Detail Article
Apa Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengurangi Risiko Diabetes Di Kemudian Hari?
dr. Kupiya Timbul Wahyudi
May 12
Share this article
1c7d71f1caa9c355a5133eb9a8b77d35.jpg
Updated 30/Jul/2020 .

Studi jangka panjang epidemologi di Denmark menyebutkan bahwa pria overweight atau obese ketika masa kanak-kanak memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami DM tipe 2 ketika mereka beranjak dewasa dibandingkan orang-orang yang lebih langsing.

Studi jangka panjang epidemologi di Denmark menyebutkan bahwa pria overweight atau obese ketika masa kanak-kanak memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami DM tipe 2 ketika mereka beranjak dewasa dibandingkan orang-orang yang lebih langsing. Namun jika berat badannya diturunkan ketika mereka masih remaja/masa pubertas (waktu di mana terjadi penurunan sensitivitas insulin) maka risiko tersebut akan turun. 

Studi dilakukan oleh Lise G Bjerregaard, PhD, dan kolega dari Bispebjerg and Frederiksberg Hospital di Copehagen, Denmark dan hasilnya dipublikasikan pada New England Journal of Medicine. Diketahui bahwa jika mengalami overweight atau obesitas akan meningkatkan risiko DM tipe 2 ketika middle dan late adulthood, sehingga dengan demikian disarankan untuk melakukan normalisasi indeks massa tubuh (IMT) sebelum usia tersebut, akan dapat menurunkan risiko. 

Bjerregaard dan kolega menganalisis data dari 62.565 pria yang lahir di Denmark antara tahun 1939 sampai 1959, serta memiliki pengukuran tinggi dan berat badan ketika berusia 7, 13 dan 17 sampai 26 tahun. Peneliti juga mendapatkan data mereka yang mengidap new-onset diabetes sejak usia 30 tahun ke atas sampai studi berakhir di tahun 2015. Hasilnya adalah sebagai berikut:

   

Terdapat 5,4% anak-anak yang overweight pada usia 7 tahun, sebanyak 8,2% pada usia 17 hingga 26 tahun. Pria yang telah mengalami overweight ketika berusia muda namun berat badan menjadi normal ketika pubertas dan ketika dewasa muda/young adult memiliki risiko yang sama mengidap diabetes saat dewasa dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah mengalami overweight sebelumnya.

Pria yang pernah mengalami overweight pada semua kategori usia memiliki 3 kali lipat risiko yang lebih tinggi untuk mengidap diabetes tipe 2 ketika dewasa. Sedangkan jika hanya mengalami overweight pada usia 7 dan 13 tahun memiliki risiko intermediate/menengah.

Adanya temuan ini mendukung terjadinya peningkatan kewaspadaan pada pria dengan IMT yang terus meningkat dari masa kanak-kanak sampai seterusnya, untuk dapat memitigasi risiko diabetes tipe 2. Sebaiknya dilakukan studi di masa yang akan datang dengan populasi yang melibatkan populasi wanita untuk mengkonfirmasi hasil ini.

 

 

Image: Ilustrasi (sumber: 

Referensi:

1. Busko M. Normalizing weight by puberty may drop diabetes risk later [Internet]. 2018 [cited 2018 Apr 22]. Available from: https://www.medscape.com/viewarticle/894773.

2. Bjerregaard LG, Jensen BW, Ängquist L, Osler M, Sørensen TIA, Baker JL. Change in overweight from childhood to early adulthood and risk of type 2 diabetes. n engl j med. 2018; 378:1302-12.

Share this article
Related Articles
Apa Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengurangi Risiko Diabetes Di Kemudian Hari?
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 12 May 2020
Metformin dapat Menurunkan Penyakit Kardiovaskuler pada Pasien Prediabetes, Benarkah?
Admin | 14 Nov 2018
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Manfaat Pemberian Nutrisi Enteral pada Pasien Diabetes
Admin | 23 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Kombinasi Sinbiotik – Sitagliptin Bermanfaat pada Pasien Perlemakan Hati Non-alkohol (NAFLD)
Lupita Wijaya | 11 Mar 2019
Metformin Menurunkan Risiko Kanker Lambung pada Infeksi Helicobacter Pylori
Pande Dharma Pathni | 08 May 2019
Pencegahan Primer Penyakit Kardiovaskuler Menurut Panduan ACC/AHA 2019, Apa Sajakah itu?
Jane Cherub | 16 Jul 2019
Dapatkah Vitamin B12 Mencegah Penurunan Fungsi Kognitif Pasien Lansia Diabetik?
Laurencia Ardi | 23 Jul 2019