Detail Article

Aloe Vera Membantu Penyembuhan Luka Pascaoperasi Periodontal Flap

dr. Riesta Hanjani, B.MedSci
Feb 09
Share this article
da9f81179424484d35de33df85e4cb5a.jpg
Updated 02/Okt/2026 .

Penyakit periodontal adalah salah satu penyakit gigi dan mulut yang paling umum ditemui. Peridontitis salah satu penyakit periodontal yang ditandai oleh adanya infeksi dan inflamasi pada struktur dan jaingan sekitar gigi, hingga menyebabkan bone loss. Hal ini dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan, sehingga penanganan yang optimal perlu dilakukan. Tatalaksana periodontitis dan periodontitis kronik ditentukan berdasarkan tingkat keparahan penyakit, seperti scaling dan root planning pada kasus ringan, hingga pembedahan seperti flap surgery untuk kasus berat. Penelitian ini mengevaluasi pemberian aloe vera topikal dalam penyembuhan luka pascaoperasi periodontal flap pada pasien dengan periodontitis kronik.


Periodontal flap surgery dapat menghambat perjalanan penyakit serta memperbaiki luaran kondisi, namun prosedur bedah tersebut tetap dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pascaoperasi, hingga meningkatkan risiko infeksi pascaoperasi. Agen natural seperti aloe vera (aloe verabaradensis Miller) dilaporkan memiliki efek farmakologis sangat baik seperti efek anti inflamasi, anti bakteri, antioksidan, anti virus, hingga anti jamur. Penggunaan aloe vera untuk mendukung penyembuhan luka pascaprosedur dental juga telah terbukti bermanfaat dengan efek anti bakteri yang dapat mencegah infeksi pascaoperasi.


Uji klinis oleh Agarwal, et al.,mengevaluasi manfaat pemberian aloe vera topical dalam penyembuhan luka pascaoperasi periodontal flap pada pasien dengan periodontitis kronik. Studi ini melibatkan 30 subjek dengan periodontitis kronik yang menjalani operasi periodontal flap (periodontitis stage II dan III), yang diacak untuk mendapatkan terapi gel aloe veraa tau kontrol (terapi standar). Pasien diminta untuk mengoleskan gel aloe vera pada luka jahitan 3 kali sehari selama 1 minggu, hingga jahitan diangkat. Pasien diminta untuk tidak berkumur, minum, atau makan selama 1 jam pasca pemberian gel. Luaran yang dinilai dari penelitian ini mencakup penyembuhan luka operasi yang dinilai menggunakan Early Healing Index (EHI) setelah 1 minggu, dan Healing Index pada 1, 2, dan 3 minggu pascaoperasi.


Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa setelah 1 minggu, kelompok yang mendapatkan gel aloe vera memiliki skor EHI yang secara signifikan lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Selain itu, skor Healing Index juga secara signifikan lebih baik pada kelompok gel aloe vera dibandingkan dengan kelompok kontrol. Tren ini bertahan hingga minggu ke-3, di mana kelompok gel aloe vera menunjukkan skor yang lebih superior secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol.


Parameter lain yang diukur mencakup probing pocket depth (PPD), serta clinical attachment level (CAL) sebelum dan setelah operasi, di mana kelompok gel aloe vera menunjukkan penurunan PDD serta perbaikan CAL secara signifikan pada periode pascaoperasi. Penilaian healing score pada minggu ke-3 menunjukkan bahwa, pasien kelompok aloe vera dengan periodontitis derajat berat (stage III) menunjukkan skor perbaikan luka yang secara signifikan lebih baik dibandingkan kelompok kontrol, dengan 57,1% mencapai skor 5,00, sedangkan tidak ada pasien periodontitis derajat berat dalam kelompok kontrol yang mencapai skor 5,00.


Kesimpulan:

Pemberian aloe vera topical secara signifikan mempercepat pemulihan luka pascaoperasi periodontal flap dan memperbaiki penyembuhan luka pascaoperasi pada pasien dengan periodontitis derajat berat.Aloe vera topical dapat menjadi pilihan terapi untuk mendukung penyembuhan luka pascaoperasi periodontal.



Gambar: Ilustrasi (Sumber: Envato)

Refrensi:

1. Nazir M, Al-Ansari A, Al-Khalifa K, Alhareky M, Gaffar B, Almas K. Global prevalence of periodontal disease and lack of its surveillance. Scientific World Journal.2020;28:2146160.

2. Agarwal MC, Bharadwaj I, Agarwal P, Agarwal A, Kumar G, Timari S. Impact of aloe vera on post-surgical wound healing in chronic periodontitis patients undergoing periodontal flap surgery: a randomized controlled trial. Bioinformation. 2025;21(9):3309-13


Share this article
Related Articles