Penggunaan Rokok Elektrik Tingkatkan Risiko Terjadinya Gangguan Pernapasan, Ini Studinya
by dr. Riesta Hanjani, B.MedSci
| 23 Februari 2026
Rokok elektrik merupakan perangkat yang memanaskan e-liquid mengandung nikotin, humektan, dan perisa, sehingga menghasilkan aerosol yang dihirup pengguna. Sejak tahun 2010, prevalensi penggunaannya meningkat signifikan, termasuk pada remaja. Aerosol rokok elektrik diketahui mengandung partikel kimia dan logam berat yang berpotensi merusak saluran pernapasan. Telaah terhadap berbagai studi menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik, baik sendiri maupun bersama rokok konvensional, berhubungan dengan peningkatan risiko gejala pernapasan (batuk, mengi, sesak), PPOK, asma, serta infeksi seperti COVID-19, dengan tingkat risiko yang dalam beberapa luaran sebanding dengan rokok konvensional.