Detail Article
Manfaat Suplementasi Vitamin D Pada Disfungsi Endotel Pasien PGK
Dokter Kalbemed
Jan 22
Share this article
img-Tablet2.jpg
Updated 22/Mei/2020 .

Kebanyakan pasien PGK menderita penyakit vaskuler, mulai dari disfungsi endothelial pada stadium awal sampai pengerasan pembuluh darah dan kalsifikasi arteri. Penyebabnya multifaktorial meskipun disertai inflamasi kronik dan gangguan hormonal pada mineralisasi tulang, dengan defisiensi vitamin D, hiperparatiorid sekunder, kadar fosfat yang tinggi.

Kebanyakan pasien PGK menderita penyakit vaskuler, mulai dari disfungsi endothelial pada stadium awal sampai pengerasan pembuluh darah dan kalsifikasi arteri. Penyebabnya multifaktorial meskipun disertai inflamasi kronik dan gangguan hormonal pada mineralisasi tulang, dengan defisiensi vitamin D, hiperparatiorid sekunder, kadar fosfat yang tinggi.

Dari penelitian in vitro menunjukkan bahwa vitamin D dapat memperbaiki fungsi endotel dengan menurunkan stress oksidatif dan meningkatkan nitric oxide (NO). Fungsi endotel dinilai dengan menggunakan flow mediated vasodilation (FMD).

Vitamin D menunjukkan efek anti-inflamasi dan anti-oksidatif. Vitamin D juga mengatur ekspresi dari renin dan dapat menjadi salah satu pilihan terapi pada pasien PGK. Meta-analisis terbaru menunjukkan bahwa vitamin D berpengaruh terhadap albuminuria/proteinuria sisa, kemungkinan juga pada blockade RAAS yang mempunyai efek anti-inflamasi, seperti down-regulation TGF-beta, downregulation ekspresi gen renin, dan bekerja secara sinergi dengan reseptor AT1.

Berdasarkan penelitian meta-analisis pemberian vitamin D selama 12-16 minggu pada pasien PGK stadium 3-4 dapat memperbaiki fungsi endotel. Vitamin D mempunyai efek positif pada penyakit vaskuler pasien PGK. [LAI]

 

 

Image: Ilustrasi
Referensi:
1. Lundwall K, Jacobson SH, Jörneskog G, Spaak J. Treating endothelial dysfunction with vitamin D in chronic kidney disease: a meta-analysis. BMC Nephrology 2018;19:247.
2. Leonard O, Spaak J, Goldsmith D. Regression of vascular calcification in chronic kidney disease - feasible or fantasy? A review of the clinical evidence. Br J Clin Pharmacol. 2013;76(4):560–72.

 

Share this article
Related Articles
Terapi Pemeliharaan Capecitabine Pada Pasien Kanker Kolorektal Metastatik
Dr. Hastarita | 08 Des 2021
Mengenal Varian Omicron (2)
dr. Kupiya | 03 Des 2021
Mengenal Varian Omicron (1)
dr. Kupiya | 01 Des 2021
COVID-19, Varian Omicron Masuk Kategori "Variant of Concern"
dr. Kupiya | 30 Nov 2021
10 Buah Dengan Karbohidrat Rendah, Apa Saja Itu?
dr. Kupiya | 07 Des 2021
Meta-Analisis, Probiotik Memperbaiki Atensi dan Memori pada Orang Dewasa Sehat atau dengan MCI, AD, HIV
Dr. Lupita | 06 Des 2021
Fraksi Trombosit Muda Dapat Sebagai Penanda Perkembangan Demam Berdarah
dr. Kupiya | 26 Nov 2021
Anosmia Pada Covid-19, Bagaimana Mekanismenya?
dr. Kupiya | 24 Nov 2021
Calcitriol Meningkatkan Oksigenasi Pasien Covid-19 yang Dirawat di Rumah Sakit
dr. Esther Kristiningrum | 02 Des 2021
Suplementasi Zinc Menurunkan Penanda Inflamasi dan Stres Oksidatif
Dr. Della Sulamita Mahendro | 25 Nov 2021