Detail Article
Suplemen Multivitamin Membantu Memperlambat Penurunan Kognitif
dr. Esther Kristiningrum
Nov 23
Share this article
9d8bfe82ac02a4cf09084fafa576ed85.jpg
Updated 19/Jan/2022 .

Menurut hasil penelitian baru yang dipresentasikan di 14th Clinical Trials on Alzheimer’s Disease (CTAD) conference di bulan November 2021, mengonsumsi multivitamin setiap hari selama 3 tahun dikaitkan dengan perlambatan penuaan/penurunan kognitif sebesar 60% dengan efek yang lebih nyata pada pasien dengan penyakit kardiovaskular. Studi ini merupakan studi COSMOS-Mind (COcoa Supplement and Multivitamin Outcomes Study for the Mind).


Studi COSMS-Mind melibatkan 2262 orang dewasa berusia 65 tahun atau lebih (rata-rata 73 tahun; 40,4% pria) tanpa demensia dan menjalani pemeriksaan kognitif saat basal dan setiap tahun selama 3 tahun. Sebagian besar (88,7%) orang kulit putih non-Hispanik dan 49,2% memiliki riwayat pendidikan pasca-sarjana. Para peserta penelitian merupakan bagian dari penelitian klinis yang lebih besar yang disebut COSMOS trial yang meneliti efek suplemen multivitamin dan ekstrak kokoa pada penyakit kardiovaskular dan kanker. Semua kelompok penelitian seimbang dalam hal demografi, riwayat penyakit kardiovaskular, diabetes, depresi, status merokok, konsumsi alkohol, cokelat, dan penggunaan multivitamin sebelumnya, demikian pula skor kognitif basal.

 

Dari 77% peserta yang menyelesaikan penelitian, ditemukan efek positif konsumsi multivitamin dibandingkan plasebo dalam skor gabungan fungsi kognitif global (efek: 0,07; 95% CI 0,02-0,12; p=0,007), sedangkan tidak ada efek dari konsumsi cokelat. Efek multivitamin tersebut mencapai puncak setelah 2 tahun konsumsi dan efek setelahnya juga masih stabil. Efek yang sama juga ditemukan dari konsumsi multivitamin terhadap skor gabungan memori dan skor gabungan fungsi eksekutif.

 

Peneliti menemukan adanya riwayat penyakit kardiovaskular pada 10% peserta penelitian, meliputi serangan iskemik sementara (TIA), gagal jantung kongesti, operasi bypass arteri koroner (CABG), angioplasti koroner transluminal perkutaneus dan stent saat basal, tetapi tidak infark miokardium atau stroke yang memang dieksklusi. Individu dengan riwayat penyakit kardiovaskular memiliki skor kognitif basal yang lebih rendah, namun setelah 1 tahun kemudian mereka mendapat manfaat dari multivitamin, sedangkan yang mendapat plasebo mengalami penurunan skor kognitif terus-menerus.

 

Menurut Dr. Domenico Praticò, direktur Alzheimer’s Temple University di Philadelphia, defisiensi vitamin seperti vitamin B6, B12, dan E telah dikaitkan dengan hilangnya memori. Tampaknya konsumsi multivitamin setiap hari dapat memperlambat penuaan/penurunan kognitif sebesar 60% atau 1,8 tahun. Penemuan ini merupakan bukti baru bahwa suplementasi multivitamin dapat bermanfaat pada fungsi kognitif pada pria dan wanita usia lanjut dengan efek yang lebih nyata pada individu dengan penyakit kardiovaskular.


Simpulan:

Hasil studi COSMOS-Mind menunjukkan bahwa mengonsumsi multivitamin setiap hari selama 3 tahun dikaitkan dengan perlambatan penuaan/penurunan kognitif sebesar 60% dengan efek yang lebih nyata pada pasien dengan penyakit kardiovaskular.


Gambar: Ilustrasi (Nataliya Vaitkevich dari Pexels)

Referensi:

1.  Anderson P. Multivitamins, but not cocoa, tied to slowed brain aging [Internet]. 2021 [cited 2021 Nov 15]. Available from: https://www.medscape.com/viewarticle/962772

2. Sullivan K. Could a daily multivitamin help slow cognitive decline? [Internet]. 2021 [cited 2021 Nov 15]. Available from: https://www.nbcnews.com/health/aging/daily-multivitamin-help-slow-cognitive-decline-rcna5121


Share this article
Related Articles
Potensi Terapi dengan Efgartigimod untuk Myasthenia Gravis, Ini Studinya
dr. Yohanes Jonathan | 07 Jan 2022
Coenzym Q10 Mengurangi Durasi dan Frekuensi Serangan Migrain
Dr. Martinova Sari Panggabean | 31 Des 2021
ALA 600 mg Bermakna Memperbaiki Gejala Klinis Neuropati Perifer yang Diinduksi Kemoterapi dengan Tingkat Keparahan Rendah
dr. Lupita Wijaya | 29 Des 2021
Injeksi Intravena Mekobalamin Efektif Menurunkan Nyeri Pasien Neuropatik DM Tipe 2 Berat
dr. Lupita Wijaya | 20 Des 2021
ALA 400-800 mg sebagai Analgesik Alternatif pada Pasien dengan Etiologi Nyeri yang Tidak Diketahui
Dr. Lupita | 22 Des 2021
Suplementasi Vitamin D Mengurangi Gejala Migrain
dr. Esther Kristiningrum | 17 Des 2021
Peran Citicoline dalam Terapi Cedera Kepala
Dr. Della Sulamita Mahendro | 13 Des 2021
Citicoline Meningkatkan Fungsi Memori pada Lanjut Usia Sehat
dr. Yohanes Jonathan | 22 Nov 2021
Konsumsi vitamin B12 selama 12 bulan, Apa Manfaatnya pada Pasien dengan Neuropati Diabetik?
dr. Johan Indra Lukito | 13 Okt 2021
Defisiensi Vitamin D dan Risiko Stroke Iskemik, Apa Kaitannya?
dr. Esther Kristiningrum | 03 Sep 2021