Detail Article
Uji Klinik Fase 2 - Baricitinib Untuk Dermatitis Atopi
Dr. Nugroho Nitiyoso, MBA.
Nov 26
Share this article
6f44c1772794c296e219551c8e08962d.png
Updated 26/Nov/2020 .

Baricitinib, inhibitor selektif oral Janus kinase (JAK) 1 dan JAK2, memodulasi sinyal sitokin pro-inflamasi. Sebuah uji klinik mengevaluasi efikasi dan keamanan baricitinib dievaluasi pada pasien dengan dermatitis atopik sedang hingga berat. Studi ayng dilakukan oleh Dr. Guttman dan kolega ini telah dipublikasikan dalam Journal of the American Academy of Dermatology baru-baru ini.

Dalam studinya, peneliltian ini merupakan studi acak fase 2, tersamar ganda, terkontrol plasebo, dan melibatkan sebanyak 124 pasien dengan dermatitis atopi sedang hingga berat yang menggunakan kortikosteroid topikal (TCS) selama 4 minggu sebelum randomisasi ke plasebo sekali sehari, baricitinib 2 mg, atau baricitinib 4 mg selama 16 minggu. Parameter utama adalah proporsi pasien yang mencapai penurunan ≥50% di Area Eksim dan Indeks Keparahan (EASI-50) dibandingkan dengan plasebo. 


Hasilnya, secara signifikan lebih banyak pasien baricitinib 4 mg mencapai EASI-50 dibandingkan dengan plasebo (61% vs 37%; P = 0,027) pada 16 minggu. Proporsi pasien baricitinib 2 dan 4 mg yang mencapai EASI-50 dibandingkan dengan plasebo signifikan pada awal minggu ke-4. Baricitinib juga meningkatkan pruritus dan kesulitan tidur. Efek samping yang muncul akibat pengobatan dilaporkan pada 24 (49%) plasebo, 17 (46%) baricitinib 2-mg, dan 27 (71%) baricitinib 4-mg. 


Berdasarkan data tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa baricitinib digunakan dengan TCS mengurangi peradangan dan pruritus pada pasien dengan dermatitis atopik sedang sampai berat (AD). 



Image: Ilustrasi (sumber: https://www.pennmedicine.org/)

Referensi: Guttman-Yassky E, Silverberg JI, Nemoto O, Forman SB, Wilke A, Prescilla R, et al. Baricitinib in adult patients with moderate-to-severe atopic dermatitis: A phase 2 parallel, double-blinded, randomized placebo-controlled multiple-dose study. J Am Acad Dermatol. 2019 Apr;80(4):913-921.e9. 



Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Dec 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019