Detail Article
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra
Feb 14
Share this article
img-Jantung1.jpg
Updated 06/Jan/2021 .

Gagal jantung adalah sindrom klinis yang umum dan kompleks yang dihasilkan dari gangguan jantung fungsional atau struktural, sehingga menyebabkan gangguan pengisian ventrikel atau pengeluaran darah ke sirkulasi sistemik yang seharusnya memenuhi kebutuhan tubuh. Gagal jantung dapat disebabkan oleh penyakit endokardium, miokardium, perikardium, katup jantung, dan pembuluh darah atau oleh gangguan metabolisme.

Gagal jantung adalah sindrom klinis yang umum dan kompleks yang dihasilkan dari gangguan jantung fungsional atau struktural, sehingga menyebabkan gangguan pengisian ventrikel atau pengeluaran darah ke sirkulasi sistemik yang seharusnya memenuhi kebutuhan tubuh. Gagal jantung dapat disebabkan oleh penyakit endokardium, miokardium, perikardium, katup jantung, dan pembuluh darah atau oleh gangguan metabolisme.

Mengatur metabolisme energi jantung diharapkan menjadi metode baru untuk pengobatan gagal jantung. Hal ini didukung dari hasi studi di China, yang melaporkan tentang pemanfaatan metabolisme energi untuk mengatasi gagal jantung. Studi ayng telah dipublikasikan dalam Jurnal Clinical Intervention in Aging ini melibatkan sebanyak 105 pasien yang terbagi secara acak mendapatkan nutrisi enteral 500 mL/hari selama 1 dan 3 bulan serta kelompok kontrol diberi diet bebas.


Dari intervensi tersebut memberikan dampak: Indeks massa tubuh, ketebalan lipatan triseps lengan atas, lingkar otot lengan atas, total protein, albumin, hemoglobin, dan fraksi ejeksi ventrikel kiri pada kelompok yang mendapatkan nutrisi enteral meningkat secara signifikan, dengan disertai perbaikan gejala gagal jantung. Kadar peptida natriuretik tipe-B, interleukin-6, tumor necrosis factor-α, dan protein C-reaktif semuanya naik secara signifikan. Perbedaan yang ditunjukkan oleh kelompok yang mendapatkan diet bebas pada setiap indikator gizi, kadar serum faktor inflamasi, dan fungsi jantung tidak memiliki perbaikan yang bermakna.


Image: Ilustrasi

Referensi: Hong Zhou and HaiXin Qian. Relationship between enteral nutrition and serum levels of inflammatory factors and cardiac function in elderly patients with heart failure. Clin Interv Aging. 2018; 13: 397–401

 

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Dec 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019