Detail Article
Memahami Penyebab Alergi Susu Sapi Pada Balita
Admin
Nov 15
Share this article
img-pharmacy-2066096_960_720.jpg
Updated 22/May/2020 .

Probiotik merupakan salah satu terapi yang efektif untuk pencegahan necrotizing enterocolitis (NEC). Saat lahir, saluran cerna bayi steril. Pada bayi yang mendapatkan ASI, Bifidobacterium dan Lactobacillus mendominasi. Namun, hal ini tidak terjadi pada bayi dengan susu formula, pada bayi tersebut Coliforms, Enterococci, dan Bacteroides predominan berkoloni di usus. Kombinasi penggunaan antibiotik, tertundanya dimulai pemberian makan secara enteral, dan paparan terhadap mikroorganisme yang tidak biasa di NICU, dapat menuju ke pola abnormal kolonisasi.

Probiotik merupakan salah satu terapi yang efektif untuk pencegahan necrotizing enterocolitis (NEC). Saat lahir, saluran cerna bayi steril. Pada bayi yang mendapatkan ASI, Bifidobacterium dan Lactobacillus mendominasi. Namun, hal ini tidak terjadi pada bayi dengan susu formula, pada bayi tersebut Coliforms, Enterococci, dan Bacteroides predominan berkoloni di usus. Kombinasi penggunaan antibiotik, tertundanya dimulai pemberian makan secara enteral, dan paparan terhadap mikroorganisme yang tidak biasa di NICU, dapat menuju ke pola abnormal kolonisasi.

Pemberian makan secara enteral setelah lahir seringkali tertunda pada bayi preterm karena fungsi usus yang masih imatur. Bayi tersebut juga mempunyai kesulitan dalam mempertahankan flora normal usus, yang lebih lanjut dapat menghambat proses maturasi dari usus. Translokasi bakteri dari saluran cerna juga merupakan hal yang penting yang mempengaruhi timbulnya sepsis onset lambat dan NEC pada bayi dengan berat lahir sangat rendah (very low-birthweight/ VLBW).

Pemberian probiotik secara oral dapat sebagai cara yang efektif untuk mengubah pola kolonisasi. Probiotik dalam hal ini merupakan spesies bakteri yang hidup, non-patogen, yang ada pada saluran cerna dari bati yang sehat dan cukup bulan. Pemberian suplementasi probiotik pada bayi preterm dapat memiliki manfaat untuk mencegah pertumbuhan yang berlebihan dari bakteri patogen. Suplementasi probiotik telah digunakan untuk meningkatkan pemberian makan secara enteral dan mencegah NEC dan infeksi nosokomial pada bayi preterm. Manfaat probiotik tersebut muncul dari kompetisi potensial dengan tempat perlekatan organisme lainnya, yang meningkatkan sitokin antiinflamasi, menurunkan permeabilitas usus, dan meningkatkan nutrisi enteral.

Suatu studi pilot menunjukkan bahwa pemberian probiotik dalam 48 jam setelah lahir dapat secara efektif berkolonisasi pada usus yang masih imatur tanpa meningkatkan morbiditas, dan mendukung mengenai manfaat penggunaan B. bifidum lebih awal. Probiotik telah menunjukkan fungsinya dalam beberapa studi klinik untuk memulai adanya flora normal usus dan mencegah penyakit pada bayi preterm, namun hanya sedikit studi yang mengevaluasi efek probiotik yang lainnya seperti pendukung pemberian makan secara enteral dan pertumbuhan.

Sebuah studi baru mengevaluasi bukti efek pemberian probiotik terhadap nutrisi enteral pada bayi preterm. Studi ini merupakan metaanalisis dari randomized controlled trials (RCTs) mengenai pemberian suplementasi probiotik pada bayi preterm (gestasi <37 minggu) atau berat badan lahir rendah (berat lahir <2500 g).  Studi ini menggunakan data dari the Cochrane Central Register of Controlled Trials, PubMed, EMBASE, dan Cumulative Index of Nursing and Allied Health Literature databases and proceedings of Pediatric Academic Society meetings pada April 2014.


Dengan total 25 RCT (n=5895) yang termasuk dalam meta analisis ini. Hasilnya adalah dari meta analisis (random-effects model) 19 dari 25 studi (n=4527) memperkirakan bahwa watu untuk mencapai pemberian makan enteral secara penuh ternyata lebih pendek pada kelompok probiotik (mean difference: -1,54 hari; 95% CI: -2,75 - -0,32 hari; P < 0,00001, I(2) = 93%). Manfaat lain termasuk lebih sedikitnya episode intoleransi pemberian makan, kenaikan berat badan dan kecepatan pertumbuhan, penurunan waktu transisi dari pemberian makan secara orogastric menjadi ASI, serta peningkatan postprandial mesenteric flow. Tidak ditemukannya efek samping pada pemberian suplementasi probiotik.

Dari studi tersebut dihasilkan bahwa probiotik dapat menurunkan waktu yang diperlukan untuk mencapai pemberian makan secara enteral pada neonatus preterm. Masih dibutuhkan penelitian tambahan untuk mengetahui dosis yang optimal, durasi pemberian serta jenis probiotik yang memiliki efek yang optimal. (AYN)


Image : Ilustrasi
Referensi:
1.Soll RF. Probiotics: are we ready for routine use? Pediatrics. 2010;125(5):1071-2. doi: 10.1542/peds.2010-0643. Epub 2010 Apr 26.
2.Totsu S, Yamasaki C, Terahara M, Uchiyama A, Kusuda S; Probiotics Study Group in Japan. Bifidobacterium and enteral feeding in preterm infants: Cluster-randomized trial. Pediatr Int. 2014;56(5):714-9. doi: 10.1111/ped.12330. Epub 2014 Jun 17.
3.Athalye-Jape G, Deshpande G, Rao S, Patole S. Benefits of probiotics on enteral nutrition in preterm neonates: a systematic review. Am J Clin Nutr. 2014 Dec;100(6):1508-19. doi: 10.3945/ajcn.114.092551. Epub 2014 Nov 5.

Share this article
Related Articles
Rajin Gosok Gigi, Risiko Diabetes Melitus (Kencing Manis) Berkurang
Admin | 27 Apr 2020
"Benar" Atau "Salah" Terkait Dengan Wuhan Coronavirus, Menurut WHO (2)
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 27 Apr 2020
Apa Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengurangi Risiko Diabetes Di Kemudian Hari?
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 12 May 2020
Penyakit Hati Non-Alkohol, "Epidemia Baru Di Abad 21"
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 12 May 2020
Suplementasi Vitamin D Bermanfaat Mengurangi Frekuensi Kejadian Eksaserbasi PPOK
nugroho nitiyoso | 14 Nov 2018
Vitamin C Menurunkan Risiko Fibrilasi Atrium pada Pasien Pasca-bedah Jantung
Admin | 06 May 2018
Metformin dapat Menurunkan Penyakit Kardiovaskuler pada Pasien Prediabetes, Benarkah?
Admin | 14 Nov 2018
Memahami Penyebab Alergi Susu Sapi Pada Balita
Admin | 15 Nov 2018
Efek Perlindungan Statin terhadap Infeksi Tuberkulosis Aktif
Admin | 18 Nov 2018
FOS Fermentasi Soy Milk vs Inulin dalam Asidifikasi dan Pertumbuhan Probiotik, Lebih Baik Mana?
Admin | 21 Nov 2018