Pasien yang menjalani bedah saluran cerna berisiko mengalami malnutrisi pascaoperasi akibat kombinasi puasa perioperatif, trauma pembedahan, respons inflamasi sistemik, serta gangguan sementara fungsi saluran cerna. Kondisi ini dapat memicu keadaan katabolik, menurunkan kadar protein darah, albumin, kolesterol, dan jumlah limfosit, serta berkontribusi pada penurunan berat badan dan massa otot.
Rekomendasi ESPEN (European Society for Clinical Nutrition and Metabolism) dan ERAS (Enhanced Recovery After Surgery) menyebutkan pemberian oral nutritional supplements (ONS) sebagai bagian dari tata laksana perioperatif. Namun, ONS memiliki komposisi dan osmolalitas yang berbeda; dampaknya toleransi pasien terhadap ONS terutama pada hari-hari awal pascaoperasi sering menjadi kendala. Oleh karena itu muncul pertanyaan apakah perbedaan osmolalitas ONS memengaruhi pemulihan status metabolik pasien operasi saluran cerna?
Suatu penelitian dilakukan bertujuan menilai perubahan defisit metabolik pascaoperasi, efektivitas ONS dalam mempercepat pemulihan kondisi metabolik pascaoperasi serta membandingkan efek ONS rendah osmolalitas versus ONS tinggi osmolalitas dalam konteks toleransi dan pemulihan parameter metabolik. Penelitian memiliki desain studi observasional prospektif (tahun 2019–2024) pada pasien operasi abdominal elektif. Sebanyak 84 pasien dilibatkan dalam penelitian ini dengan sebagian besar subjek adalah kanker kolorektal dan indikasi non-onkologi (misalnya reversal Hartmann, divertikulitis komplikata). Semua prosedur bedah melalui laparotomi, dengan minimal satu anastomosis.
Pasien dibagi menjadi 3 grup (masing-masing n=28)
· Grup I: diberikan ONS rendah osmolalitas (290 mOsmol/L), 200 mL 2×/hari, hari 1–14 pascaoperasi.
· Grup II: diberikan ONS tinggi osmolalitas (570 mOsmol/L), 200 mL 2×/hari, hari 1–14 pascaoperasi.
· Grup III: kontrol, tanpa pemberian ONS.
Dalam 100 mL ONS masing-masing mengandung 150 kkal; protein 9,4 g; lemak 5,4 g (ONS rendah osmolalitas) dan 245 kkal; protein 14,6 g; lemak 9,6 g (ONS tinggi osmolalitas).
Parameter yang dinilai adalah:
· Pemeriksaan darah: limfosit, trigliserida, kolesterol total, albumin, protein total pada hari ke 1 (praoperasi), serta hari ke-4, 7, 14 pascaoperasi.
· Antropometri: berat badan/IMT (indeks massa tubuh) hari ke-1, 14, dan 28.
Hasil penelitiannya adalah:
A. Pola perubahan metabolik umum pascaoperasi
- Pada semua kelompok, terjadi penurunan cepat albumin, protein total, dan kolesterol pada hari ke-4 pascaoperasi. Setelahnya, parameter-parameter tersebut mulai meningkat pada hari ke-7 dan hari ke-14, sejalan dengan meredanya respons inflamasi dan stabilisasi kondisi pascaoperasi.
- Trigliserida cenderung meningkat setelah operasi, mencapai puncak sekitar hari ke-7, lalu mulai menurun/kembali normal setelahnya.
- Berat badan dan IMT menurun terutama selama dua minggu pertama, kemudian cenderung stabil atau kembali mendekati nilai praoperasi pada minggu berikutnya.
B. Perbandingan ONS vs kontrol:
- Pasien yang menerima ONS (Grup I dan II) umumnya lebih cepat mengompensasi penurunan parameter metabolik dibandingkan kelompok kontrol.
- Pada Grup I dan Grup II, kadar albumin dan protein total pada akhir periode pemantauan (hari 14) mencapai atau melampaui nilai praoperasi.
- Pada kelompok kontrol, pemulihan parameter tersebut cenderung lebih lambat dan sebagian tetap lebih rendah dibandingkan nilai baseline.
C. Perbandingan ONS rendah vs tinggi osmolalitas:
- ONS rendah osmolalitas (Grup I) menunjukkan manfaat yang konsisten dalam pemulihan:
- Albumin pada awal minggu kedua pascaoperasi dilaporkan paling tinggi pada pasien dengan ONS rendah osmolalitas.
- Pemulihan IMT pada hari ke-28 lebih baik, ditunjukkan oleh proporsi pasien yang IMT nya kembali sama/lebih tinggi daripada praoperasi yang lebih besar pada kelompok ONS, terutama Grup I.
- Meski ONS tinggi osmolalitas memiliki kalori dan protein lebih tinggi per 100 mL, hasil studi ini menegaskan bahwa jumlah nutrien yang lebih besar tidak otomatis menghasilkan efek metabolik yang lebih baik; toleransi dan proses absorpsi (yang dipengaruhi osmolalitas) tampaknya berperan penting.
D. Limfosit
- Tren limfosit mengikuti pola pemulihan pascaoperasi, tetapi perbedaan antar kelompok tidak bermakna secara statistik, sehingga manfaat ONS pada parameter ini tidak sejelas albumin/protein.
Kesimpulan:
Trauma pembedahan saluran cerna berkaitan dengan defisit metabolik yang nyata pada hari-hari awal pascaoperasi. Pemberian ONS sejak dini memberikan manfaat klinis dengan mempercepat pemulihan parameter metabolik dan membantu pemulihan status nutrisi. ONS rendah osmolalitas secara keseluruhan lebih disarankan karena toleransi yang lebih baik dan pemulihan yang lebih menguntungkan pada beberapa indikator (terutama albumin dan pemulihan IMT).
Gambar: Ilustrasi (Sumber: chormail-Envato element)
Referensi:
1. Cwaliński J, Bobkiewicz A, Cwalińska A, Zasada W, Cholerzyńska H, et al. Role of oral nutritional supplements in minimizing the risk of postoperative malnutrition in patients undergoing gastrointestinal surgery. J Clin Med. 2026;15:4587.
2. Weimann A, Bezmarevic M, Braga M, Correia M, Funk-Debleds I, Gianotti P, et al. ESPEN guideline on clinical nutrition in surgery – update 2025. Clin Nutr 2025;53:222-61.