Detail Article
KALBE dan IKATAN DOKTER INDONESIA Kembangkan Penelitian Kedokteran di Indonesia
Admin
Dec 08
Share this article
img-Kalbe-IDI1.jpg
Updated 22/May/2020 .

Kalbe rencananya akan mendukung aktivitas lembaga penelitian ini antara lain meliputi kerjasama pengembangan jurnal penelitian, pemberian penghargaan bagi proposal dan hasil penelitian kesehatan terbaik bagi dokter di Indonesia serta dukungan program penelitian lainnya.  Nota kesepahaman dukungan aktivitas lembaga penelitian IDI ini ditandatangani oleh Michael Bujung Nugroho, Direktur PT Kalbe Farma Tbk dan dr. Dr. Daeng  M Faqih,  SH, MH, Ketua Umum Pengurus Besar IDI. 

Jakarta, 8 Desember 2018 – PT Kalbe Farma Tbk. (Kalbe) hari ini melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mendukung dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan Lembaga Penelitian yang dibentuk PB IDI  periode 2018-2021.  Kalbe rencananya akan mendukung aktivitas lembaga penelitian ini antara lain meliputi kerjasama pengembangan jurnal penelitian, pemberian penghargaan bagi proposal dan hasil penelitian kesehatan terbaik bagi dokter di Indonesia serta dukungan program penelitian lainnya.  Nota kesepahaman dukungan aktivitas lembaga penelitian IDI ini ditandatangani oleh Michael Bujung Nugroho, Direktur PT Kalbe Farma Tbk dan dr. Dr. Daeng  M Faqih,  SH, MH, Ketua Umum Pengurus Besar IDI.  

“Kalbe menyambut baik serta mendukung terbentuknya lembaga penelitian Ikatan Dokter Indonesia,“ kata Michael Bujung Nugroho, Direktur PT Kalbe Farma Tbk, “Melalui kerjasama dengan IDI kami berharap Kalbe dapat berkontribusi nyata dalam memperkaya penelitian bidang Kesehatan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Akademisi, Bisnis dan Pemerintah.” Lanjutnya.

“Saat ini teknologi pelayan kesehatan dan kedokteran mengalami kemajuan, dan dipacu untuk berkompetisi.  Untuk itu, IDI merasa perlu melakukan inisiasi membentuk lembaga penelitian untuk mengembangkan penelitian di dunia kedokteran. “Kata dr. Dr. Daeng  M Faqih,  SH, MH, Ketua Umum Pengurus Besar IDI periode 2018-2021. “Kami menyadari bahwa kita tidak bisa melakukan sendiri, harus melakukan kolaborasi, termasuk salah satunya bekerjasama dengan Kalbe” katanya lagi.

“Melalui lembaga penelitian ini, IDI akan memberikan warna baru dalam perkembangan riset di tanah air. “tambah dr Marhaen Hardjo M Biomed PhD, Ketua Lembaga Penelitian IDI. “

Lembaga penelitian IDI ini memiliki visi menjadi lembaga riset terkemuka pada era industri 4.0, dengan misi Convergence, Interdisciplinary, Transdisciplinary Study, Big Data, Precision Medicine.

Selain dukungan kepada lembaga penelitian IDI, Kalbe juga bekerjasama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi dalam hal pemberian dana penelitian di Indonesia melalui program Ristekdikti-Kalbe Science Award.  Bantuan dana penelitian ini ditujukan kepada penelitian yang memiliki kesiapan untuk dapat dikomersialisasikan sehingga hasil penelitian tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat.

Share this article
Related Articles
Rajin Gosok Gigi, Risiko Diabetes Melitus (Kencing Manis) Berkurang
Admin | 27 Apr 2020
"Benar" Atau "Salah" Terkait Dengan Wuhan Coronavirus, Menurut WHO (2)
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 27 Apr 2020
Apa Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengurangi Risiko Diabetes Di Kemudian Hari?
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 12 May 2020
Penyakit Hati Non-Alkohol, "Epidemia Baru Di Abad 21"
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 12 May 2020
Suplementasi Vitamin D Bermanfaat Mengurangi Frekuensi Kejadian Eksaserbasi PPOK
nugroho nitiyoso | 14 Nov 2018
Vitamin C Menurunkan Risiko Fibrilasi Atrium pada Pasien Pasca-bedah Jantung
Admin | 06 May 2018
Metformin dapat Menurunkan Penyakit Kardiovaskuler pada Pasien Prediabetes, Benarkah?
Admin | 14 Nov 2018
Memahami Penyebab Alergi Susu Sapi Pada Balita
Admin | 15 Nov 2018
Efek Perlindungan Statin terhadap Infeksi Tuberkulosis Aktif
Admin | 18 Nov 2018
FOS Fermentasi Soy Milk vs Inulin dalam Asidifikasi dan Pertumbuhan Probiotik, Lebih Baik Mana?
Admin | 21 Nov 2018