Detail Article
Rajin Gosok Gigi, Risiko Diabetes Melitus (Kencing Manis) Berkurang
Admin
Apr 27
Share this article
45639d3de67998bb2450eb5ba8603736.png
Updated 23/Jul/2020 .

Kebiasaan rajin mengosok gigi dan menjaga kebersihan rongga mulut dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit diabetes melitus atau kencing manis. Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh Dr. Yoonkyung Chang dari Department of Neurology, Mokdong Hospital, Ewha Womans University College of Medicine, Seoul, Korea Selatan dan kolega yang telah dipublikasikan secara online dalam Jurnal Diabetologia bulan Maret 2020 ini.

Kebiasaan rajin mengosok gigi dan menjaga kebersihan rongga mulut dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit diabetes melitus atau kencing manis. Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh Dr. Yoonkyung Chang dari Department of Neurology, Mokdong Hospital, Ewha Womans University College of Medicine, Seoul, Korea Selatan dan kolega yang telah dipublikasikan secara online dalam Jurnal Diabetologia bulan Maret 2020 ini.

Kebersihan rongga mulut merupakan salah satu faktor kunci dari risiko terjadinya penyakit diabetes melitus atau kecinng manis. Hal ini berdasarkan data dari Korean National Health. Hal ini terkait dengan proses inflamasi atau peradangan yang berkontribusi terhadap terjadinya penyakit diabetes. Penyakit periodontal dan kebersihan rongga mulut dapat memprovokasi terjadinya bakteremia dan inflamasi sistemik sementara yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin dan disfungsi endotel yang pada akhirnya terjadi penyakit diabetes melitus. 

Dalam studi tersebut, peneliti menganalisa data dari 188.013 orang dari the Korean National Health Insurance System, Kelompok Pemeriksaan Kesehatan yang memiliki data lengkap dan tidak memiliki diabetes pada awal (2003-2006). Perilaku kebersihan mulut, termasuk frekuensi menyikat gigi, dan kunjungan atau pembersihan gigi, dikumpulkan dengan laporan sendiri.

Selama rata-rata tindak lanjut selama 10 tahun, terdapat 31.545 kasus diabetes baru, dengan tingkat kejadian 10 tahun secara keseluruhan diperkirakan 16,1%. Angka ini adalah 17,2% untuk mereka yang memiliki penyakit periodontal pada awal penelitian dibandingkan 15,8% pada mereka yang tidak. Perbedaan ini bermakna bahkan setelah penyesuaian untuk beberapa faktor perancu (hazard ratio [HR], 1,09; P <0,001). Dibandingkan dengan tidak ada gigi yang hilang, tingkat kejadian diabetes baru mulai naik dari 15,4% untuk satu gigi yang hilang (HR, 1,08; P <0,001) menjadi 21,4% untuk 15 atau lebih gigi yang hilang (HR, 1,21; P <0,001 ).

Frekuensi gosok gigi harian oleh individu itu bermakan dalam mempengaruh risiko diabetes. Dibandingkan dengan 0-1 kali/ hari, mereka yang menyikat ≥ 3 kali / hari memiliki risiko lebih rendah secara signifikan untuk diabetes yang baru timbul (HR, 0,92; P <0,001). Dalam analisis subkelompok, penyakit periodontal lebih kuat terkait dengan diabetes baru di kalangan orang dewasa berusia 51 dan lebih muda (HR, 1,14) dibandingkan dengan mereka yang berusia 52 dan lebih tua (HR, 1,06).

 

Image: Ilustrasi (sumber: https://www.dentalsolutions.net/)

Referensi: 

1. Miriam E. Tucker. Frequent Toothbrushing May Reduce Diabetes Risk. [Internet. CIted 06/03/2020]. Available at: https://www.medscape.com/viewarticle/926244

2. Yoonkyung Chang, Ji Sung Lee, Ki-Jung Lee, Ho Geol Woo,Tae-Jin Song. Improved oral hygiene is associated with decreased risk of new-onset diabetes: a nationwide population-based cohort study. Diabetologia (2020). 

Share this article
Related Articles
Rajin Gosok Gigi, Risiko Diabetes Melitus (Kencing Manis) Berkurang
Admin | 27 Apr 2020