Detail Article
Dampak Jangka Panjang Koloid vs Kristaloid Pada Fungsi Ginjal
Dokter Kalbemed
Feb 12
Share this article
img-Nurse3.jpg
Updated 22/May/2020 .

Koloid, seperti larutan hydroxyethyl starch merupakan pilihan untuk mengoptimalkan hemodinamik pada pasien pembedahan risiko tinggi dan juga untuk mencegah keseimbangan cairan positif yang dapat membahayakan pasien. Keamanan larutan hydroxyethyl starch modern masih tetap diperdebatkan, meskipun larutan ini telah banyak digunakan pada penelitian-penelitian dengan tujuan tertentu. Meskipun beberapa penelitian di ICU telah melaporkan adanya efek nefrotoksik, tetapi pada kasus pembedahan tidak ditemukan.

Koloid, seperti larutan hydroxyethyl starch merupakan pilihan untuk mengoptimalkan hemodinamik pada pasien pembedahan risiko tinggi dan juga untuk mencegah keseimbangan cairan positif yang dapat membahayakan pasien. Keamanan larutan hydroxyethyl starch modern masih tetap diperdebatkan, meskipun larutan ini telah banyak digunakan pada penelitian-penelitian dengan tujuan tertentu. Meskipun beberapa penelitian di ICU telah melaporkan adanya efek nefrotoksik, tetapi pada kasus pembedahan tidak ditemukan.

Penelitian yang dilakukan oleh Alexandre, dkk bertujuan untuk menilai outcome jangka panjang dari penggunaan larutan hydroxyethyl starch dibandingkan dengan larutan kristaloid pada pasien pembedahan abdomen terbuka. Desain dan metodenya adalah mengumpulkan semua pasien yang menggunakan larutan hydroxyethyl starch pada saat pembedahan yang diikuti sampai 1 tahun kemudian.

Parameter yang dinilai adalah fungsi dan gangguan ginjal dengan menggunakan World Health Organization Disability Assessment Schedule 2.0 (WHODAS). Outcome utama yang dinilai adalah perkiraan laju filtrasi glomerulus. Outcome lainnya meliputi kreatinin serum, urea, pruritus dan skor WHODAS. Dari 160 pasien yang terkumpul, diperoleh data untuk fungsi ginjal sebanyak 129 dan untuk skor WHODAS 114.

Hasilnya menunjukkan tidak adanya perbedaan yang bermakna secara statistik terhadap laju filtrasi glomerulus setelah 1 tahun baik pada pasien yang mendapatkan kristaloid atau koloid. Namun, untuk skor WHODAS lebih rendah secara bermakna pada pasien yang mendapatkan koloid dibandingkan kristaloid, dan angka harapan hidup lebih tinggi pada pasien yang mendapatkan koloid dibandingkan dengan kristaloid. [LAI]

 

Image: Ilustrasi
Referensi: Joosten A, Delaporte A, Mortier J, Ickx B, Van Obbergh L, et al. Long-term impact of crystalloid versus colloid solutions on renal function and disability-free survival after major abdominal surgery. Anesthesiology 2019;130(2):227-36.

 

Share this article
Related Articles
Rajin Gosok Gigi, Risiko Diabetes Melitus (Kencing Manis) Berkurang
Admin | 27 Apr 2020
"Benar" Atau "Salah" Terkait Dengan Wuhan Coronavirus, Menurut WHO (2)
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 27 Apr 2020
Apa Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengurangi Risiko Diabetes Di Kemudian Hari?
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 12 May 2020
Penyakit Hati Non-Alkohol, "Epidemia Baru Di Abad 21"
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 12 May 2020
Suplementasi Vitamin D Bermanfaat Mengurangi Frekuensi Kejadian Eksaserbasi PPOK
nugroho nitiyoso | 14 Nov 2018
Vitamin C Menurunkan Risiko Fibrilasi Atrium pada Pasien Pasca-bedah Jantung
Admin | 06 May 2018
Metformin dapat Menurunkan Penyakit Kardiovaskuler pada Pasien Prediabetes, Benarkah?
Admin | 14 Nov 2018
Memahami Penyebab Alergi Susu Sapi Pada Balita
Admin | 15 Nov 2018
Efek Perlindungan Statin terhadap Infeksi Tuberkulosis Aktif
Admin | 18 Nov 2018
FOS Fermentasi Soy Milk vs Inulin dalam Asidifikasi dan Pertumbuhan Probiotik, Lebih Baik Mana?
Admin | 21 Nov 2018