Detail Article
Atorvastatin Dihubungkan Dengan Penurunan Progresivitas Kematian Pasien COVID-19 di ICU
Dr. Martinova Sari Panggabean.
Aug 31
Share this article
4e5686078d454c9c924715ed0bbcd3b0.jpg
Updated 28/Aug/2020 .

Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) sebagai pandemi, komunitas medis mulai berpacu dengan waktu untuk menemukan pengobatan yang efektif terhadap penyakit ini.


Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) sebagai pandemi, komunitas medis mulai berpacu dengan waktu untuk menemukan pengobatan yang efektif terhadap penyakit ini.

Coronavirus, penyebab sindrom pernapasan akut berat (SARS-CoV), telah terbukti berinteraksi dengan Toll-like receptors pada membran sel inang, meningkatkan ekspresi gen MYD88, yang pada akhirnya akan mengaktifkan NF-KB. Aktivasi NF-KB akan memicu jalur inflamasi. Selain fungsi utamanya untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, statin juga dikenal dengan efek anti-inflamasinya (anti peradangan). Penelitian eksperimental telah menunjukkan bahwa statin dapat menstabilkan kadar MYD88. Pada hewan coba, atorvastatin secara signifikan menghambat aktivasi NF-KB.

Sebuah publikasi terbaru melaporkan penelitian mengenai penilaian terhadap pengguna statin dosis 40 mg sehari dalam menurunkan risiko kematian pada pasien COVID-19 yang dirawat di ICU. Penelitian ini dilakukan oleh Rodriguez dkk. dan merupakan penelitian kohort retrospektif terhadap 87 pasien dewasa yang terkonfirmasi terinfeksi COVID-19 dan dirawat di ICU. Untuk meminimalkan bias, dilakukan penyesuaian terhadap usia, hipertensi, penyakit kardiovaskular, ventilasi mekanis invasif, tingkat keparahan menurut kriteria National Institutes of Health (laju pernapasan>30, SpO2<94%, PaO2/FiO2<300 mmHg, atau infiltrat paru>50%), jumlah komorbiditas, dan terapi adjuvan lainnya (termasuk hydroxychloroquine, steroid intravena, azitromisin, tocilizumab, colchicine, dan antibiotik). Penelitian menggunakan metode analisis regresi Cox Proportional Hazards untuk menilai hubungan antara Atorvastatin dengan kematian pada pasien yang dirawat inap di ICU.

Dalam model regresi multivariabel Cox Proportional Hazards, didapatkan hasil bahwa pasien COVID-19 yang merupakan non-pengguna atorvastatin 40 mg per hari memiliki 73% kemungkinan mengalami progresivitas kematian yang lebih cepat dibandingkan dengan pasien pengguna atorvastatin 40 mg per hari.

Sebagai kesimpulan, penelitian tersebut menemukan bahwa penggunaan atorvastatin menurunkan progresivitas kematian pada pasien dengan COVID-19 yang dirawat di ICU. Diperlukan uji klinis yang lebih lanjut untuk mengkonfirmasi hal ini. 


SIlakan baca juga: Atorvastatin, untuk menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL, apolipoprotein-B, dan kadar trigliserida 

Image: Ilustrasi (sumber: https://share-ng.sandia.gov/news/resources/news_releases/crispr_coronavirus/)

Referensi: Rodriguez-Nava G, Trelles-Garcia DP, Yanez-Bello MA, Chung CW, Trelles-Garcia VP, Friedman HJ. Atorvastatin associated with decreased hazard for death in COVID-19 patients admitted to an ICU: a retrospective cohort study. Crit Care. 2020;24(1):429. Published 2020 Jul 14. doi:10.1186/s13054-020-03154-4


Share this article
Related Articles
Efek Perlindungan Statin terhadap Infeksi Tuberkulosis Aktif
Admin | 18 Nov 2018
Kapan Waktu Terbaik Konsumsi Statin?
Jane Cherub | 15 May 2019
Pengobatan COVID-19, Apakah sudah Ditemukan?
Johan Indra Lukito | 21 Feb 2020
Dampak Infeksi Coronavirus Terhadap Paru
Johan Indra Lukito | 04 Mar 2020
5 Dampak Ekstrapulmonal Infeksi Coronavirus Pada Tubuh Manusia (1)
Johan Indra Lukito | 25 Feb 2020
Langkah-langkah Perlindungan Dasar Terhadap Coronavirus Baru (Covid-19)
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 02 Mar 2020
Korban Utama Coronavirus: Laki-laki, Dewasa, Dan Dengan Penyulit Lain
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 08 Mar 2020
COVID-19 Juga Disebarkan Melalui Rute Fecal-Oral? Ini Hasil Studinya.
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 10 Mar 2020
Penyebab Klinis dan Faktor Risiko Kematian Pasien Covid-19
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 24 Mar 2020
China Menyetujui Favilavir Sebagai Antivirus Pertama Untuk COVID-19
Johan Indra Lukito | 22 Mar 2020