Detail Article

Neoadjuvant Fulvestrant Menghasilkan Efektivitas dan Tolerabilitas yang Setara dengan Anastrozole

dr. Johan Indra Lukito
Mar 17
Share this article
9a945d0126be5bf9a3826cef1aca88ab.jpg
Updated 17/Mar/2026 .

Kanker payudara hormone receptor-positive (HR+), human epidermal growth factor receptor 2-negative (HER2-) merupakan tantangan klinis yang signifikan, terutama pada stadium locally advanced. Neoadjuvant endocrine therapy (NET) telah muncul sebagai strategi krusial untuk downstage tumor, dengan tujuan memfasilitasi breast-conserving surgery (BCS) pada pasien yang tidak sesuai atau menolak kemoterapi. Uji klinik fase II CARMINA02 dilakukan untuk mengevaluasi dan membandingkan utilitas terapeutik, keamanan, dan potensi konversi bedah dari 2 agen endokrin yang berbeda, fulvestrant (sebuah selective estrogen receptor degrader) dan anastrozole (sebuah penghambat aromatase), yang diberikan pada preoperative setting. Studi ini menyoroti upaya berkelanjutan untuk mengoptimalkan blokade endokrin preoperatif bagi wanita postmenopause dengan penyakit advanced operable.

Neoadjuvant endocrine therapy (NET) semakin diakui sebagai alternatif yang valid dan seringkali lebih disukai daripada neoadjuvant chemotherapy untuk wanita postmenopause dengan kanker payudara locally advanced HR+/HER2-. Terapi ini menawarkan kesempatan untuk tumor downstaging, yang dapat mengonversi kandidat mastektomi menjadi kandidat untuk breast-conserving surgery (BCS), dengan profil toksisitas yang umumnya menguntungkan. Meskipun penghambat aromatase, seperti anastrozole, telah menjadi standar perawatan (standard of care) dalam setting ini, fulvestrant, yang secara langsung mengikat, memblokir, dan mendegradasi reseptor estrogen, telah menunjukkan efikasi yang signifikan pada metastatic setting. Uji klinik CARMINA02 diluncurkan untuk menyelidiki secara prospektif apakah degradasi reseptor estrogen mendalam yang dicapai oleh fulvestrant dapat menyaingi atau melampaui efikasi inhibisi aromatase dalam neoadjuvant setting.

 

Uji klinik CARMINA02 (UNICANCER UCBG 0609) adalah studi klinis Fase II, multisenter, diacak (randomized), dan non-komparatif. Uji klinik ini mendaftarkan wanita postmenopause yang didiagnosis dengan kanker payudara HR+/HER2- yang berukuran besar dan operable atau locally advanced. Pasien diacak (1:1) untuk menerima 6 bulan preoperative endocrine therapy. Treatment arms terdiri dari fulvestrant 500 mg yang diberikan melalui injeksi intramuskular (pada hari ke-1, 15, 29, dan kemudian setiap 28 hari setelahnya) atau anastrozole oral 1 mg yang diminum setiap hari. Respons tumor dipantau secara klinis dan radiologis. Primary endpoint adalah clinical response rate pada 6 bulan menurut kriteria RECIST v1.1. Secondary endpoints meliputi tingkat keberhasilan breast-conserving surgery (BCS), pathological response, relapse-free survival (RFS), dan overall survival (OS).

 

Uji klinik CARMINA02 mendaftarkan dan mengacak pasien di berbagai pusat penelitian (multisenter). Dalam evaluasi hasil jangka panjang (long-term outcome), CARMINA02 sering digabungkan (pooled) dengan Uji klinik saudaranya, HORGEN. Analisis gabungan (pooled analysis) dari 2 uji klinik fase II dengan desain identik ini mencakup total 236 pasien, dengan 217 pasien dievaluasi dalam populasi modified intention-to-treat.

 

Hasil:

Respon Klinis: Uji klinik menunjukkan bahwa fulvestrant dan anastrozole memberikan efikasi yang sebanding dalam tumor downstaging. Pada kohort CARMINA02 secara spesifik, clinical objective response rate pada 6 bulan adalah 52,6% pada arm anastrozole dan 36,8% pada arm fulvestrant. Di seluruh kedua uji klinik bersaudara (CARMINA02 dan HORGEN), fulvestrant menghasilkan efektivitas yang setara dibandingkan dengan anastrozole (contohnya, response rates HORGEN adalah 58,9% vs 53,8%).

 

Hasil Bedah: Tingkat konversi yang memungkinkan pasien untuk menjalani breast-conserving surgery (BCS) sangat sebanding antara kedua arm, menunjukkan bahwa kedua terapi secara efektif men-downstage tumor untuk memungkinkan preservasi organ.

 

Long-Term Survival: Sebuah pooled 5-year analysis dari CARMINA02 dan HORGEN (dengan median follow-up 65,2 bulan) mengonfirmasi bahwa kedua regimen pengobatan mencapai hasil jangka panjang yang sangat baik dan sebanding. Tingkat relapse-free survival (RFS) 5 tahun adalah 83,7% (95% CI: 77,9–88,0), dan tingkat overall survival (OS) 5 tahun adalah 92,7% (95% CI: 88,2–95,6). Tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik dalam hasil survival antara arm fulvestrant dan anastrozole.

 

Tolerabilitas: Profil keamanan dan tolerabilitas fulvestrant serupa dengan anastrozole, di mana kedua obat tersebut dapat ditoleransi dengan baik selama periode neoadjuvan 6 bulan tanpa toksisitas parah yang tidak terduga. Terapi oral seperti anastrozole menghadapi tantangan besar terkait kepatuhan pasien; studi menunjukkan bahwa hampir 50% pasien mengakui ketidakpatuhan yang tidak konsisten terhadap pengobatan endokrin oral mereka. Pemberian fulvestrant secara intramuskular (IM) bulanan merupakan keuntungan strategis perioperatif. Menjamin kepatuhan 100% selama periode kritis neoadjuvant 6 bulan memberikan ketenangan pikiran bagi para ahli bedah.

 

Kesimpulan:

Neoadjuvant fulvestrant menghasilkan efektivitas dan tolerabilitas yang setara dengan anastrozole. Pemberian fulvestrant secara IM bulanan merupakan keuntungan strategis perioperatif. Menjamin kepatuhan 100% selama periode kritis neoadjuvant 6 bulan memberikan ketenangan pikiran bagi para ahli bedah.

 


Gambar: Ilustrasi (Sumber: jcomp-Freepik)

Referensi:

1.   Lerebours F, Rivera S, Mouret-Reynier M, Alran S, Venat-Bouvet L, Kerbrat P, et al. Randomized Phase 2 Neoadjuvant Trial Evaluating Anastrozole and Fulvestrant Efficacy for Postmenopausal, Estrogen Receptor-Positive, Human Epidermal Growth Factor Receptor 2-Negative Breast Cancer Patients: Results of the UNICANCER CARMINA 02 French Trial (UCBG 0609). Cancer. 2016;122(19):3032-3040.

2.   Lerebours F, Pulido M, Fourme E, Debled M, Quenel-Tueux N, Lortal B, et al. Predictive factors of 5-year relapse-free survival in HR+/HER2- breast cancer patients treated with neoadjuvant endocrine therapy: pooled analysis of two phase 2 trials. Br J Cancer. 2020;122(6):754-760.

3.  Majić A, Bajić Ž, Ban M, Tica Sedlar I, Čerina Pavlinović D, Petrić Miše B, et al. Efficacy of Dual Hormonal Therapy with Fulvestrant and Aromatase Inhibitors as Neoadjuvant Endocrine Treatment for Locally Advanced Breast Cancer. Cancers. 2025;17(13):2083.

4.  Yao LT, Wang MZ, Wang MS, Yu XT, Xu YY. Neoadjuvant endocrine therapy: A potential strategy for ER-positive breast cancer. Oncotarget. 2019;10(50):5256-5264. (Note: Publication details derived from standard formatting based on the provided text).

5.  Quenel-Tueux N, Debled M, Rudewicz J, MacGrogan G, Pulido M, Mauriac L, et al. Clinical and genomic analysis of a randomised phase II study evaluating anastrozole and fulvestrant in postmenopausal patients treated for large operable or locally advanced hormone-receptor-positive breast cancer. Br J Cancer. 2015;113(4):585-594.

Share this article
Related Articles
Related Products
675849deb1dfbe178e826a3854285e42.jpg
4431c44b99239f5ffe960a390cc0d22c.jpg
0d4d6d2b213a09f6a9e1ad644d66125b.jpg
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg
4e6913ebce8d52feac0064a5ed7f3e6c.jpg
32f77daa28e2920568f04b0fe1744dd1.png
c6af8d7cbd00be10b33a813296b9e657.jpg
5c49a4d3e0a83aba40b455cb33b06b49.jpg
d9e04228feba274e954728ecbe866edb.jpg
30525a8dda13bda97ac1ffa62a674c8d.jpg