Detail Article
Insulin Glargine Biosimilar Ezelin, Bagaimana Efikasi, Imunogenisitas, dan Keamanannya?
dr. Johan Indra Lukito
Apr 13
Share this article
e12e2a5f75591f986369d284ed74c9f6.jpg
Updated 14/Apr/2021 .

Studi oleh dokter Tarigan dkk. yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes, Metabolic Syndrome, and Obesity pada Januari 2021, membandingkan efikasi, keamanan, dan imunogenisitas insulin glargine biosimilar Ezelin dengan referensinya selama 24 minggu.


Uji klinis dilakukan secara acak multisenter label terbuka pada 133 pasien DM tipe 2 dewasa yang naif insulin dengan HbA1c>7% bertujuan untuk membandingkan imunogenisitas (kemampuan untuk menimbulkan respons imun yang dapat menurunkan efikasi dan keamanan obat), efikasi, dan keamanan insulin glargine biosimilar Ezelin vs insulin glargine referensi pada DM tipe 2 dewasa. Penelitian dilakukan dari Juli 2016 hingga Desember 2018 di tiga rumah sakit di Jakarta, Indonesia.

 

Parameter utama/primer yang diukur adalah imunogenisitas yang diukur dengan antibodi Insulin Auto-Antibody (IAA) dan Zinc Transporter 8 (ZnT8). Parameter sekunder yang diukur adalah Glukosa darah puasa(GDP), kadar glukosa darah 2 jam postprandial (GD2PP), dan HbA1c

Parameter keamanan yang diukur adalah kejadian hipoglikemia, katoasidosis diabetikum, efek samping.

 

Dari total 133 pasien diacak untuk mendapat Ezelin (n=65) atau produk referensi (n=68), sejumlah 122 pasien (Ezelin=58, produk referensi =64) yang dapat dinilai untuk parameter imunogenisitas dan efikasi antara sebelum dan setelah pengobatan 24 minggu. Hasilnya, kelompok pasien yang mendapat Ezelin memiliki parameter imunogenisitas dan efikasi yang sebanding dengan yang mendapat produk referensi.

 

Terdapat proporsi yang sama dari pasien dengan perubahan IAA dari awal: 1 dari 58 (1,7%) pasien yang menerima Ezelin versus 1 dari 64 (1,6%) pasien yang menerima produk referensi (p = 1.000). Satu pasien dalam kelompok Ezelin (1,7%) versus tidak ada pada kelompok produk referensi mengalami perubahan antibodi ZnT8 dari awal. Kontrol glukosa serupa di Ezelin versus produk referensi dilihat dari perubahan HbA1c, GDP, dan GD2PP (- 2.0%, - 67.46 mg / dL, dan - 76.51 mg / dL pada kelompok Ezelin versus - 1.7%, - 58.11 mg / dL , dan - 70,03 mg / dL pada kelompok produk referensi). Ada enam kejadian hipoglikemia pada kelompok Ezelin versus lima pada kelompok produk referensi. Tidak ada pasien yang mengalami ketoasidosis diabetik selama penelitian.

 

Dari segi keamanan, peneliti menemukan enam kasus hipoglikemia pada kelompok Ezelin dibandingkan lima kasus pada kelompok produk referensi. Tidak ada pasien dari kedua kelompok yang mengalami ketoasidosis. Jumlah kejadian efek samping pada kelompok Ezelin lebih rendah daripada kelompok produk referensi, tetapi tidak signifikan secara statistik. Mayoritas efek samping bersifat ringan.

 

Kesimpulan:

Insulin glargine biosimilar Ezelin dan insulin glargine referensi menunjukkan profil imunogenisitas, efikasi dalam kontrol glukosa, dan profil keamanan yang serupa pada pasien DM tipe 2.


 Gambar: Ilustrasi

Referensi :

Tarigan TJE, Dwijayanti A, Setyowati S, Louisa M. Immunogenicity and Efficacy of Insulin Glargine Biosimilar Ezelin versus Originator Insulin Glargine in Patients with Type 2 Diabetes. Diabetes Metab Syndr Obes. 2021;14:107-116. https://doi.org/10.2147/DMSO.S279385



Share this article
Related Articles
Terapi Metformin-Glimepiride Menurunkan HbA1c dan Berat Badan yang Lebih Signifikan Dibandingkan Metformin-Glibenclamide
dr. Lyon Clement | 26 Apr 2022
Efektivitas Ļ‰-3 Krill Oil pada Pasien dengan Hipertrigliserida Berat
dr. Della Sulamita | 06 Apr 2022
Kadar Vitamin D3 Serum Berkorelasi Negatif Terhadap Resistensi Insulin
dr. Hasna Mardhiah | 01 Apr 2022
Terapi Jangka Panjang Dapagliflozin + Saxagliptin + Metformin Meningkatkan Proporsi Pasien yang Mencapai Target HbA1C
dr. Lupita Wijaya | 30 Mar 2022
Vitamin C dan E Bermanfaat pada Pasien DM Tipe 2 dengan Terapi Metformin
dr. Esther Kristiningrum | 22 Mar 2022
Penggantian Insulin NPH ke Glargine, Profil Glikemik Lebih Baik dengan Risiko Hipoglikemia Lebih Rendah pada Pasien DM Tipe 1 dan 2
dr. Lupita Wijaya | 23 Feb 2022
Saxagliptin secara Signifikan Menurunkan Glukosa Post-Prandial pada pasien Obesitas dengan Intoleransi Glukosa
dr. Lupita Wijaya | 02 Feb 2022
COVID-19 Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Diabetes pada Pasien Di bawah 18 tahun
dr. Hasna Mardhiah | 18 Jan 2022
Anemia Defisiensi Besi Mempengaruhi Prematuritas, Pertumbuhan Janin dan Infeksi Postpartum
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 13 Jan 2022
Efikasi Pregabalin vs Duloxetine Pada Pasien Diabetik Neuropati
Dr. Della Sulamita Mahendro | 12 Jan 2022