Detail Article

Kombinasi Pregabalin dan Etoricoxib Efektif Mengurangi Nyeri dan Memperbaiki Kualitas Hidup Pasien LBP Kronik

dr. Hastarita Lawrenti
Apr 12
Share this article
f5c571ddda8b614d6811579eca075cb8.jpg
Updated 12/Apr/2026 .

Walaupun sebagian besar pasien mengalami perbaikan dari low back pain (LBP) akut, studi-studi menunjukkan bahwa hampir dua per tiga kondisi pasien tersebut berkembang menjadi LBP kronik, kemungkinan karena faktor-faktor yang mendasarinya dan keterlibatan mekanisme nyeri nosiseptif dan neuropati. LBP kronik merupakan sindrom nyeri campuran, sehingga penting untuk identifikasi terapi yang spesifik dan sesuai dengan waktunya untuk pasien berdasarkan mekanisme yang mendasarinya. Studi ini mengevaluasi efektivitas pemberian kombinasi dosis tetap pregabalin prolonged release (PR) 75 mg dan etoricoxib pada pasien LBP kronik.


Kombinasi obat yang targetnya berupa komponen nyeri nosiseptif dan neuropati memberikan perbaikan nyeri lebih baik. Selain itu, kombinasi dosis tetap (FDC) akan menurunkan beban minum obat dan memperbaiki kepatuhan pasien. Untuk nyeri neuropati, dosis rendah pregabalin 50-75 mg/hari menghasilkan efikasi optimal dan meminimalkan toksisitas. Etoricoxib memperantarai efek analgesik dan anti-inflamasi dengan mengganggu sintesis prostaglandin melalui penghambatan enzim COX.

 

Studi fase III dilakukan pada pasien LBP kronik dengan komponen neuropati (n=319) yang diberikan diberikan FDC pregabalin prolonged release (PR) 75 mg dan etoricoxib 60 mg. Hasilnya menunjukkan penurunan nyeri dan perbaikan fungsional bermakna dibandingkan etoricoxib saja, dengan manfaat terlihat dari minggu 4 dan dipertahankan sampai minggu 8. FDC juga ditoleransi dengan baik, tanpa efek samping berat atau serius.

 

Studi fase IV, label terbuka, single-arm, pada 9 rumah sakit di India dilakukan untuk menghasilkan data tambahan mengenai keamanan dan efektivitas FDC pregabalin PR 75 mg dan etoricoxib 60 mg dalam setting real-world. Kriteria pasien adalah a) LBP kronik menetap ≥3 bulan dan setidaknya satu kriteria berikut pada sisi yang sesuai dengan nyeri kaki: nyeri tajam dan seperti tertusuk di bawah lutut, nyeri dicetuskan pengangkatan kaki ≤60⁰, refleks pergelangan kaki menurun atau tidak ada, kelemahan otot di bawah lutut, dan hilangnya sensori pada segmen L5/S1; dan b) skor nyeri ≥4 menurut 11-point numeric rating scale (NRS). Pasien diberikan FDC 1 kali sehari setelah makan malam selama 8 minggu. Pasien diperbolehkan menggunakan paracetamol 500 mg (maksimum 2000 mg, dosis terbagi dengan interval 6-8 jam) sebagai rescue medication jika diperlukan.

 

 

Hasil dari studi ini yaitu: (n=185)

  • Dari 19 efek samping yang dilaporkan, dijumpai 18 efek samping butuh terapi segera pada 13 (17,8%) pasien.
  • Pusing, batuk, pruritus, dan ruam merupakan efek samping butuh terapi segera yang paling sering dijumpai. Semua efek samping tersebut bersifat ringan atau sedang dan tidak terdapat efek samping butuh terapi segera yang serius atau penghentian terapi karena efek samping.
  • Terdapat perbaikan yang terpantau pada minggu ke-8 dibandingkan nilai awal dalam hal skor NRS (-3,4 ± 1,69; p<0,0001), skor RDQ (-7,3 ± 3,42; p<0,0001), dan skor visual analog scale [VAS] (-32,1 ± 15,33; p<0,0001). Rolland-Morris Disability Questionnaire (RDQ) digunakan untuk menentukan kualitas hidup yang dilaporkan pasien dengan mempertimbangkan status fungsional terkait nyeri (skor lebih rendah, lebih baik).
  • Kebutuhan rescue medication menurun dengan berjalannya waktu. Hanya 34 (18,89%) pasien yang memerlukannya pada minggu ke-8 dibandingkan 121 (66,85%) pasien di awal (p<0,0001).

 

Kesimpulan:

Dari studi ini didapatkan kombinasi dosis tetap (FDC) pregabalin PR dan etoricoxib ditoleransi dengan baik, efektif dalam menurunkan intensitas nyeri, dan memperbaiki kualitas hidup pasien LBP kronik dengan komponen neuropati. Kombinasi dosis tetap pregabalin PR dan etoricoxib merupakan alternatif potensial untuk tata laksana LBP kronik dengan komponen neuropati.

 


Gambar: Ilustrasi (Sumber: YuriArcursPeopleimages-Envato element)

Referensi:

  1. Patil SS, Patel BJ, Mahendrabhai BN, Nawal CL, Valya B, Kumar KS, et al. A prospective, multicenter, single-arm, phase IV study to assess the safety and effectiveness of a fixed-dose combination of pregabalin prolonged release and etoricoxib in patients with chronic low back pain with a neuropathic component. Drugs – Real World Outcomes 2026 doi: 10.1007/s40801-026-00543-z.
  2. Yeole AB, Lakshmi GSR, Selvakumar CJ, Goni VG, Nawal CL, Valya BJ, et al. Efficacy and safety of pregabalin prolonged release-etoricoxib combination compared to etoricoxib for chronic low back pain: phase 3, randomized study. Pain Ther. 2022;11(4):1451-69 doi: 10.1007/s40122-022-00437-2.


Share this article
Related Articles
Related Products
d5f249a4d77a637189fff9aa1ecb17a9.jpg
ac30eeb57418813b57157c4618b69363.jpg
f62e2d97ad44c68a53d3a3133e0ba435.jpg
49eaf766af4cda2a0737dded3fd96566.jpg
675849deb1dfbe178e826a3854285e42.jpg
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg
d9e04228feba274e954728ecbe866edb.jpg
822b20921961ae70f628331602b6c75f.png
4431c44b99239f5ffe960a390cc0d22c.jpg
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg