Detail Article

Finerenone Bermanfaat untuk Memperbaiki Kategori Risiko KDIGO pada Pasien Ginjal Kronik

dr. Nugroho Nitiyoso, MBA
Mei 29
Share this article
020742b85982f0c2d56109b850804601.jpg
Updated 29/Mei/2026 .

Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah komorbiditas yang sering terjadi pada pengidap diabetes tipe 2 (mencapai 40% pasien), yang secara bertahap dapat berkembang menjadi end stage kidney disease. Pasien dengan PGK (penyakit ginjal kronik) dan diabetes tipe 2 memiliki risiko kematian dan penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi seiring dengan menurunnya fungsi ginjal. Dari penelitian ini, perubahan pada kategori KDIGO terbukti berkorelasi secara langsung dengan risiko kejadian kardiovaskular di masa depan, maka hal ini dapat mendukung penggunaan finerenone pada pasien PGK dengan diabetes tipe 2.


Pedoman internasional KDIGO (Kidney Disease: Improving Global Outcomes) mengklasifikasikan risiko PGK menjadi 4 kategori berdasarkan kombinasi nilai estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) dan Urine Albumin to Creatinine Ratio (UACR), yaitu rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Finerenone adalah nonsteroid-mineralocorticoid receptor antagonist (ns-MRA) yang selektif. Pada analisis uji klinik FIDELITY sebelumnya, obat ini terbukti menurunkan risiko perburukan ginjal dan kejadian kardiovaskular dibandingkan plasebo.

 

Dr. Weingold dan tim dari Amerika Serikat melakukan sebuah penelitian sub-analisis post-hoc dari uji klinik FIDELITY yang dipublikasi di Journal of Diabetes Complications tahun 2026. Penelitian ini merupakan analisis post-hoc dari data gabungan FIDELITY (yang mencakup uji klinik fase 3 FIDELIO-DKD dan FIGARO-DKD), yang mengevaluasi 12.990 pasien dengan PGK dan diabetes tipe 2. Perubahan kategori risiko KDIGO diamati pada bulan ke-4, 12, 24, dan 36.

 

Perbaikan (Improvement) didefinisikan sebagai perpindahan ke kategori risiko KDIGO yang lebih rendah, disertai dengan penurunan UACR >30% atau peningkatan eGFR >20% dari nilai awal (baseline). Perburukan (Worsening) didefinisikan sebagai perpindahan ke kategori risiko KDIGO yang lebih tinggi, disertai dengan peningkatan UACR >30% atau penurunan eGFR >20% dari nilai awal. Penelitian ini juga mengukur hubungan antara perubahan kategori KDIGO pada tahun pertama dengan hasil komposit kardiovaskular di masa depan (yang mencakup kematian kardiovaskular, infark miokard nonfatal, stroke nonfatal, atau rawat inap karena gagal jantung).

 

Hasilnya:

  • Pada awal penelitian, 89% pasien berada dalam kategori risiko KDIGO "tinggi" atau "sangat tinggi". 
  • Efek finerenone terhadap kategori risiko: Pada bulan ke-36, pasien yang diobati dengan finerenone memiliki peluang 47% lebih tinggi untuk mengalami perbaikan kategori risiko KDIGO dibandingkan mereka yang mendapatkan plasebo (Odds Ratio [OR] 1,47; p<0,0001). 
  • Finerenone juga dikaitkan dengan kemungkinan 18% lebih tinggi untuk mengalami perbaikan atau stabilitas kategori KDIGO (OR 1,18; p<0,0001), serta kemungkinan 17% lebih rendah untuk mengalami perburukan kategori dibandingkan plasebo (OR 0,83; p<0,0001).
  • Hubungan dengan risiko kardiovaskular: Pasien yang mengalami perbaikan kategori risiko KDIGO pada tahun pertama terapi memiliki risiko relatif 18% lebih rendah untuk mengalami kejadian komposit kardiovaskular selama sisa masa penelitian (Hazard Ratio [HR] 0,82; p=0,043). Sebaliknya, pasien yang mengalami perburukan kategori risiko KDIGO pada tahun pertama memiliki risiko relatif 29% lebih tinggi untuk mengalami kejadian komposit kardiovaskular (HR 1,29; p=0,01).

 

Kesimpulan:

Terapi dengan finerenone meningkatkan peluang perbaikan dan menekan risiko perburukan kategori risiko KDIGO secara signifikan dibandingkan dengan plasebo. Karena perubahan kategori KDIGO tersebut terbukti berkorelasi secara langsung dengan risiko kejadian kardiovaskular di masa depan, analisis ini mendukung penggunaan finerenone pada pasien PGK dengan diabetes tipe 2.



Gambar: Ilustrasi (Sumber: JoPanwatD-Envato element)

Referensi:

  1. Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) CKD Work Group. KDIGO 2024 clinical practice guideline for the evaluation and management of chronic kidney disease. Kidney Int. 2024;105(4S):S117-S314.
  2. Weingold R, Filippatos G, Anker SD, Wanner C, Shafi T, Tangri N, et al; FIDELIO-DKD and FIGARO-DKD Investigators. Finerenone increases the likelihood of improved KDIGO risk category in patients with CKD and type 2 diabetes: an analysis from FIDELITY. J Diabetes Complications. 2026 Apr;40(4):109274.


Share this article
Related Articles
Related Products
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg
d9e04228feba274e954728ecbe866edb.jpg
8cba86d6aea6dace6eda16b3d224c743.jpg
f5ff9860f25e346e73ff3ee81f827d3f.jpg
4431c44b99239f5ffe960a390cc0d22c.jpg
675849deb1dfbe178e826a3854285e42.jpg
30525a8dda13bda97ac1ffa62a674c8d.jpg
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg
822b20921961ae70f628331602b6c75f.png
72cc278b0b712031f85746c1d39ebedd.jpg