Detail Article

Imunoterapi Ditambah Kemoterapi Meningkatkan Hasil Klinis pada Studi Kanker Paru Stadium Lanjut

dr. Farica Noviana Kartawijaya
Feb 25
Share this article
496b732f643b850d34a957d0d49c9991.jpg
Updated 25/Feb/2026 .

Pengobatan lini pertama standar untuk non-squamous non-small-cell lung cancer (NSCLC) stadium lanjut tanpa mutasi driver (EGFR, ALK, ROS1) saat ini adalah kombinasi kemoterapi berbasis platinum dan immune checkpoint inhibitor (PD-1/PD-L1 inhibitor). Kombinasi ini telah terbukti meningkatkan respons pengobatan terhadap tumor dan memperpanjang waktu bebas progresi dibandingkan kemoterapi saja. Namun, masih muncul pertanyaan apakah penambahan terapi anti-angiogenesis (anti-VEGF) seperti bevacizumab dapat memberikan manfaat tambahan bila dikombinasikan dengan imunoterapi dan kemoterapi.


Uji klinik ASTRUM-002 menyelidiki efikasi dan keamanan serplulimab (anti–PD-1) yang dikombinasikan dengan kemoterapi, dengan atau tanpa HLX04 (biosimilar bevacizumab), dibandingkan dengan kemoterapi saja. Studi ini bertujuan untuk menentukan apakah kombinasi imunoterapi dapat meningkatkan luaran/hasil klinis, serta apakah penambahan anti-VEGF memberikan manfaat tambahan pada pasien NSCLC non-squamous stadium IIIB/IIIC atau IV yang belum pernah mendapat terapi sistemik dan tidak memiliki mutasi driver.

 

Uji klinik ASTRUM-002 adalah studi fase 3, acak, double-blind, multicenter. Kriteria inklusi meliputi pasien usia 18–75 tahun dengan NSCLC non-squamous stadium lanjut atau metastatik tanpa mutasi epidermal growth factor receptor (EGFR) sensitizing dan tanpa rearrangement anaplastic lymphoma kinase (ALK)/ROS1. Pasien belum pernah menerima terapi sistemik sebelumnya dan memiliki status performa ECOG 0–1.

 

Sebanyak 636 pasien menjalani pengacakan dalam rasio 1:1:1 ke salah satu dari tiga kelompok:

  1. Kelompok A: Serplulimab + HLX04 + kemoterapi
  2. Kelompok B: Serplulimab + kemoterapi (tanpa HLX04)
  3. Kelompok C: Kemoterapi saja

Outcome yang dilihat adalah progression-free survival (PFS) berdasarkan penilaian blinded independent central review. Hasil lainnya meliputi objective response rate (ORR), duration of response, overall survival (belum matur saat analisis interim), serta profil keamanan.

 

Hasil:

Median PFS pada kelompok serplulimab + kemoterapi (kelompok B) adalah 11,0 bulan, dibandingkan 5,6 bulan pada kelompok kemoterapi saja (kelompok C). Hazard ratio untuk progresi atau kematian adalah 0,55, menunjukkan penurunan risiko sebesar 45%. Perbaikan ini bermakna secara statistik (p < 0,0001).

◦ Pada perbandingan antara kelompok A dan kelompok B, median PFS masing-masing adalah 12,6 bulan vs 11,0 bulan, tanpa perbedaan bermakna secara statistik. Artinya, penambahan HLX04 tidak memberikan manfaat tambahan yang signifikan dibandingkan serplulimab + kemoterapi saja.

Objective response rate (respons pengobatan terhadap tumor): pada kelompok serplulimab + kemoterapi adalah 53%, dibandingkan 28% pada kelompok kemoterapi saja. Perbedaan ini signifikan secara statistik (p < 0,0001). Tidak terdapat perbedaan bermakna ORR antara kelompok dengan atau tanpa HLX04 (55% vs 53%).

◦ Efek samping yang paling sering meliputi neutropenia, anemia, dan penurunan leukosit. Efek samping terkait imun (immune-related adverse events) seperti gangguan tiroid dan pneumonitis sebagian besar derajat ringan hingga sedang dan dapat ditangani dengan tata laksana standar.

 

Kesimpulan:

Uji klinik ASTRUM-002 menunjukkan bahwa penambahan serplulimab pada kemoterapi lini pertama memperpanjang progression-free survival secara signifikan dan bermakna secara klinis serta meningkatkan respons pengobatan terhadap tumor dibandingkan kemoterapi saja pada pasien NSCLC non-squamous stadium lanjut tanpa mutasi driver, dengan profil keamanan yang dapat dikelola secara klinis.

 


Gambar: Ilustrasi (Sumber: kolesnikovsergii-Envato element)

Referensi:

  1. Wang L, Hao X, Hao Y, Hu Y, Chen C, Chen B, et al. First-line serplulimab plus chemotherapy with or without HLX04 versus chemotherapy in locally advanced or metastatic non-squamous non-small-cell lung cancer (ASTRUM-002): a randomised, double-blind, multicentre phase 3 trial. Lancet Respir Med. 2025;14(2):117−12. https://doi.org/10.1016/j.jtho.2025.09.042.
  2. Shi Y, Hao Y, Hu Y, Chen C, Chen B, Huang Y, et al. ASTRUM-002: first-line serplulimab plus chemotherapy with or without HLX04 in advanced nonsquamous non-small cell lung cancer. Journal of Thoracic Oncology.2025;20(10):S18−9.


Share this article
Related Articles