Detail Article

Serplulimab Direkomendasikan NICE untuk ES-SCLC, Diperkuat Manfaat Survival Jangka Panjang ASTRUM-005

dr Michael Jaya Saputra
Sep 25
Share this article
bd93d8d989dbc7bbac2ac13c8eec4f40.jpg
Updated 01/Okt/2026 .

Serplulimab mencapai tonggak penting dalam pengobatan extensive-stage small cell lung cancer (ES-SCLC) setelah direkomendasikan oleh National Institute for Health and Care Excellence (NICE) sebagai pilihan terapi lini pertama bersama carboplatin dan etoposide untuk pasien dewasa yang belum mendapat terapi. Rekomendasi tersebut memungkinkan serplulimab digunakan secara rutin dalam National Health Service (NHS) di England dan Wales, sekaligus menempatkannya sebagai imunoterapi anti-PD-1 pertama untuk ES-SCLC. NICE menyatakan bahwa bukti yang tersedia menunjukkan manfaat klinis dan value for money yang memadai untuk penggunaan rutin di NHS.

ES-SCLC merupakan penyakit dengan perjalanan klinis agresif dan pilihan terapi yang masih terbatas. Dalam evaluasinya, NICE mencatat bahwa terapi lini pertama yang telah digunakan di NHS mencakup platinum-etoposide dengan atau tanpa imunoterapi, terutama atezolizumab atau durvalumab. Serplulimab kemudian hadir sebagai alternatif imunoterapi lini pertama dengan target PD-1, berbeda dari atezolizumab dan durvalumab yang menargetkan PD-L1. Masuknya serplulimab ke NHS memperluas pilihan mekanisme imunoterapi yang tersedia bagi pasien ES-SCLC.


Pencapaian ini semakin diperkuat oleh publikasi secondary analysis ASTRUM-005 di JAMA Oncology, yang memberikan evaluasi jangka panjang terhadap efikasi dan keamanan serplulimab pada ES-SCLC. Dengan median follow-up 42,4 bulan, analisis tersebut menunjukkan bahwa manfaat survival yang sebelumnya dilaporkan tetap konsisten dalam jangka panjang. Dasar bukti klinis utama berasal dari ASTRUM-005, uji klinik internasional fase III, randomized, double-blind, dan placebo-controlled yang melibatkan 585 pasien dengan ES-SCLC yang belum mendapat terapi sistemik. Pasien diacak dengan rasio 2:1 untuk menerima serplulimab 4,5 mg/kg atau plasebo setiap 3 minggu, dikombinasikan dengan carboplatin dan etoposide hingga 4 siklus. Primary endpoint adalah OS, sementara secondary endpoints mencakup progression-free survival (PFS), objective response rate (ORR), duration of response (DOR), keamanan, serta patient-reported outcomes (PROs).


Manfaat Survival Bertahan hingga 4 Tahun

Pada analisis akhir dengan median follow-up 42,4 bulan, median OS mencapai 15,8 bulan pada kelompok serplulimab dibandingkan 11,1 bulan pada kelompok plasebo, atau perpanjangan median OS sebesar 4,7 bulan. Penambahan serplulimab dikaitkan dengan penurunan risiko kematian sebesar 40% (HR 0,60; 95% CI 0,49–0,73; p < 0,001). Tingkat OS tetap menunjukkan pemisahan yang bermakna dalam jangka panjang, yaitu 25,3% vs 10,1% pada 3 tahun dan 21,9% vs 7,2% pada 4 tahun.


Konsistensi manfaat juga terlihat pada kontrol penyakit. Median PFS berdasarkan penilaian independen adalah 5,8 bulan dengan serplulimab dibandingkan 4,3 bulan dengan plasebo (HR 0,47; 95% CI 0,38–0,57). ORR mencapai 68,9% vs 58,7%, sementara median DOR adalah 6,8 bulan vs 4,2 bulan (HR 0,45). Menariknya, 16,9% pasien yang memberikan respons terhadap serplulimab + kemoterapi mempertahankan respons tersebut selama 4 tahun atau lebih, menunjukkan bahwa pada sebagian pasien manfaat terapi dapat berlangsung jauh melampaui periode kemoterapi awal.


Keamanan Jangka Panjang Tetap Konsisten

Perpanjangan follow-up tidak mengidentifikasi sinyal keamanan baru. Treatment-emergent adverse events (TEAEs) grade ≥ 3 terjadi pada 81,0% pasien kelompok serplulimab dan 78,1% pada kelompok plasebo, sementara TEAEs grade ≥3 yang dinilai terkait dengan serplulimab atau plasebo masing-masing terjadi pada 35,0% dan 29,1% pasien. Kejadian serius ditemukan pada 39,8% dan 39,3% pasien, sedangkan penghentian terapi akibat TEAE terjadi pada 10,5% dan 9,7%.


Masuknya serplulimab ke penggunaan rutin NHS di England dan Wales merupakan pencapaian penting bagi terapi ES-SCLC, sekaligus menjadikannya anti-PD-1 pertama yang tersedia dalam setting tersebut. Signifikansi pencapaian ini diperkuat oleh secondary analysis ASTRUM-005 dengan follow-up lebih dari 3 tahun, yang menunjukkan median OS 15,8 bulan, penurunan risiko kematian sebesar 40%, serta tingkat survival 4 tahun sebesar 21,9% dibandingkan 7,2% dengan kemoterapi saja. Konsistensi manfaat survival, kontrol penyakit, profil keamanan, dan pemeliharaan quality of life memberikan dasar klinis yang kuat untuk penggunaan serplulimab pada ES-SCLC.


Gambar: Ilustrasi (Sumber: Envato)

Refrensi:

  1. Liu J, Han L, Wu L, Chen J, Sun H, Wen G, et al. First-line serplulimab in extensive-stage small cell lung cancer: secondary analysis of the ASTRUM-005 phase 3 randomized clinical trial. JAMA Oncol. 2026;12(8):810–8.
  2. Cheng Y, Han L, Wu L, Chen J, Sun H, Wen G, et al. Effect of first-line serplulimab vs placebo added to chemotherapy on survival in patients with extensive-stage small cell lung cancer: the ASTRUM-005 randomized clinical trial. JAMA.2022;328(12):1223–32.
  3. Cheng Y, Zhang S, Han L, Wu L, Chen J, Zhao P, et al. First-line serplulimab plus chemotherapy in extensive-stage small-cell lung cancer: updated results and biomarker analysis from the ASTRUM-005 randomized clinical trial. Cancer Commun. 2025;45(8):990–1009.
Share this article
Related Articles
Related Products
329f06f44e84c415597b1b0760b54e06.jpeg
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg
675849deb1dfbe178e826a3854285e42.jpg
8cba86d6aea6dace6eda16b3d224c743.jpg
4431c44b99239f5ffe960a390cc0d22c.jpg
30525a8dda13bda97ac1ffa62a674c8d.jpg
cf47e2b402582616756299e22ff132d3.png
d9e04228feba274e954728ecbe866edb.jpg
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg
a14aa175c8c971fe8dba2905498a49af.jpeg