Detail Article

Pemberian Sitagliptin atau Linagliptin pada Pasien Diabetes Tipe 2, Ini Studi Meta-analisisnya

dr. Hastarita Lawrenti
Mei 31
Share this article
53eaaeb39696fb52f3e05f66f4701aee.jpg
Updated 05/Jun/2026 .

Terdapat sejumlah penghambat DPP4 yang digunakan dalam praktik klinis di antaranya sitagliptin dan linagliptin. Sitagliptin diminum 1 kali sehari karena waktu paruhnya yang panjang. Namun, metabolit aktif yang insufisiensi dan ekskresinya melalui ginjal menyebabkan pentingnya penurunan dosis pada gangguan ginjal sedang atau berat. Linagliptin memiliki waktu paruh eliminasi yang panjang dan diekskresikan melalui traktus biliaris sehingga digunakan pada pasien yang berisiko penurunan fungsi ginjal. 


Meta-analisis yang dipublikasikan pada tahun 2017 memasukkan 32 studi dengan 13.747 pasien diabetes tipe 2. Tujuan meta-analisis ini adalah melihat efikasi linagliptin dan sitagliptin pada pasien diabetes tipe 2. Hasilnya adalah tidak terdapat perbedaan bermakna antara linagliptin dan sitagliptin dalam hal perubahan HbA1c, penurunan berat badan, persentase pasien yang mencapai HbA1c <7%, dan persentase pasien dengan kejadian hipoglikemik (p>0,05).

 

Meta-analisis lainnya dilakukan untuk mengetahui efikasi dan keamanan sitagliptin dan linagliptin pada pasien dewasa dengan diabetes tipe 2. Pencarian dilakukan melalui PubMed, Web of Science, Cochrane Library, Embase, ClinicalTrials.gov, Scopus, CNKI, VIP, WanFang, dan CBM. RCT yang mengevaluasi efikasi dan keamanan sitagliptin atau linagliptin pada pasien dewasa dengan diabetes tipe 2, dimasukkan, dengan durasi follow up setidaknya 12 minggu dan jumlah sampel per kelompok terapi minimal 30 pasien.

 

Hasil dari meta-analisis ini yaitu: (n=64.517, 84 RCT)

  • Sejumlah 61 RCT dengan 28.715 pasien dimasukkan dalam analisis primer.
  • Dibandingkan plasebo, sitagliptin 100 mg/hari (mean difference/MD -0,64%; 95% credible interval/CrI -0,75, -0,53) dan linagliptin 5 mg/hari (MD -0,59%; 95% CrI -0,69, -0,48) superior dalam menurunkan HbA1c.
  • Baik sitagliptin 100 mg/hari (MD -15,16 mg/dL; 95% CrI -18,82, -11,55) dan linagliptin 5 mg/hari (MD -13,88 mg/dL; 95% CrI -17,54, -10,04) superior dibandingkan plasebo dalam menurunkan glukosa plasma puasa.
  • Tidak terpantau perbedaan bermakna dalam semua outcome efikasi antara sitagliptin 100 mg/hari dan linagliptin 5 mg/hari.
  • Dibandingkan plasebo, baik sitagliptin 100 mg/hari (RR 1,06; 95% CrI 0,99-1,14) maupun linagliptin 5 mg/hari (RR 1,00; 95% CI 0,96-1,05) tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko efek samping.
  • Tidak terpantau peningkatan risiko bermakna dalam outcome keamanan dengan sitagliptin 100 mg/hari atau linagliptin 5 mg/hari dibandingkan plasebo.
  • Sitagliptin 100 mg/hari menunjukkan manfaat walaupun belum pasti dalam hal kematian karena semua penyebab dan kardiovaskular dibandingkan linagliptin 5 mg/hari.

 

Kesimpulan:

Dari meta-analisis ini didapatkan sitagliptin 100 mg/hari dan linagliptin 5 mg/hari menunjukkan efikasi dan keamanan sebagai anti-diabetik yang favorable dan sebanding pada pasien diabetes tipe 2. Tidak ada yang lebih superior di antara keduanya dalam hal kontrol glikemik. 


Gambar: Ilustrasi

Referensi:

  1. Li L, Cui S, Chow J, Wu Y, Yu Q, Zhong Y, et al. Comparison and evaluation of efficacy and safety of sitagliptin and linagliptin in adults with type 2 diabetes mellitus: a Bayesian network meta-analysis. J Evid Based Med. 2026;19(1):e70128. doi: 10.1111/jebm.70128.
  2. Fahmy MW, Habib HA, Zeidan EM. Heeba GH. Pharmacological insights into dipeptidyl peptidase-4 inhibitors: therapeutic applications and future perspectives. IJABMB 2025;2(2):104-25.
  3. Keshavarz K, Lotfi F, Sanati E, Salesi M, Hashemi-Meshkini A, Jafari M, et al. Linagliptin versus sitagliptin in patients with type 2 diabetes mellitus: a network meta-analysis of randomized clinical trials. Daru 2017;25:23. doi: 10.1186/s40199-017-0189-6. 


Share this article
Related Articles