Detail Article

Insulin Basal 1 kali setiap Minggu pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2, Bagaimana Hasil Kontrol Glilkemiknya?

dr. Hastarita Lawrenti
Jul 21
Share this article
8696b59630720ca533cdfc70aa50a507.jpg
Updated 23/Jul/2026 .

Pada pasien diabetes melitus, terapi insulin diindikasikan jika kontrol glikemik tidak tercapai dengan obat dan/atau obat injeksi non-insulin, atau jika terdapat hiperglikemia simtomatik atau gambaran katabolik. Analog insulin basal, seperti glargine dan detemir, merupakan regimen terpilih. Analog ultra-long-acting seperti glargine U300 dan degludec menunjukkan konsistensi lebih besar dan menurunkan variabilitas glikemik, sehingga sesuai untuk usia lanjut atau orang dengan peningkatan risiko hipoglikemia nokturnal. Namun, analog insulin basal tradisional memerlukan setidaknya injeksi 1 kali sehari, sehingga sering menyebabkan kepatuhan yang rendah, yang pada akhirnya menjadi tantangan pada banyak pasien dengan diabetes melitus tipe 2. 


Formulasi insulin yang inovatif telah muncul sehingga memberikan kemungkinan injeksi 1 kali setiap minggu. Insulin icodec dan insulin efsitora alfa (dikenal juga dengan insulin Fc, insulin BIF, atau LY3209590), menandai perkembangan yang bermakna dalam terapi insulin. Analog insulin ini bertujuan menghantarkan kontrol glukosa darah hanya dengan 1 injeksi subkutan per minggu.

 

Pada insulin icodec, terdapat subtitusi pada struktur asam amino dan menambahkan miniPEG-gGlu linked-1, 20-icosan-edioic acid (C20) pada posisi LysB29. Rantai fatty diacid ini memungkinkan ikatan insulin pada albumin sehingga mengakibatkan depot inaktif yang bersirkulasi dan dilepaskan secara perlahan untuk durasi kerja lebih lama. Selain itu, insulin icodec juga memiliki substitusi B16Tyr/His yang menyebabkan penurunan afinitas reseptor insulin bermakna sehingga meminimalkan bersihan diperantarai reseptor insulin dan pada akhirnya meningkatkan durasi kerja. Sedangkan insulin efsitora alfa merupakan analog rantai tunggal insulin yang dilakukan fusi pada domain IgG2 Fc menggunakan penghubung peptida. Domain Fc melindungi molekul dari degradasi dan berperan dalam profil farmakokinetik yang datar dan waktu paruh yang panjang. Oleh karena itu, faktor tersebut mendukung glikemia stabil dalam waktu 1 minggu.

 

Uji klinik secara acak dengan kontrol (RCT) telah menunjukkan hasil menjanjikan mengenai analog insulin 1 kali setiap minggu dalam hal efikasi dan keamanannya. Dari data RCT yang ada, tinjauan sistematik dan meta-analisis dilakukan untuk menilai efikasi dan keamanan analog insulin basal 1 kali setiap minggu dibandingkan analog insulin basal setiap hari. Hasilnya adalah: (n=8.487, 14 RCT)

-Insulin basal 1 kali setiap minggu menghasilkan:

  • Penurunan HbA1c yang lebih besar dibandingkan insulin basal harian (mean difference/MD -0,09%; 95% CI -0,15 sampai -0,03).
  • Perbaikan yang lebih besar dalam time in range (TIR) (MD 1,86%; 95% CI 0,73–2,98). TIR merupakan proporsi waktu di mana kadar glukosa dalam rentang 70–180 mg/dL.
  • Kemungkinan lebih besar dalam mencapai HbA1c <7,0% (OR 1,32; 95% CI 1,07–1,63).

-Tidak terpantau perbedaan bermakna dalam hal rerata perubahan glukosa plasma puasa (MD 0,01 mg/dL; 95% CI -2,65–2,67).

-Insulin basal 1 kali setiap minggu dikaitkan dengan peningkatan berat badan yang kecil dibandingkan insulin basal harian (MD 0,34 kg; 95% CI 0,07–0,61).

-Tidak terdapat perbedaan bermakna dalam hipoglikemia derajat 2 atau 3 (OR 1,14; 95% CI 0,92–1,40).

 

Selain itu, meta-analisis lain juga telah dilakukan dengan memasukkan 16 RCT pada pasien diabetes melitus tipe 2. Pasien mendapat insulin basal 1 kali setiap minggu dibandingkan insulin basal harian atau semaglutide. Dalam meta-analisis ini, didapatkan hasil yang serupa. Insulin basal 1 kali setiap minggu menghasilkan penurunan HbA1c lebih besar secara bermakna, TIR yang lebih panjang secara bermakna (+2,41% dari total waktu) dibandingkan insulin basal harian, sedangkan perubahan glukosa plasma puasa sebanding dan juga hipoglikemia berat yang sebanding tidak bermakna. Perubahan berat badan umumnya sebanding.

 

Kesimpulan:

Dari tinjauan sistematik dan meta-analisis yang dilakukan, pemberian insulin basal 1 kali setiap minggu menghasilkan kontrol glikemik yang lebih baik dibandingkan insulin basal harian, dengan perbaikan outcome glikemik sedang dan risiko hipoglikemia yang sebanding. Manfaat utamanya adalah penyederhanaan terapi dan penurunan beban injeksi sehingga mendukung alternatif yang lebih nyaman dibandingkan insulin basal harian pada pasien dewasa dengan diabetes melitus tipe 2.



Gambar: Ilustrasi (Sumber: Wavebreakmedia-Envato element)

Referensi:

  1. Raptis D, Chiotis S, Papamichalis T, Bekiari E, Tsapas A, Karagiannis T. Efficacy and safety of once-weekly basal insulin analogs versus daily basal insulin analogs in adults with type 2 diabetes: a systematic review and meta-analysis. Current Diabetes Reports 2026;26:16. doi: 10.1007/s11892-026-01628-3.
  2. Pham DQ, Andraos J, Ayoub J. Insulin icodec: a novel once-weekly formulation for the treatment of type 1 and type 2 diabetes mellitus. Reviews in Endocrine and Metabolic Disorders 2025;26:559–74. doi: 10.1007/s11154-025-09960-x.
  3. Nasu R, Oura T, Ohwaki K, Imori M, Furihata K. Pharmacokinetic and pharmacodynamic properties of once-weekly insulin efsitora alfa in Japanese patients with type 2 diabetes. Diabetes Ther. 2025;16:513-26. doi: 10.1007/s13300-025-01695-x.
  4. Bourron O, Denimal D. Efficacy and safety of once-weekly insulins in type 2 diabetes: a systematic review and meta-analysis. Diabetes Obes Metab. 2026;28:3491-501. doi: 10.1111/dom.70497.


Share this article
Related Articles
Related Products
f64faa4cac94534468cb2353e94f7931.png
822b20921961ae70f628331602b6c75f.png
fa4e9593ce60b2857ed76a2affcd88ce.png
6161cd1b028a79ba21e11d14c1b65c78.jpg
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg
d6007ea529318082d40d22f6ba29b666.jpg
30c0158736321f729f4bd428f717515e.jpg
65a23a7b9e370500763fb0914b436bba.png
daa1fa3d4037afd7018afeccdfa5dce6.jpg
d5f249a4d77a637189fff9aa1ecb17a9.jpg