Detail Article
Penggunaan Statin Pada Usia Lanjut, Apa Pengaruhnya?
Jane Cherub
Jun 11
Share this article
img-Pill-Manula1.jpg
Updated 22/May/2020 .

Usia lanjut diketahui sebagai faktor risiko definitif dan kuat untuk penyakit jantung dan pembuluh darah aterosklerotik, tanpa memandang ras seseorang. Risiko jantung dan pembuluh darah juga meningkat seiring peningkatan kadar kolesterol baik pada individu usia muda maupun tua. Mempertimbangkan risiko absolut jantung dan pembuluh darah meningkat seiring pertambahan usia, manfaat absolut terapi penurunan lipid akan bertambah pada pasien berusia lanjut. Bagaimanakah dukungan ilmiah atas hipotesa ini?

Usia lanjut diketahui sebagai faktor risiko definitif dan kuat untuk penyakit jantung dan pembuluh darah aterosklerotik, tanpa memandang ras seseorang. Risiko jantung dan pembuluh darah juga meningkat seiring peningkatan kadar kolesterol baik pada individu usia muda maupun tua. Mempertimbangkan risiko absolut jantung dan pembuluh darah meningkat seiring pertambahan usia, manfaat absolut terapi penurunan lipid akan bertambah pada pasien berusia lanjut. Bagaimanakah dukungan ilmiah atas hipotesa ini?

Studi SCOPE-75 menunjukkan bahwa penggunaan statin pada pasien usia lanjut memberikan manfaat dalam menurunkan risiko terhadap kejadian kardiovaskuler seperti yang telah dipublikasikand alam jurnal Atherosclerosis tahun 2019 ini. Studi yang bertujuan untuk menyelidiki apakah pemberian statin untuk pencegahan primer efektif dalam menurunkan risiko kardiovaskular dan kematian semua-penyebab pada individu berusia lebih dari 75 tahun. 

Pada studi retrospektif, prospensity score-matched ini dikumpulkan data antara tahun 2005 dan 2016 di 3 rumah sakit universitas tersier. Dari 6.414 pasien yang menjalani skrining dan prospensity score matching, sebanyak 1.278 pasien (639 pengguna statin, 639 bukan pengguna statin) dianalisa. Variabel luaran primer yang digunakan pada studi ini meliputi major adverse cardiovascular and cerebrovascular events (MACCE) dan kematian semua-penyebab. MACCE meliputi kematian jantung dan pembuluh darah, infark miokard yang tidak fatal, revaskularisasi koroner, dan stroke yang tidak fatal atau serangan iskemik transien.

Dari studi tersebut diketemukan bahwa pada median tindak lanjut selama 5,2 tahun, pengguna statin memiliki tingkat MACCE yang lebih rendah dibanndingkan bukan pengguna statin  (1,25 banding 2,15 kejadian/100 person-years; hazard ratio: 0,59; p = 0,005) dan kematian semua-penyebab (0,65 banding 1,19 kejadian/100 person-years; hazard ratio: 0,56; p = 0,02), demikian juga dengan kadar kolesterol LDL yang lebih rendah dibandingkan bukan pengguna statin. Kejadian infark miokard dan revaskularisasi koroner juga lebih rendah pada pengguna statin.

Beranjak dari temuan studi tersebut, terapi statin untuk pencegahan primer secara jelas berhubungan dengan risiko kejadian kardiovaskular dan kematian semua-penyebab yang lebih rendah pada individu berusia >75 tahun. Temuan ini mendukung penggunaan statin yang lebih aktif pada populasi berusia lanjut.

 

Image: Ilustrasi (Sumber: www.fhi.no)
Referensi: Kim K, Lee CJ, Shim CY, Kim JS, Kim BK, Park S, et al. Statin and clinical outcomes of primary prevention in individuals aged >75 years: The SCOPE-75 study. Atherosclerosis. 2019 May;284:31-36.

Share this article
Related Articles
Penggunaan Statin Pada Usia Lanjut, Apa Pengaruhnya?
Jane Cherub | 11 Jun 2019