Detail Article

Injeksi hyaluronic acid untuk tendinopati rotator cuff

dr. Lyon Clement
Jun 11
Share this article
0e8cb8227ed1ddde3246e338c009c104.jpg
Updated 11/Jun/2026 .

Tendinopati rotator cuff merupakan gangguan muskuloskeletal yang umum ditemukan dengan angka kejadian yang meningkat seiring bertambahnya usia. Tata laksana konservatif meliputi obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS), terapi fisik, latihan rehabilitasi, injeksi corticosteroid, platelet-rich plasma (PRP), dan hyaluronic acid (HA). Tinjauan ini mengevaluasi pertimbangan prosedural dan efikasi klinis injeksi HA pada tendinopati rotator cuff. Penelusuran literatur melalui PubMed/MEDLINE dan Cochrane Central Register of Controlled Trials mengidentifikasi studi yang dipublikasikan hingga September 2024. Sebanyak 11 studi, terdiri atas sembilan uji klinik teracak dan dua studi prospektif, dianalisis dalam studi ini. Dibandingkan dengan garam normal, sebagian besar studi menunjukkan perbaikan nyeri dan fungsi yang bertahan hingga satu tahun. Injeksi HA menunjukkan efikasi yang sebanding atau lebih baik dibandingkan injeksi corticosteroid, dengan efek samping yang lebih sedikit serta tanpa efek merugikan pada jaringan tendon. Kombinasi HA dan PRP memberikan luaran jangka panjang terbaik. Berbagai berat molekul HA menunjukkan efikasi yang serupa, meskipun HA dengan berat molekul rendah dikaitkan dengan nyeri pascainjeksi yang lebih ringan. Panduan ultrasonografi meningkatkan akurasi injeksi dan luaran klinis.

Patologi rotator cuff dapat ditemukan pada semua kelompok usia, dengan angka kejadian robekan yang meningkat secara progresif seiring bertambahnya usia, berkisar antara 0,3%–5,5%. Tata laksana awal pada robekan rotator cuff simptomatik meliputi istirahat, obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) oral, terapi fisik, latihan rehabilitasi sendi, agen topikal, TENS (Transcutaneous Electric Nerve Stimulation), terapi ultrasonografi, serta injeksi corticosteroid, hyaluronic acid (HA), platelet-rich plasma (PRP), dextrose, dan anestetik lokal. Injeksi HA intraartikular pada tendinopati rotator cuff dikaitkan dengan perbaikan skor VAS dan skor luaran fungsional. HA maupun corticosteroid sama-sama terbukti efektif tanpa perbedaan bermakna. Namun, risiko komplikasi lebih besar pada penggunaan corticosteroid. Hingga saat ini belum terdapat konsensus mengenai parameter optimal injeksi HA. Tinjauan ini mengeksplorasi pertimbangan prosedural injeksi HA pada tendinopati rotator cuff.

Penelusuran literatur menggunakan PubMed/MEDLINE dan Cochrane Central Register of Controlled Trials dilakukan untuk mengumpulkan literatur relevan yang dipublikasikan sejak awal hingga September 2024. Uji klinik teracak (randomized controlled trials/RCT) dan studi prospektif dianalisis untuk memperoleh gambaran paling komprehensif mengenai literatur terkini. Tinjauan ini menilai parameter HA yang perlu dipertimbangkan dalam injeksi HA pada tendinopati rotator cuff, seperti berat molekul, kombinasi HA dengan produk lain, panduan injeksi, serta potensi efek samping. Luaran studi dinilai baik apabila efikasi HA dalam memperbaiki nyeri dan fungsi secara bermakna lebih baik dibandingkan garam normal atau terapi kontrol lainnya. Luaran dinilai netral apabila tidak terdapat perbedaan bermakna antara efikasi HA dan terapi kontrol. Sebaliknya, luaran dinilai tidak baik apabila efikasi HA setara atau lebih rendah dibandingkan garam normal maupun terapi kontrol lainnya.

Strategi penelusuran menghasilkan 11 studi klinis yang menilai efikasi injeksi HA pada tendinopati rotator cuff. Di antaranya, dua studi klinis membandingkan efikasi berbagai berat molekul HA. Efikasi HA pada tendinopati rotator cuff telah diteliti dalam sembilan RCT dan dua studi prospektif. Dibandingkan garam normal, tiga dari empat studi menunjukkan hasil baik hingga satu tahun pascainjeksi. Dari dua RCT yang membandingkan HA dan injeksi corticosteroid pada tendinopati rotator cuff, RCT dengan desain paling ketat oleh Kim, et al., menemukan bahwa perbaikan nyeri dan fungsi secara bermakna lebih baik pada kelompok HA selama tiga bulan pertama. Satu-satunya studi yang membandingkan injeksi HA dan PRP menunjukkan bahwa hasil terbaik pada bulan ke-6 dan ke-12 diperoleh pada kombinasi PRP dan HA, diikuti PRP saja, kemudian HA saja. Tiga studi menunjukkan bahwa injeksi HA lebih unggul dibandingkan terapi fisik dalam perbaikan nyeri dan fungsi pada bulan ke-3 dan ke-6, sedangkan satu studi menunjukkan bahwa kombinasi injeksi HA dan terapi fisik setara dengan terapi fisik saja.

Dua RCT yang secara khusus membandingkan berbagai berat molekul HA pada tendinopati rotator cuff menunjukkan bahwa berat molekul HA tidak memberikan pengaruh bermakna terhadap luaran efikasi klinis. Namun, low molecular weight HA (LMW-HA) tampaknya menimbulkan efek samping lokal yang lebih ringan, seperti nyeri yang lebih minimal pada lokasi injeksi. Panduan ultrasonografi memberikan akurasi yang lebih tinggi untuk injeksi subakromial, serta menghasilkan luaran yang lebih baik dibandingkan panduan berbasis landmark anatomis. Pada seluruh studi mengenai HA pada tendinopati rotator cuff, tidak ditemukan komplikasi atau efek samping selain nyeri sementara pada lokasi injeksi. Dibandingkan injeksi corticosteroid, injeksi HA tidak menyebabkan efek samping sistemik maupun efek merugikan pada jaringan tendon, sehingga menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan corticosteroid.


Simpulan

Injeksi HA memperbaiki nyeri dan fungsi pada tendinopati rotator cuff serta menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan injeksi corticosteroid. Hingga saat ini, LMW-HA, middle molecular weight HA (MMW-HA), dan high molecular weight HA (HMW-HA) menunjukkan efikasi yang setara pada tendinopati rotator cuff, dengan LMW-HA menyebabkan nyeri pascainjeksi paling minimal. Panduan ultrasonografi tampaknya merupakan modalitas panduan paling akurat untuk injeksi HA ke dalam bursa subakromial.


Ilustrasi: Gambar (Sumber: Envato elements)

Referensi:

  1. Bansal S, Raja BS, Niraula BB, Regmi A, Choudhury AK, Sharma D, et al. Efficacy of hyaluronic acid in rotator cuff pathology compared to other available treatment modalities: A systematic review and meta-analysis. 2023; 2: 100157.
  2. Lavigne A, Sandouk E, Hiett A, Chang MC, Belanger V, Lamontagne M, Khadavi M, et al. Current evidence on hyaluronic acid injections for rotator cuff tendinopathy: A scoping review. Shoulder Elbow. 2025; 18: 3-10.
Share this article
Related Articles
Related Products
904fa48e7a72a2bd2060d442710a32b9.jpg
4431c44b99239f5ffe960a390cc0d22c.jpg
34ee00b27c1229549b200d4f5154b54a.jpg
822b20921961ae70f628331602b6c75f.png
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg
30525a8dda13bda97ac1ffa62a674c8d.jpg
675849deb1dfbe178e826a3854285e42.jpg
a14aa175c8c971fe8dba2905498a49af.jpeg
d9e04228feba274e954728ecbe866edb.jpg
1f31f2cea33428e05ae73b4040a75d6a.jpg