Detail Article

Kasus Campak di Indonesia Meningkat, Mari Cegah dengan Imunisasi Campak

dr. Dita Arccinirmala
Mar 05
Share this article
7c6468433951db331778987da02d15e1.jpg
Updated 05/Mar/2026 .

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat lonjakan signifikan kasus campak di Indonesia sejak awal tahun 2026, dengan belasan daerah melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Berdasarkan data Kemenkes per 23 Februari 2026, ditemukan sebanyak 8.224 kasus suspek campak dengan 4 kematian. Pada periode yang sama di tahun 2026, tercatat 21 KLB suspek campak yang tersebar di 17 kabupaten/kota di 11 provinsi. Lima provinsi dengan KLB campak terbanyak adalah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.


Meningkatnya kasus ini berkaitan dari turunnya cakupan imunisasi campak-rubela dalam beberapa tahun terakhir. Data Kemenkes menunjukkan cakupan imunisasi campak-rubela dosis 1 turun dari 92% pada tahun 2024 menjadi 82% pada tahun 2025. Sementara itu, cakupan dosis kedua juga menurun dari 82,3% menjadi 77,6% di periode yang sama.


Campak, atau sering disebut dengan "rubeola", adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae. Penyakit ini memiliki penularan yang sangat cepat dan mudah melalui:

  1. Percikan saliva: Saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, virus dapat menyebar ke udara dan menginfeksi orang lain yang berada di dekatnya.
  2. Kontak langsung: Kontak langsung dengan cairan tubuh penderita bisa menjadi sumber penularan.
  3. Benda yang terkontaminasi: Virus campak bisa bertahan hidup di permukaan benda selama beberapa jam. Bayi atau balita yang menyentuh benda tersebut kemudian memegang mulut atau hidungnya dapat terinfeksi.


Gejala campak biasanya muncul sekitar 10-14 hari setelah terinfeksi. Beberapa gejala yang umumnya muncul antara lain:

  1. Demam: Suhu tubuh bisa mencapai 40°C
  2. Batuk kering
  3. Konjungtivitis (mata merah): Mata bisa menjadi sensitif terhadap cahaya
  4. Pilek
  5. Ruam: Mulai dari wajah dan telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh
  6. Bintik Koplik: Bintik-bintik putih kecil di dalam mulut, khususnya di bagian dalam pipi

Pemeriksaan klinis dari seorang dokter biasanya sudah cukup untuk mendiagnosis campak berdasarkan gejala-gejala yang muncul. Namun, dalam beberapa kasus, pemeriksaan tambahan seperti tes darah atau swab tenggorokan mungkin diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosis. Komplikasi campak yang dapat ditimbulkan dapatserius, mulai dari pneumonia, diare berat, radang otak (ensefalitis), hingga kematian .


Beberapa tindakan bisa dilakukan untuk meredakan gejala jika sudah terinfeksi, antara lain:

  1. Pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi.
  2. Penggunaan antipiretik, seperti paracetamol, untuk menurunkan demam.
  3. Vitamin A: Pada beberapa kasus, terutama jika terdapat risiko kekurangan vitamin A, suplemen ini dapat membantu mengurangi keparahan penyakit.
  4. Istirahat untuk membantu pemulihan lebih cepat


Langkah pencegahan terinfeksi campak:

  1. Vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella): Ini adalah cara paling efektif untuk mencegah campak.
  2. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  3. Jika sedang terinfeksi atau ada anggota keluarga yang terinfeksi, sebaiknya lakukan isolasi diri agar tidak menularkan ke orang yang lain, terutama bayi dan balita.


Kesimpulan:

Adanya lonjakan signifikan kasus campak di Indonesia sejak awal tahun 2026 berkaitan dengan turunnya cakupan imunisasi campak-rubela dalam beberapa tahun terakhir. Campak, memiliki penularan yang sangat cepat dan mudah. Mari cegah campak dengan vaksin dan perilaku hidup sehat untuk hindari komplikasi yang berat.


Gambar: Ilustrasi (Sumber: Prostock-studio-Envato element)

Referensi:

1. Rumah Sakit Pusat Pertamina. Waspada KLB campak di Indonesia: kasus meningkat, imunisasi menjadi kunci [Internet]. 2026 Mar 02. Available from: https://rspp.co.id/artikel-detail-1085-Waspada-KLB-Campak-di-Indonesia-Kasus-Meningkat,-Imunisasi-Menjadi-Kunci.html.

2. Kementerian Kesehatan. Kemenkes waspadai dinamika campak nasional dan global [Internet]. 2026 Feb 26. Available from: https://kemkes.go.id/id/kemenkes-waspadai-dinamika-campak-nasional-dan-global. 

3. Kementerian Kesehatan. Campak [Internet]. Available from: https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/penyakit-kulit-subkutan/campak. 

 


Share this article
Related Articles