Detail Article

Evolusi dan Inovasi Jenis NPWT untuk Perawatan Luka

dr. Desta W. Restu
Okt 28
Share this article
b0b5a88c553d7e393fbe586ab265a6e9.jpg
Updated 31/Okt/2026 .

Penggunaan jenis NPWT secara rasional bersifat saling melengkapi dan tergantung dari jenis luka. Gunakan tNPWT (RENASYS¸ Touch) jika kapasitas dan fleksibilitas konfigurasi mode diperlukan, tambahkan instilasi (NPWTi-d) jika pembersihan aktif menjadi prioritas, dan pertimbangkan transisi ke sNPWT (PICO¸ 7) jika karakteristik luka serta tujuan pasien lebih mendukung penggunaan perangkat yang lebih portable. Untuk insisi bedah yang tertutup, penggunaan sNPWT ditargetkan terutama pada pasien berisiko tinggi mengalami perlambatan penyembuhan luka dan risiko komplikasi di lokasi pembedahan.

Terapi luka tekanan negatif atau negative pressure wound therapy (NPWT) kini telah menjadi bagian integral dalam penanganan luka akut maupun kronis yang kompleks. Sistem NPWT modern pertama kali dicoba di Eropa terkait penggunaan segel vakum untuk cedera jaringan lunak akibat trauma, kemudian diikuti oleh laporan eksperimental dan klinis penting dari Morykwas, Argenta, dan rekan-rekannya pada tahun 1997. Lalu berkembang beberapa dekade berikutnya dengan menggunakan pompa dan wadah penampung (kanister) yang dapat digunakan kembali ini menjadi apa yang kini dikenal sebagai NPWT tradisional.

 

Istilah NPWT saat ini lebih merujuk pada beragam jenis teknologi, namun prinsip dasarnya tetap sama, yaitu memberikan tekanan terkendali di bawah tekanan atmosfer dengan menciptakan area luka yang tertutup rapat dengan dressing oklusif. Sistem modern yang ada saat ini sangat bervariasi dan menawarkan perbedaan profil tekanan, jenis pengisi luka (jenis foam dressing), strategi pengelolaan cairan, portabilitas, durasi penggunaan, serta kemampuan untuk menyalurkan larutan pembersih luka ke dalam luka. Perbedaan-perbedaan ini menjadi sangat penting secara klinis dan tujuan penggunaan, seiring dengan pergeseran tren penggunaan NPWT yang dulunya lebih sering digunakan hanya di rumah sakit, menjadi metode yang digunakan lebih awal untuk persiapan dasar luka, perawatan pasien rawat jalan, pencegahan komplikasi pada lokasi pembedahan, serta penanganan luka yang disesuaikan dengan fase penyembuhan tertentu.

 

NPWT memberikan terapi mekanis-biologis yang bekerja melalui empat mekanisme utama, yaitu makodeformasi, mikrodeformasi, pengeluaran eksudat (vakum) dan pengurangan edema, serta stabilisasi lingkungan luka yang lembab optimal sehingga merangsang pertumbuhan granulasi luka. Meskipun demikian, NPWT tetap merupakan terapi adjuvan yang harus dikombinasikan dengan tindakan debridemen, pengendalian infeksi, optimalisasi perfusi, dan penanganan faktor penyulit penyembuhan luka.

 

Perkembangan NPWT melahirkan teknologi NPWT with Instillation and Dwell Time (NPWTi-d), yang menggabungkan tekanan negatif dengan pemberian larutan pembersih secara terprogram. Berbeda dengan NPWT konvensional yang berfokus pada evakuasi eksudat, NPWTi-d memungkinkan siklus berulang berupa instilasi larutan, waktu kontak (dwell time), dan pengeluaran cairan melalui tekanan negatif. Teknologi ini terutama ditujukan untuk luka kompleks yang membutuhkan pembersihan berulang. Meta-analisis di tahun 2023 terhadap 8 RCT dengan 564 pasien menunjukkan bahwa NPWTi-d berpotensi mengurangi jumlah tindakan operasi atau penggantian dressing serta luas luka dibandingkan NPWT standar. Namun, belum ditemukan perbedaan bermakna pada angka penyembuhan, waktu penyembuhan, maupun lama rawat inap.

 

Evolusi berikutnya mengarah pada pengembangan tradisional NPWT (tNPWT) dan single-use NPWT (sNPWT) untuk memenuhi kebutuhan klinis yang berbeda. tNPWT menawarkan fleksibilitas pengaturan tekanan dan mode terapi, kapasitas penampungan eksudat yang lebih besar, serta kemampuan menangani luka terbuka yang luas dan kompleks. Sebaliknya, sNPWT dirancang dengan perangkat yang lebih ringkas, portabel, dan sederhana sehingga mendukung mobilitas pasien serta perawatan di luar rumah sakit. sNPWT (PICO¸ 7) menggunakan teknologi tanpa kanister (free-canister) dengan pengelolaan eksudat melalui mekanisme absorpsi dan evaporasi,

 

Studi retrospektif terhadap 27 pasien menunjukkan bahwa 8 pasien (29,6%) berhasil beralih dari tNPWT ke sNPWT setelah menunjukkan progres penyembuhan yang stabil, dengan rerata penurunan luas luka sebesar 5,8% per hari. Transisi ini berpotensi mempercepat kepulangan pasien dari rumah sakit tanpa mengganggu hasil klinis, sekaligus meningkatkan efisiensi perawatan dan penggunaan sumber daya rumah sakit.

 

Secara keseluruhan, perkembangan NPWT mencerminkan pergeseran menuju terapi luka yang lebih spesifik, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. NPWTi-d memperluas fungsi tNPWT melalui pembersihan luka secara aktif, sedangkan sNPWT menawarkan kemudahan penggunaan dan fleksibilitas perawatan. Namun, tidak ada satu teknologi NPWT yang secara universal lebih unggul untuk seluruh jenis luka. Pemilihan terapi harus mempertimbangkan karakteristik luka, jumlah eksudat, kondisi klinis pasien, tujuan pengobatan, serta bukti ilmiah yang tersedia. Dengan demikian, perkembangan NPWT bukan sekadar inovasi perangkat, melainkan upaya mengoptimalkan penyembuhan luka melalui pendekatan yang lebih individual dan berbasis bukti.

 

tNPWT tetap sangat diperlukan untuk menangani luka terbuka yang luas, dalam, dengan eksudat tinggi, dan kompleks, namun hadirnya pilihan NPWTi-d menambahkan fitur pembersihan siklik secara otomatis dan mungkin sangat bermanfaat selama tahap awal persiapan dasar luka, terutama ketika terdapat eksudat kental, debris, kontaminasi, atau infeksius (bioburden), meskipun bukti dari uji klinis acak saat ini belum menunjukkan keunggulan yang konsisten pada semua hasil penyembuhan definitif dan untuk semua jenis luka.

 

Selain itu, hadirnya NPWT non-kanister dengan sistem portabel (sNPWT) saat ini memiliki peluang untuk manajemen profilaksis untuk insisi bedah yang tertutup (closed incission) dan juga luka kronis terbuka tertentu (dengan 3 penilianan utama; kedalaman luka, luas luka, dan jumlah eksudat). Keunggulan sNPWT tidak hanya terletak pada portabilitasnya; bukti-bukti terkini menunjukkan bahwa sistem sNPWT yang tepat dapat memberikan hasil klinis yang bermakna sekaligus memungkinkan perawatan yang lebih sederhana dan fleksibel bagi pasien.


Oleh karena itu, penggunaan jenis NPWT secara rasional bersifat saling melengkapi dan tergantung dari jenis luka. Gunakan tNPWT (RENASYS¸ Touch) jika kapasitas dan fleksibilitas konfigurasi mode diperlukan, tambahkan instilasi (NPWTi-d) jika pembersihan aktif menjadi prioritas, dan pertimbangkan transisi ke sNPWT (PICO¸ 7) jika karakteristik luka serta tujuan pasien lebih mendukung penggunaan perangkat yang lebih portable. Untuk insisi bedah yang tertutup, penggunaan sNPWT ditargetkan terutama pada pasien berisiko tinggi mengalami perlambatan penyembuhan luka dan risiko komplikasi di lokasi pembedahan.


Gambar: Ilustrasi (Sumber: GeorgeRudy - Envato elements)

Referensi:

  1. Normandin S, Safran T, Winocour S, Chu CK, Vorstenbosch J, Murphy AM, et al. Negative pressure wound therapy: mechanism of action and clinical applications. Semin Plast Surg. 2021;35(3):164-170. doi:10.1055/s-0041-1731792.
  2. Silverman RP, Apostolides J, Chatterjee A, et al. The use of closed incision negative pressure therapy for incision and surrounding soft tissue management: expert panel consensus recommendations. Int Wound J. 2022;19(3):643-655. doi:10.1111/iwj.13662.
  3. Willy C, Agarwal A, Andersen CA, et al. Closed incision negative pressure therapy: international multidisciplinary consensus recommendations. Int Wound J. 2017;14(2):385-398. doi:10.1111/iwj.12612.Kim PJ, Attinger CE, Constantine T, Crist BD, Faust E, Hirche CR, Lavery LA, Messina VJ, Ohura N, Punch LJ, Wirth GA, Younis I, Téot L. Negative pressure wound therapy with instillation: International consensus guidelines update. Int Wound J. 2020 Feb;17(1):174-186. doi: 10.1111/iwj.13254. Epub 2019 Oct 30. PMID: 31667978; PMCID: PMC7003930.
  4. Wang G, Xu H, Xu G, Zhang H, Li Z, Liu D. Clinical outcomes of negative pressure wound therapy with instillation vs standard negative pressure wound therapy for wounds: a meta-analysis of randomised controlled trials. Int Wound J. 2023;20(5):1739-1749. doi:10.1111/iwj.13989.
  5. De Pellegrin L, Feltri P, Filardo G, et al. Effects of negative pressure wound therapy with instillation and dwell time (NPWTi-d) versus NPWT or standard of care in orthoplastic surgery: a systematic review and meta-analysis. Int Wound J. 2023;20(6):2402-2413. doi:10.1111/iwj.14072.
  6. Silverman RP. Negative Pressure Wound Therapy With Instillation and Dwell Time: Mechanisms of Action Literature Review. Eplasty. 2023 Aug 30;23:e54. PMID: 37743964; PMCID: PMC10517669.
  7. Choi D, Cho WT, Song HK, Kwon J, Kang BH, Jung H, Kim MJ, Jung K. Conventional versus Instillation Negative-Pressure Wound Therapy for Severe Soft Tissue Injury in Open Pelvic Fractures: A Retrospective Review. Yonsei Med J. 2025 Feb;66(2):94-102. doi: 10.3349/ymj.2023.0473. PMID: 39894042; PMCID: PMC11790408.
  8. Norman G, Shi C, Goh EL, et al. Negative pressure wound therapy for surgical wounds healing by primary closure. Cochrane Database Syst Rev. 2022;4(4):CD009261. doi:10.1002/14651858.CD009261.pub7.
  9. Groenen H, Jalalzadeh H, Buis DR, et al. Incisional negative pressure wound therapy for the prevention of surgical site infection: an up-to-date meta-analysis and trial sequential analysis. EClinicalMedicine. 2023;62:102105. doi:10.1016/j.eclinm.2023.102105.
  10. James K, Glasswell A, Costa B. Single-use negative pressure wound therapy versus conventional dressings for the reduction of surgical site infections in closed surgical incisions: Systematic literature review and meta-analysis. Am J Surg. 2024 Feb;228:70-77. doi: 10.1016/j.amjsurg.2023.10.031. Epub 2023 Oct 21. PMID: 37903665.
  11. Johnson C, Spitzer M, Berry S, Minton J. Clinician decision-making for transitioning to single-use negative pressure wound therapy: analysis of real-world practice in an acute setting. J Wound Care. 2026 May 2;35(5):400-408. doi: 10.12968/jowc.2025.0579. Epub 2026 Apr 30. PMID: 42060505.
Share this article
Related Articles
Related Products
f8a19fbbeef3b0fd6e24a8ebf345930c.jpg
174ab913f64b978233beca77b84c94b2.png
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg
30525a8dda13bda97ac1ffa62a674c8d.jpg
f33cc6842fdc6a2860c5898ed9081521.jpg
a14aa175c8c971fe8dba2905498a49af.jpeg
cf1da69ebd1116c86d6034cd26156209.jpg
822b20921961ae70f628331602b6c75f.png
21d69f2e287ce250dbe7cb364df65d4b.jpg
329f06f44e84c415597b1b0760b54e06.jpeg