Detail Article

Fludeoxyglucose F18 (FDG) PET Scan: Pemeriksaan Pencitraan Penting dalam Diagnosis dan Penanganan Kanker

dr. Farica Noviana Kartawijaya
Jan 26
Share this article
24c14fc2f6684d41018dfe45752ac1d6.jpg
Updated 27/Jan/2026 .

Fludeoxyglucose F18 (FDG) adalah zat pelacak radioaktif yang bekerja mirip dengan gula (glukosa) dan digunakan untuk tujuan diagnosis melalui pemeriksaan PET scan. Zat ini membantu dokter melihat jaringan tubuh yang memiliki aktivitas penggunaan gula yang tidak normal. FDG bukan obat dan tidak digunakan untuk terapi, melainkan murni sebagai alat bantu pemeriksaan.


Fludeoxyglucose F18 (FDG) PET scan merupakan salah satu pemeriksaan pencitraan medis yang semakin sering digunakan, terutama dalam perawatan kanker. Pemeriksaan ini membantu dokter melihat aktivitas di dalam tubuh, bukan hanya bentuk organ. Bagi sebagian orang, istilah PET scan dan zat radioaktif mungkin terdengar menakutkan. Namun sebenarnya, FDG PET scan adalah alat penting yang aman dan sangat bermanfaat untuk membantu dokter menegakkan diagnosis serta menentukan rencana pengobatan yang tepat.

 

FDG PET scan adalah pemeriksaan pencitraan menggunakan teknologi positron emission tomography (PET) dengan bantuan zat khusus yang disebut radiofarmaka. Radiofarmaka yang paling sering digunakan dalam pemeriksaan kanker adalah FDG (fluorodeoxyglucose-18). FDG adalah zat radioaktif dalam jumlah sangat kecil yang strukturnya mirip dengan glukosa atau gula darah. Sel kanker membutuhkan lebih banyak glukosa dibandingkan sel normal karena sel kanker tumbuh dan berkembang dengan cepat. Karena itu, FDG akan lebih banyak terkumpul di area tubuh yang terdapat sel kanker. Hal ini yang membedakan FDG PET scan dengan pemeriksaan lain seperti CT scan atau MRI. CT scan dan MRI memperlihatkan bentuk dan struktur organ, sedangkan FDG PET scan menunjukkan aktivitas metabolik, yaitu bagian tubuh yang bekerja lebih aktif dari normal.

 

Dokter dapat merekomendasikan FDG PET scan untuk beberapa tujuan penting, antara lain:

1. Mendeteksi tumor atau kanker, baik pada kecurigaan kanker baru maupun kekambuhan kanker lama.

2. Menentukan stadium kanker, yaitu melihat apakah kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis). Stadium kanker sangat berpengaruh pada pilihan terapi.

3. Menilai respons pengobatan, misalnya untuk melihat apakah kemoterapi, radioterapi, atau imunoterapi bekerja dengan baik.

 

Pada pemeriksaan ini, FDG disuntikkan ke dalam pembuluh darah pasien. Setelah itu, pasien diminta beristirahat sejenak agar zat tersebut menyebar ke seluruh tubuh. Area yang menggunakan glukosa lebih banyak, seperti sel kanker, akan menyerap FDG lebih banyak. Pasien kemudian berbaring di dalam mesin PET scan yang akan mengambil gambar tubuh. Area yang menyerap FDG akan tampak lebih terang pada hasil gambar. Biasanya, hasil PET scan digabungkan dengan CT scan atau MRI agar dokter mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.


Perlu diketahui bahwa organ tertentu, seperti otak dan jantung, juga tampak terang karena memang membutuhkan banyak energi. Selain kanker, kondisi seperti infeksi atau peradangan juga dapat terlihat terang, sehingga kadang diperlukan pemeriksaan lanjutan atau pengambilan sampel jaringan untuk memastikan diagnosis.

Agar hasil pemeriksaan optimal, pasien dianjurkan untuk:

· Menghindari olahraga berat selama 2 hari sebelum pemeriksaan.

· Menghindari makanan manis dan mengikuti diet rendah karbohidrat selama 24 jam sebelum pemeriksaan.

· Berpuasa selama 6 jam sebelum pemeriksaan, namun tetap boleh minum air putih.

Secara umum, FDG PET scan aman dilakukan. Paparan radiasi yang digunakan tergolong rendah dan sudah diperhitungkan secara medis. Efek samping jarang terjadi, meskipun pada kasus tertentu bisa muncul reaksi alergi ringan atau perubahan sementara kadar gula darah.

 

Kesimpulan:

FDG PET scan adalah pemeriksaan pencitraan yang aman dan sangat membantu dalam diagnosis serta penanganan kanker. Dengan melihat aktivitas sel di dalam tubuh, dokter dapat menentukan stadium penyakit, menilai efektivitas pengobatan, dan merencanakan terapi yang paling tepat. Bila dokter menyarankan FDG PET scan, artinya pemeriksaan ini dipertimbangkan karena manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan risikonya

 


Gambar: Ilustrasi (Sumber: jcomp-Freepik)

Referensi:

  1. Litt H, Kwon D, Velazquez A. FDG PET scan in cancer care. JAMA Oncol. 2023;9(9):1304.
  2. Galindo A. What are Radiopharmaceuticals. IAEA [Internet]. 2025 [cited 2026 Jan 26]. Available from: https://www.iaea.org/newscenter/news/what-are-radiopharmaceuticals.


Share this article
Related Articles
Related Products
eea9ef01f2b3ef28b2a750315afddb68.jpg
f155f1ba9818dfa0d16e14122149e81c.jpg
0d4d6d2b213a09f6a9e1ad644d66125b.jpg
6a4546d00a93928c274d33ad60065abe.jpg
8b8f86b712a585b43799bd481e410327.jpg
d4bfe15065c16639caec2214281140e0.jpg
a8a81ad63171e8889ddbe0ad5d5f2814.jpg
cf291b982807e44a8d0caa7616e49c86.jpg
573f1934c98553db1322a0c08f1c33d8.jpg
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg