Detail Article
Defisiensi vitamin D Meningkatkan Risiko Infeksi COVID-19, Benarkah?
dr. Jane Cherub
Feb 08
Share this article
076140362cbc92057dcd32935b8402d8.jpeg
Updated 08/Feb/2021 .

Defisiensi vitamin D dapat menyebabkan gangguan respons imun dan diduga berhubungan dengan peningkatan risiko infeksi dan kesakitan (morbiditas) terkait dengan COVID-19. Berdasarkan data studi terkini menunjukkan seseorang dengan defisiensi vitamin D lebih berisiko terkena infeksi COVID-19 dibandingkan yang memiliki kadar vitamin D normal dalam tubuh.


Pada studi cross-sectional, retrospektif, yang dipublikasi jurnal Nutrition pada bulan Januari 2021, Katz dan kolega menginvestigasi seberapa kuat hubungan antara defisiensi vitamin D dan COVID-19, dengan menggunakan data dari platform registri pasien i2b2 di Pusat Kesehatan Universitas Florida dengan klasifikasi ICD -10 periode Oktober 2015 hingga Juni 2020.


Berikut temuan-temuan studi tersebut:

1.  Dari total data sampel populasi atas 987.849 pasien, sebanyak 887 dinyatakan positif COVID-19, 31.950 didiagnosis dengan defisiensi vitamin D, dan 87 pasien mengalami defisiensi vitamin D dan COVID-19. Subkelompok 87 pasien ini terdiri dari 98% dewasa, 71,3% laki-laki, dan 88% kulit hitam atau individu non-kulit putih lainnya.

2.  Pasien dengan defisiensi vitamin D secara signifikan 4,6 kali lebih banyak menderita COVID-19 positif dibandingkan pasien tanpa defisiensi vitamin D (P < 0,001).

3.  Setelah hasil tersebut disesuaikan untuk kelompok usia, pasien dengan defisiensi vitamin D 5 kali lebih mungkin terinfeksi COVID-19 dibandingkan pasien tanpa defisiensi vitamin D (OR = 5,155; P < 0,001).

Studi ini menyimpulkan bahwa defisiensi vitamin D berkorelasi erat dengan infeksi COVID-19. Dalam hal ini, defisiensi vitamin D meningkatkan risiko menderita COVID-19 dengan faktor pengali 5 setelah dilakukan penyesuaian untuk usia. Studi-studi intervensi prospektif lanjutan diperlukan untuk memvalidasi hipotesis bahwa suplementasi vitamin D dapat membantu dalam pencegahan dan terapi COVID-19.


Gambar: Ilustrasi (www.pexels.com)

Referensi:

Katz J, Yue S, Xue W. Increased risk for COVID-19 in patients with vitamin D deficiency. Nutrition. 2020 Dec 4;84:111106. doi: 10.1016/j.nut.2020.111106. Epub ahead of print.


Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Des 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019