Detail Article

Efektivitas MSC Secretome untuk Penyembuhan Luka: Sebuah Tinjauan Sistematis & Meta-analisis

dr. Desta Wulan Restu
Okt 07
Share this article
600084af330df0a7c541401e697d3bd6.jpg
Updated 07/Okt/2026 .

MSC-derived secretome/conditioned medium berpotensi membantu proses penyembuhan luka, terutama melalui perbaikan ukuran dan kedalaman ulkus. Meta-analisis menunjukkan hasil signifikan untuk pengurangan ukuran ulkus (MD 0,87; 95% CI 0,37–1,38; p = 0,0007), ulcer depth reduction (MD 0,18; 95% CI 0,11–0,25; p < 0,00001), serta patient satisfaction (OR 9,71; 95% CI 3,47–21,17; p < 0,0001). Sebaliknya, overall perbaikan klinis belum mencapai signifikansi statistik (p = 0,06).

 

Secara praktis, hasil ini mendukung potensi secretome sebagai cell-free regenerative therapy untuk penyembuhan luka. Namun, jumlah studi dan pasien masih terbatas, sumber MSC, dan formulasi heterogen.

Penyembuhan luka merupakan proses biologis kompleks yang berlangsung melalui empat fase yang saling tumpang tindih, yaitu hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Pada luka kronis, proses ini dapat mengalami gangguan akibat inflamasi berkepanjangan, infeksi persisten, serta nekrosis seluler, sehingga luka gagal mengikuti proses penyembuhan normal.


Meskipun berbagai modalitas seperti penggunaan gauze, hidrokoloid, dan hidrogel telah digunakan dalam perawatan luka, masih terdapat keterbatasan terkait efektivitas, stabilitas, durasi kontak pada luka, dan kemampuan mempertahankan lingkungan luka yang optimal. Hal ini mendorong pengembangan pendekatan regeneratif berbasis mesenchymal stem cells (MSC). Namun, penggunaan sel hidup memiliki sejumlah isu, termasuk potensi instabilitas genetik dan abnormalitas kromosom. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa efek regeneratif MSC banyak dimediasi oleh aktivitas parakrin. Oleh karena itu, MSC-derived secretome atau MSC-conditioned medium (MSC-CM) dikembangkan sebagai pendekatan cell-free therapy.

 

Secretome merupakan kumpulan molekul bioaktif yang dilepaskan sel ke lingkungan ekstraseluler, termasuk protein, proteasome, microRNA, exosome, asam nukleat, dan membrane vesicles. Dalam penyembuhan luka, secretome diduga bekerja dengan menekan inflamasi, meningkatkan angiogenesis, serta menstimulasi proliferasi keratinosit dan fibroblas.

 

Sistematik review dan meta-analisis oleh Suhandi, et al. (2023) mengevaluasi efektivitas secretome yang berasal dari stem cells dalam mempercepat penyembuhan luka dan memperbaiki berbagai parameter klinis terkait luka maupun bekas luka.

 

Enam penelitian dalam studi ini menggunakan secretome/conditioned medium dari beberapa sumber MSC, yaitu adipose-derived MSC (ADMSC), amniotic membrane MSC (AMSC), amniotic fluid-derived MSC (AFSC), serta human umbilical cord blood-derived MSC (hUCBMSC).


Analisis statistik dilakukan menggunakan Cochrane Review Manager Version 5 dengan fixed-effect model, 95% confidence interval, serta penilaian heterogenitas menggunakan I² dan Chi². Nilai p < 0,05 dianggap signifikan.

 

Pada studi ulkus yang paling relevan terhadap wound healing, Alinda, et al. (2021) membandingkan ADMSC-CM, AMSC-CM, dan Farmazertin gauze dressing pada chronic plantar ulcer pasien lepra. Terapi diberikan setiap tiga hari selama tiga minggu dan pasien diikuti hingga minggu ke-8.

 

Hasil:

Ukuran ulkus

Pada minggu ke-3, rerata ukuran ulkus pada kelompok ADMSC-CM adalah 0,68 ± 0,88 cm, AMSC-CM 1,32 ± 1,14 cm, versus kontrol Farmazertin gauze dressing 2,08 ± 1,94 cm (p=0,021). Pada minggu ke-8, rerata ukuran ulkus masing-masing menjadi 0,24 ± 0,55 cm, 1,02 ± 1,29 cm, dan 1,34 ± 1,82 cm (p=0,019). ADMSC-CM menunjukkan hasil paling baik. Meta-analisis menunjukkan secretome memberikan perbaikan signifikan terhadap ukuran ulkus: mean difference (MD) 0,87; 95% CI 0,37–1,38; p = 0,0007; I²=0%.


Penurunan kedalaman ulkus

Pada minggu ke-3, rerata kedalaman ulkus pada kelompok ADMSC-CM, AMSC-CM, dan kontrol masing-masing adalah 0,33 ± 0,63 cm, 0,28 ± 0,15 cm, dan 0,47 ± 0,78 cm (p = 0,045). Pada minggu ke-8, nilainya menjadi 0,01 ± 0,03 cm, 0,19 ± 0,18 cm, dan 0,18 ± 0,46 cm (p = 0,001). Meta-analisis menunjukkan perbaikan kedalaman ulkus yang signifikan: MD 0,18; 95% CI 0,11–0,25; p < 0,00001; I²=0%.


Perbaikan klinis

Pada studi Alinda, et al. (2021), perbaikan klinis dilaporkan pada 100% pasien kelompok ADMSC-CM, 54,55% kelompok AMSC-CM, dan 50% kelompok kontrol. Namun, hasil pada studi acne scar tidak konsisten. Abdel-Maguid, et al. (2021) menemukan excellent-to-marked improvement sebesar 35,3% pada AFSC-CM dibanding 58,9% pada penggunaan normal saline, sedangkan El-Domyati, et al. (2019) melaporkan 80% perbaikan pada AFSC-CM dibanding 20% pada kontrol. Secara keseluruhan, meta-analisis belum menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan: OR 1,96; 95% CI 0,97–3,94; p = 0,06; I²=77%.


Patient Satisfaction

Abdel-Maguid, et al. (2021) melaporkan kepuasan pasien sebesar 76,5% pada AFSC-CM dibanding 58,8% pada kontrol. Kim, et al. (2020) melaporkan kepuasan sebesar 91,3% pada hUCBMSC-CM dibanding 8,7% pada kontrol. Meta-analisis menunjukkan hasil signifikan: OR 9,71; 95% CI 3,47–21,17; p < 0,0001, tetapi dengan heterogenitas tinggi (I²=89%).


Secara keseluruhan, sistematik review ini menunjukkan bahwa MSC-derived secretome memiliki potensi dalam mempercepat penyembuhan luka, terutama pada hasil objektif berupa penurunan ukuran dan kedalaman ulkus. Secara biologis, temuan ini konsisten dengan kemampuan secretome dalam memodulasi inflamasi, meningkatkan angiogenesis, dan menstimulasi proliferasi fibroblas serta keratinosit.

Namun, kekuatan bukti masih terbatas. Hanya 6 studi yang masuk sistematik review dan 4 studi yang dapat dianalisis secara meta-analitik Heterogenitas intervensi juga cukup besar. Sumber MSC berbeda-beda, dosis dan frekuensi aplikasi tidak seragam, serta kondisi klinis yang diteliti bervariasi dari chronic plantar ulcer, acne scar, hingga luka pasca-laser. Beberapa hasil pada bidang dermatologis menunjukkan perbaikan dibanding baseline tetapi tidak selalu berbeda signifikan dibanding kontrol.

 

Dengan demikian, evidence ini lebih tepat dipandang sebagai proof of concept bahwa efek parakrin MSC melalui secretome memiliki potensi klinis dalam penyembuhan luka. Bukti yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan bahwa semua jenis secretome atau semua produk memberikan efektivitas yang sama.

 

Kesimpulan

MSC-derived secretome/conditioned medium berpotensi membantu proses penyembuhan luka, terutama melalui perbaikan ukuran dan kedalaman ulkus. Meta-analisis menunjukkan hasil signifikan untuk pengurangan ukuran ulkus (MD 0,87; 95% CI 0,37–1,38; p=0,0007), ulcer depth reduction (MD 0,18; 95% CI 0,11–0,25; p < 0,00001), serta patient satisfaction (OR 9,71; 95% CI 3,47–21,17; p < 0,0001). Sebaliknya, overall perbaikan klinis belum mencapai signifikansi statistik (p = 0,06). Secara praktis, hasil ini mendukung potensi secretome sebagai cell-free regenerative therapy untuk penyembuhan luka. Namun, jumlah studi dan pasien masih terbatas, sumber MSC dan formulasi heterogen.


Gambar: Ilustrasi (Sumber: yurakrasil - Envato elements)

Referensi:

  1. Suhandi C, Mohammed AFA, Wilar G, El-Rayyes A, Wathoni N. Effectiveness of mesenchymal stem cell secretome on wound healing: a systematic review and meta-analysis. Tissue Eng Regen Med. 2023;20(7):1053–62. doi: 10.1007/s13770-023-00570-9.
  2. Alinda MD, Christopher PM, Listiawan MY, Endaryanto A, Suroto H, Rantam FA, et al. Comparative efficacy of topical adipocyte-derived mesenchymal stem cells-conditioned medium (Admsc-cm) and amniotic membrane mesenchymal stem cells conditioned medium (amsc-cm) on chronic plantar ulcers in leprosy: a randomized controlled trial. Bali Med J. 2021;10:958–63.
Share this article
Related Articles
Related Products