Detail Article

Clopidogrel untuk Terapi Pemeliharaan Jangka Panjang Pasca-PCI: Bukti dari HOST-EXAM 10Y

dr. Alfredo Bambang, MBA
Jul 24
Share this article
e1f5a0e40e521355e79939502d9ec517.jpg
Updated 06/Agt/2026 .

Intervensi koroner perkutan (percutaneous coronary intervention/PCI) merupakan modalitas terapi yang sering dilakukan pada pasien dengan penyakit arteri koroner. Pasca-prosedur PCI dengan drug-eluting stent (DES), terapi antiplatelet ganda (dual antiplatelet therapy/DAPT) umumnya direkomendasikan selama 6 bulan pada sindrom koroner kronik (CCS) dan 12 bulan pada sindrom koroner akut (ACS) untuk mencegah trombosis stent dan kejadian iskemik. Setelah fase DAPT selesai, terapi antiplatelet tunggal jangka panjang diperlukan sebagai bagian dari pencegahan sekunder yang umumnya dijalankan seumur hidup.

Selama beberapa dekade, aspirin telah menjadi pilihan utama untuk fase pemeliharaan ini. Namun, data terkini dari beberapa uji klinis acak (RCT) mulai mempertanyakan posisi aspirin tersebut. Studi HOST-EXAM yang dipublikasikan tahun 2021 di The Lancet pertama kali menunjukkan bahwa clopidogrel 75 mg/hari superior dibandingkan aspirin 100 mg/hari dalam menurunkan kejadian klinis selama 24 bulan pemantauan pada pasien pasca-PCI. Hasil ini kemudian diperkuat oleh HOST-EXAM Extended yang menunjukkan keunggulan clopidogrel konsisten hingga 5 tahun, serta dikonfirmasi oleh SMART-CHOICE 3 dan meta-analisis data individual pasien tahun 2025. Panduan ESC 2024 pun telah mencantumkan clopidogrel sebagai rekomendasi Kelas I, Level A untuk terapi pemeliharaan jangka panjang pasca-PCI. Namun, mengingat pencegahan sekunder pasca-PCI bersifat jangka panjang, data pemantauan lebih dari 5 tahun sangat diperlukan. Inilah yang mendasari studi HOST-EXAM 10Y yang merupakan laporan pemantauan 10 tahun untuk memberikan gambaran efikasi dan profil keamanan jangka panjang.


Penelitian ini dilakukan di 37 pusat studi di Korea Selatan dengan subjek pasien berusia ≥20 tahun yang telah menyelesaikan DAPT selama 6–18 bulan pasca-PCI dengan DES tanpa kejadian klinis diacak 1:1 untuk menerima clopidogrel 75 mg/hari atau aspirin 100 mg/hari. Dari 5.530 pasien yang terdaftar, sebanyak 5.438 pasien dianalisis secara intention-to-treat (ITT) dengan 2.710 pasien ada di kelompok clopidogrel dan 2.728 di kelompok aspirin. Data klinis dikumpulkan hingga 1 Mei 2025, menghasilkan median follow-up 10,5 tahun (IQR 9,4–11,4) dengan tingkat outcome ascertainment mencapai 92,8%.


Selama 10 tahun pemantauan, patient oriented composite outcome terjadi pada 646 pasien (estimasi Kaplan–Meier 25,4%) di kelompok clopidogrel dibandingkan 739 pasien (28,5%) di kelompok aspirin dengan hazard ratio (HR) 0,86 (95% CI 0,77–0,96; p = 0,0050). Number needed to treat (NNT) untuk mencegah satu kejadian primer adalah 33 pada analisis ITT dan 17 pada analisis per-protokol. Untuk luaran trombotik sekunder (kematian kardiovaskular, infark miokard non-fatal, stroke iskemik, rawat inap akibat SKA, dan trombosis stent), clopidogrel juga menunjukkan keunggulan bermakna (17,3% vs. 20,0%; HR 0,82 [95% CI 0,72–0,93]; p = 0,0024). Penurunan risiko trombotik ini terutama didorong oleh lebih rendahnya kejadian stroke non-fatal dan rawat inap akibat SKA pada kelompok clopidogrel.


Kejadian perdarahan apapun (BARC tipe ≥2) lebih rendah secara bermakna pada kelompok clopidogrel (9,1% vs. 10,8%; HR 0,81 [95% CI 0,68–0,97]; p = 0,020), terutama didorong oleh penurunan perdarahan BARC tipe 3, termasuk stroke hemoragik (1,0% vs. 2,1%; HR 0,50; p = 0,0050). Tidak terdapat perbedaan bermakna dalam kematian semua sebab antara kedua kelompok (13,4% vs. 12,5%; HR 1,07 [95% CI 0,92–1,24]; p = 0,40). Kepatuhan terhadap obat lebih tinggi pada kelompok clopidogrel (78,9% vs. 74,8%; p < 0,0004). Pada kelompok aspirin, ketidaknyamanan gastrointestinal dan perdarahan minor menjadi alasan tersering penghentian terapi, yang berpotensi berkontribusi pada luaran klinis yang lebih buruk.


Gambar. Hasil pemantauan 10 tahun patient oriented composite outcome pada studi HOST-EXAM 10Y. (Gambar diadaptasi dari Kang J, et al. Lancet. 2026;407:1439–47.)


Kesimpulan:

Data HOST-EXAM 10Y menunjukkan bahwa clopidogrel monoterapi selama 10 tahun dikaitkan dengan penurunan bermakna pada primary composite endpoint, kejadian trombotik, dan perdarahan dibandingkan aspirin, tanpa perbedaan signifikan pada mortalitas semua sebab. Temuan ini, bersama bukti dari studi-studi sebelumnya, mendukung pertimbangan clopidogrel sebagai alternatif dibandingkan aspirin untuk terapi antiplatelet pemeliharaan jangka panjang pasca-PCI, khususnya di sistem kesehatan di mana clopidogrel tersedia dan terjangkau.


Gambar: Ilustrasi (Sumber: Magnific)

Referensi

1. Vrints C, Andreotti F, Koskinas KC, Rossello X, Adamo M, Ainslie J, et al. 2024 ESC guidelines for the management of chronic coronary syndromes. Eur Heart J. 2024;45:3415–537.

2. Rao SV, O'Donoghue ML, Ruel M, Rab T, Tamis-Holland JE, Alexander JH, et al. 2025 ACC/AHA/ACEP/NAEMSP/SCAI guideline for the management of patients with acute coronary syndromes. Circulation. 2025;151:e771–862.

3. Koo BK, Kang J, Park KW, Rhee TM, Yang HM, Won KB, et al. Aspirin versus clopidogrel for chronic maintenance monotherapy after percutaneous coronary intervention (HOST-EXAM): an investigator-initiated, prospective, randomised, open-label, multicentre trial. Lancet. 2021;397:2487–96.

4. Kang J, Park KW, Lee H, Hwang D, Yang HM, Rha SW, et al. Aspirin versus clopidogrel for long-term maintenance monotherapy after percutaneous coronary intervention: the HOST-EXAM extended study. Circulation. 2023;147:108–17.

5. Choi KH, Park YH, Lee JY, Jeong JO, Kim CJ, Yun KH, et al. Efficacy and safety of clopidogrel versus aspirin monotherapy in patients at high risk of subsequent cardiovascular event after percutaneous coronary intervention (SMART-CHOICE 3): a randomised, open-label, multicentre trial. Lancet. 2025;405:1252–63.

6. Valgimigli M, Choi KH, Giacoppo D, Gragnano F, Kimura T, Watanabe H, et al. Clopidogrel versus aspirin for secondary prevention of coronary artery disease: a systematic review and individual patient data meta-analysis. Lancet. 2025;406:1091–102.

7. Kang J, Park S, Yang HM, Shin ES, Rha SW, Bae JW, et al. Aspirin versus clopidogrel for chronic maintenance monotherapy after percutaneous coronary intervention: 10-year follow-up of the HOST-EXAM trial. Lancet. 2026;407:1439–47.


ID-PLA-2026-06-5LEH (06/26)

Share this article
Related Articles
Related Products
822b20921961ae70f628331602b6c75f.png
eb007c7071957d0db5f71f528bb051ea.jpg
a66aedd5b9abeb1903ef403c4bb69aa1.jpg
cf47e2b402582616756299e22ff132d3.png
d9e04228feba274e954728ecbe866edb.jpg
8cba86d6aea6dace6eda16b3d224c743.jpg
04f01f30b0a4f49c40e77ca6d6ef7b77.jpg
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg
a705a42e1b66a53093be0d2b1974406a.jpg
329f06f44e84c415597b1b0760b54e06.jpeg