Detail Article

Fakta Menarik Tindakan Estetika Wajah: Sensasi Nyeri Suntikan Wajah Kiri dan Kanan Bisa Berbeda

dr. Della Sulamita Mahendro, M.Kes (AAM), M.M,
Mar 16
Share this article
44df3aa4cec384d1e76ddb17461a9e39.jpg
Updated 17/Mar/2026 .

Perawatan kosmetik injeksi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Botulinum toxin A (BoNT-A) dan dermal filler merupakan dua tindakan estetika wajah nonbedah yang paling sering dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 2015. Meminimalkan nyeri dan ketidaknyamanan selama prosedur nonbedah sangat penting untuk kepuasan pasien


Dalam praktik klinis, pasien yang menjalani peremajaan wajah dengan BoNT-A dan/atau dermal filler sering melaporkan bahwa rasa nyeri lebih terasa pada salah satu sisi wajah. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa paparan tekanan atau suhu ekstrem pada tangan dirasakan lebih nyeri pada tangan kiri dibandingkan kanan. Studi neuroimaging juga menunjukkan bahwa pemrosesan nyeri terutama melibatkan hemisfer kanan otak serta berkaitan dengan aktivitas lobus frontal kanan yang berhubungan dengan emosi negatif, gejala depresi, dan persepsi nyeri. Pengalaman nyeri dipengaruhi oleh berbagai mekanisme biologis dan psikologis yang saling berkaitan. Melzack dan Wall pada tahun 1965 mengemukakan teori gate control, yang menyatakan bahwa rangsangan non-nyeri dapat menekan persepsi nyeri, dan konsep ini kemudian digunakan untuk memahami bagaimana distraksi mental atau rangsangan yang bersaing dapat mengurangi persepsi nyeri. Dalam penelitian ini, penulis melaporkan temuan mengenai persepsi intensitas nyeri pada sisi kiri dan kanan wajah pada pasien yang menjalani perawatan dengan BoNT-A dan/atau dermal filler.

 

Penelitian ini merupakan studi cross-sectional multisenter yang mengevaluasi pasien berusia ≥18 tahun yang menjalani perawatan estetika wajah dengan BoNT-A dan/atau dermal filler (kalsium hidroksiapatit dan/atau asam hialuronat) pada 5 institusi pelatihan kedokteran estetika di Belanda pada periode Mei hingga Agustus 2015. Pasien dengan gangguan neurologis atau perbedaan objektif sensitivitas sentuhan, nyeri, tekanan, atau suhu antara sisi kanan dan kiri wajah dikeluarkan dari penelitian.

 

Pada kunjungan awal sebelum tindakan, pasien menerima penjelasan mengenai penelitian, menandatangani persetujuan, dan mengisi kuesioner, serta dilakukan penilaian objektif terhadap kemungkinan asimetri sensasi wajah menggunakan kapas dengan mata pasien tertutup. Sisi wajah yang menerima injeksi pertama ditentukan secara acak berdasarkan nomor formulir partisipasi, di mana nomor ganjil menerima injeksi pertama di sisi kiri dan nomor genap di sisi kanan. Setiap pasien menjalani tindakan oleh satu dokter yang berpengalaman dalam prosedur injeksi estetika wajah di masing-masing institusi. Dalam waktu 5 menit setelah tindakan, pasien diminta menilai tingkat nyeri pada masing-masing sisi wajah menggunakan visual analogue scale (VAS) dari 0 (tidak nyeri) hingga 10 (nyeri terberat) dengan interval 0,5.

 

Hasilnya:

  • Sebanyak 315 pasien setuju mengikuti penelitian. 302 pasien dianalisis, dengan 94% perempuan (283 pasien).  
  • Total 349 prosedur injeksi dilakukan. 244 tindakan BoNT-A dan 105 tindakan dermal filler.
  • Hanya ditemukan efek samping memar ringan, tanpa efek samping lain selama atau setelah tindakan.
  • Perbedaan nyeri sisi wajah: Pasien melaporkan skor nyeri (VAS) lebih tinggi pada sisi kiri wajah dibandingkan sisi kanan. Temuan ini konsisten pada tindakan BoNT-A, dermal filler, ataupun keduanya secara kombinasi.
  • Perbandingan jenis tindakan: Dermal filler dirasakan lebih nyeri dibandingkan BoNT-A.
  • Pengaruh dominansi tangan: Pasien yang tidak kidal (right-handed) melaporkan skor nyeri lebih tinggi dibandingkan pasien kidal.
  • Pengaruh sisi injeksi pertama: Pasien yang menerima injeksi pertama di sisi kiri wajah melaporkan nyeri keseluruhan lebih rendah dibandingkan yang memulai dari sisi kanan.
  • Perbedaan berdasarkan jenis kelamin: Laki-laki melaporkan skor nyeri lebih rendah dibandingkan perempuan.

 

Kesimpulan:

Penelitian ini menunjukkan bahwa pada tindakan injeksi estetika wajah dengan botulinum toxin A (BoNT-A) dan/atau dermal filler, pasien merasakan nyeri yang secara signifikan lebih tinggi pada sisi kiri wajah selama dan segera setelah prosedur. Namun, ketika injeksi pertama dilakukan pada sisi kiri wajah, pasien menilai keseluruhan prosedur sebagai lebih tidak nyeri dibandingkan bila injeksi pertama dimulai dari sisi kanan. Selain itu, tindakan dermal filler dirasakan lebih nyeri dibandingkan BoNT-A, pasien yang dominan tangan kanan melaporkan nyeri lebih tinggi dibandingkan pasien kidal, dan penggunaan jarum dengan diameter lebih kecil pada tindakan BoNT-A berkaitan dengan tingkat nyeri yang lebih rendah.

 


Gambar: Ilustrasi (Sumber: ckstockphoto-Envato element)

Referensi: 

1. Athadeu AMS, Câmara-Souza MB, Poluha RL, Soares VWHA, de Souza Nobre BB, Manso C, et al. Comparison of the effectiveness of different methods for pain reduction during injection procedures in the frontalis muscle. Aesthetic Plast Surg. 2024 Mar;48(5):999–1004. doi:10.1007/s00266-023-03399-8 PubMed PMID: 37202480.

2.Fouché JJ, Van Loghem JAJ, Thuis J, De Heer LM, van Oijen MGH. Left/right pain asymmetry with injectable cosmetic treatments for the face. Aesthet Surg J. 2017 Jun 1;37(6):708–14. doi:10.1093/asj/sjw214.


Share this article
Related Articles