Detail Article

Influenza A Meningkat: Kenali Gejalanya, Cegah Penularannya

dr. Dita Arccinirmala
Sep 21
Share this article
b519ef4a58558ddeacf28388af3d9f16.jpg
Updated 25/Sep/2026 .

Peningkatan kasus influenza A dilaporkan oleh sejumlah rumah sakit. Kementerian Kesehatan menyebutkan adanya kenaikan kasus, di mana anak usia 0-4 tahun menjadi kelompok yang paling banyak terdeteksi. 

Influenza A adalah sebuah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan. Berbeda tipe influenza yang lain, Influenza A dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius dan berpotensi menimbulkan komplikasi. Influenza A umumnya disebabkan oleh virus tipe H1N1 dan H3N2. Virus ini terus berevolusi dan dapat menular dari hewan ke manusia, sehingga berpotensi menyebabkan wabah dengan penyebaran luas.

Influenza A vs Common Cold

  • Antigenic Drift

Pada influenza A, mutasi yang terjadi secara bertahap dan terus-menerus pada genom virus membuat virus terus berubah dan kembali menginfeksi.

  • Antigenic Shift

Perubahan besar dan mendadak pada Influenza A yang dapat menghasilkan subtipe virus baru dan berpotensi memicu pandemi.

  • Gejala

Influenza A umumnya memiliki onset mendadak dan gejala lebih intens, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan.

  • Risiko Komplikasi

Tidak seperti batuk pilek biasa, Influenza A dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, sepsis, ensefalitis, bahkan kematian.

 

Gejala Influenza A

  • Demam tinggi mendadak
  • Batuk kering dan nyeri tenggorokan
  • Nyeri otot dan sendi yang berat
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Sakit kepala yang intens
  • Kelelahan ekstrem

Beberapa tanda berikut ini perlu diwaspadai karena dapat menunjukkan kondisi Kesehatan yang lebih serius, seperti

  • Sesak napas
  • Nyeri atau tekanan di dada
  • Kebingungan
  • Demam tinggi yang tidak kunjung turun
  • Bibir dan kuku tampak kebiruan.

 

Penanganan Influenza A

Pada orang dewasa sehat, Influenza A umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam 5–7 hari. Namun, pada kondisi tertentu, penanganan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk membantu mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi, beberapa tindakan yang dapat dilakukan diantaranya seperti:

· Pengobatan Antiviral

Antiviral seperti oseltamivir dapat digunakan sesuai resep dokter, terutama pada kelompok berisiko tinggi atau kasus berat. Efektivitasnya paling optimal bila diberikan dalam 48 jam pertama sejak gejala muncul.

· Penanganan Suportif

Konsumsi obat-obatan sesuai gejala dan istirahat cukup, serta mencukupi kebutuhan cairan untuk mencegah dehidrasi. Paracetamol atau ibuprofen dapat digunakan sesuai indikasi untuk membantu meredakan demam dan nyeri.

 

Langkah Pencegahan Penyebaran Influenza A

  • Mendapatkan vaksin influenza sesuai dengan anjuran yang diberikan.
  • Rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
  • Menghindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum bersih.
  • Terapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker saat sakit.


Gambar: Ilustrasi (Sumber: Garakta Studio)

Referensi:

1.    Kementerian Kesehatan. Influenza A: lebih dari sekadar flu biasa yang perlu diwaspadai [Internet]. 2026 Sept 18. Available from: https://ayosehat.kemkes.go.id/tanya-jawab-faq-seputar-influenza.

2.    Anthony K. Signs and symptoms of type A influenza. Healthline [Internet]. 2023. Available from: https://www.healthline.com/health/influenza-a-symptoms.

3.    Influenza A vs batuk pilek: apa bedanya dan mana yang lebih berbahaya? [Internet]. 2025 Dec 01. Available from: https://www.mitrakeluarga.com/artikel/influenza-a

4.    Kementerian Kesehatan. Tanya jawab (FAQ) seputar influenza [Internet]. 2025 Oct 24. Available from: https://ayosehat.kemkes.go.id/tanya-jawab-faq-seputar-influenza.

Share this article
Related Articles
Related Products
822b20921961ae70f628331602b6c75f.png
cf47e2b402582616756299e22ff132d3.png
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg
7f07afe13fa3ef94dd63c6c9dc4eeba4.jpeg
a14aa175c8c971fe8dba2905498a49af.jpeg
8cba86d6aea6dace6eda16b3d224c743.jpg
4431c44b99239f5ffe960a390cc0d22c.jpg
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg
d9e04228feba274e954728ecbe866edb.jpg
30525a8dda13bda97ac1ffa62a674c8d.jpg