasi Vitamin D Bermanfaat Mengurangi Frekuensi Kejadian Eksaserbasi PPOK
nugroho nitiyoso | 14 Nov 2018
Vitamin C Menurunkan Risiko Fibrilasi Atrium pada Pasien Pasca-bedah Jantung
Admin | 06 May 2018
Metformin dapat Menurunkan Penyakit Kardiovaskuler pada Pasien Prediabetes, Benarkah?
Admin | 14 Nov 2018
Memahami Penyebab Alergi Susu Sapi Pada Balita
Admin | 15 Nov 2018
Efek Perlindungan Statin terhadap Infeksi Tuberkulosis Aktif
Admin | 18 Nov 2018
FOS Fermentasi Soy Milk vs Inulin dalam Asidifikasi dan Pertumbuhan Probiotik, Lebih Baik Mana?
Admin | 21 Nov 2018