Detail Article
Pemberian Nutrisi Enteral Dini Bermanfaat pada Pasien Stroke Akut
Admin
Jan 04
Share this article
img-food-nutrition.jpg
Updated 22/Mei/2020 .

Stroke otak akut (ABS/acute brain stroke) adalah salah satu manifestasi klinis utama akut yang paling umum terjadi dengan berbagai gangguan seperti hemiparesis, gangguan bahasa dan penglihatan.

Stroke otak akut (ABS/acute brain stroke) adalah salah satu manifestasi klinis utama akut yang paling umum terjadi dengan berbagai gangguan seperti hemiparesis, gangguan bahasa dan penglihatan. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa sekitar 1/4 hingga 1/2 dari semua pasien ABS mengalami disfagia. Selain itu, otot orofaringeal dan epiglotis pasien ABS dapat menurun secara fungsional karena kerusakan sistem saraf pusat. Disfungsi ini dapat berdampak negatif pada kemampuan pasien untuk menelan yang mempengaruhi asupan makanan normal dan bahkan dapat menyebabkan pneumonia aspirasi. Selain itu, pasien ABS geriatri lebih rentan terhadap malnutrisi, pneumonia aspirasi, dan komplikasi lainnya, karena adanya penurunan fungsi tubuh dan peningkatan katabolisme.

Oleh karena itu, meningkatkan status gizi pasien usia lanjut dengan stroke serebral akut dan disfagia penting untuk menciptakan prognosis positif. Penelitian berikut bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh pemberian nutrisi enteral dini (early enteral nutrition support/ EENS) pada keseimbangan nitrogen dan prognosis pasien lansia ABS dengan disfagia. Perbaikan klinis dari stroke dinilai dengan NIHSS (National Institute Health of Stroke Scale), semakin besar nilai skor maka semakin buruk kondisi stroke yang dialami.

Enam puluh delapan pasien yang didiagnosis ABS dianalisis secara retrospektif melalui database di rumah sakit. Dari 68 subjek ABS yang dianalisis, 37 pasien diberikan EENS awal dalam waktu 72 jam setelah diagnosis ABS (kelompok eksperimen) dan 31 kasus lainnya diberikan diet cair reguler (kelompok kontrol).

Hasil analisis adalah keseimbangan nitrogen pada kelompok eksperimen adalah secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok kontrol (p <0,05). Setelah intervensi, skor NIHSS adalah 7,3 ± 2,3 dan 7,4 ± 2,4 pada masing-masing kelompok eksperimen dan kontrol dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p <0,05). Risiko berkembangnya kejadian regurgitasi, diare, dan ventilasi pada kelompok eksperimen secara signifikan lebih rendah daripada kelompok kontrol (p <0,05) .

Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian nutrisi enteral secara dini (dalam waktu 72 jam setelah diagnosis ABS ditegakkan) dapat dengan cepat memperbaiki beban klinis ABS pada pasien usia lanjut, meningkatkan status nutrisi, dan mengurangi risiko terkait komplikasi. (DHS)

Referensi:

Dong Z, Shi N, Gao X. Effect of early enteral nutrition support on nitrogen balance and NIHSS score in elderly patients with acute cerebral stroke and dysphagia. Pteridines 2018;29:91–9

Share this article
Related Articles
COVID-19 Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Diabetes pada Pasien Di bawah 18 tahun
dr. Hasna Mardhiah | 18 Jan 2022
Molnupiravir Mendapat EUA dari Badan POM untuk Pengobatan COVID-19
dr. Johan Indra Lukito | 14 Jan 2022
CDC Mempersingkat Masa Isolasi dan Karantina COVID-19, Ini Pertimbangannya
dr. Johan Indra Lukito | 11 Jan 2022
Varian Virus SARS-CoV-2 Omicron, Bagaimana Pengaruhnya pada Antibodi Penetral terhadap SARS-CoV-2?
dr. Hasna Mardhiah | 04 Jan 2022
Efektivitas Simethicone pada Bowel Preparation
Dr. Della Sulamita Mahendro | 20 Jan 2022
Penambahan Terapi Tislelizumab pada Kemoterapi Bermanfaat untuk Pasien Kanker Nasofaring Rekuren atau Metastatik
dr. Hastarita Lawrenti | 19 Jan 2022
Coronavirus Menyebar di Organ Jantung dan Otak
dr. Kupiya | 17 Jan 2022
Dexmedetomidine Intraoperatif Mempercepat Pemulihan Fungsi Saluran Cerna
dr. Laurencia Ardi | 14 Jan 2022
Anemia Defisiensi Besi Mempengaruhi Prematuritas, Pertumbuhan Janin dan Infeksi Postpartum
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 13 Jan 2022
Efikasi Pregabalin vs Duloxetine Pada Pasien Diabetik Neuropati
Dr. Della Sulamita Mahendro | 12 Jan 2022