Detail Article
Nyeri Punggung Bawah? Mungkinkah Kekurangan Vitamin D
Esther Kristiningrum
Jan 27
Share this article
img-LBP.JPG
Updated 22/Mei/2020 .

Nyeri punggung bawah (LBP) mungkin dapat terjadi pada individu dengan defisiensi vitamin D. Hal ini merupakan salah satu hasil dari suatu studi yang telah dipublikasikan dalam Jurnal of Clinical Rheumatology, dalam studi tersebut dinemukan bahwa prevalensi defisiensi vitamin D sangat tinggi pada individu India dengan LBP kronik dan subakut dibandingkan dengan individu sehat.

Nyeri punggung bawah (low back pain/LBP) mungkin dapat terjadi pada individu dengan defisiensi vitamin D. Hal ini merupakan salah satu hasil dari suatu studi yang telah dipublikasikan dalam Jurnal of Clinical Rheumatology, dalam studi tersebut dinemukan bahwa prevalensi defisiensi vitamin D sangat tinggi pada individu India dengan LBP kronik dan subakut dibandingkan dengan individu sehat.

Studi yang melibatkan sebanyak 250 LBP kronik, 117 LBP subakut, dan 248 kontrol sehat ini dilakukan sejak November 2016 hingga Januari 2017. Parameter penilaian meliputi skala analog visual (VAS) dan Disabilitas diukur menggunakan skor Modified Oswestry Disability Questionnaire (MODQ). Skor VAS yang lebih tinggi menunjukkan LBP yang lebih berat, dan skor MODQ yang lebih tinggi menunjukkan peningkatan disabilitas.

Hasilnya studi tersebut menunjukkan bahwa, individu dengan LBP kronik dan subakut mempunyai prevalensi yang secara bermakna lebih tinggi untuk defisiensi vitamin D berat. Pada individu dengan LBP kronik, defisiensi vitamin D berat 8,79 kali lebih sering dibanding pasien kontrol, sedangkan pada individu dengan LBP subakut, defisiensi vitamin D berat 6,16 kali lebih sering dibanding individu kontrol.

Frekuensi LBP secara bermakna lebih tinggi pada individu dengan kadar vitamin D lebih kecil/ sama dengan 16 ng/mL. Skor MODQ berbanding terbalik dengan defisiensi vitamin D pada pasien LBP kronik. Oleh karena itu, defisiensi vitamin D berat dapat terkait kausal dengan LBP kronik dan subakut.

Hasil dari studi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan derajat defisiensi vitamin D tampaknya berperan dalam patogenesis nyeri punggung bawahlow back pain. Hasil ini mungkin bermakna dalam menyusun panduan manajemen kondisi klinis di atas di masa mendatang.


Image: Ilustrasi
Referensi:
1. Panwar A, Valupadas C, Veeramalla M, Vishwas HN. Prevalence of vitamin D deficiency in chronic and subacute low back pain patients in India: a triple-arm controlled study. Clin Rheumatol. 2017 Aug 25. doi: 10.1007/s10067-017-3798-z.
2. Research find high prevalence of vitamin D deficiency in patients with chronic and acute low back pain [Internet]. 2017 [cited 2017 Dec 08]. Available from: https://www.vitamindcouncil.org/research-finds-high-prevalence-of-vitamin-d-deficiency-in-patients-with-chronic-and-acute-low-back-pain/

 

Share this article
Related Articles
COVID-19 Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Diabetes pada Pasien Di bawah 18 tahun
dr. Hasna Mardhiah | 18 Jan 2022
Molnupiravir Mendapat EUA dari Badan POM untuk Pengobatan COVID-19
dr. Johan Indra Lukito | 14 Jan 2022
CDC Mempersingkat Masa Isolasi dan Karantina COVID-19, Ini Pertimbangannya
dr. Johan Indra Lukito | 11 Jan 2022
Varian Virus SARS-CoV-2 Omicron, Bagaimana Pengaruhnya pada Antibodi Penetral terhadap SARS-CoV-2?
dr. Hasna Mardhiah | 04 Jan 2022
Efektivitas Simethicone pada Bowel Preparation
Dr. Della Sulamita Mahendro | 20 Jan 2022
Penambahan Terapi Tislelizumab pada Kemoterapi Bermanfaat untuk Pasien Kanker Nasofaring Rekuren atau Metastatik
dr. Hastarita Lawrenti | 19 Jan 2022
Coronavirus Menyebar di Organ Jantung dan Otak
dr. Kupiya | 17 Jan 2022
Dexmedetomidine Intraoperatif Mempercepat Pemulihan Fungsi Saluran Cerna
dr. Laurencia Ardi | 14 Jan 2022
Anemia Defisiensi Besi Mempengaruhi Prematuritas, Pertumbuhan Janin dan Infeksi Postpartum
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 13 Jan 2022
Efikasi Pregabalin vs Duloxetine Pada Pasien Diabetik Neuropati
Dr. Della Sulamita Mahendro | 12 Jan 2022