Bisoprolol OGB HJ

Oleh admin kalbemed pada August 23, 2013 10:13

BISOPROLOL OGB HJ


Komposisi:

Bisoprolol 5 mg.


Bentuk Sediaan:

Tablet


Farmakologi:

Bisoprolol merupakan penghambat reseptor β-1 adrenergik utama (bersifat kardioselektif) tanpa aktivitas stimulasi reseptor β-2 (yang ada di pernapasan) sehingga  mencegah adrenalin menempel pada reseptornya di jantung sehingga kerja jantung menjadi lebih ringan dan berdampak pada turunnya tekanan darah.


Indikasi:

Hipertensi dan penyakit jantung koroner (angina pektoris).


Dosis:

5 mg sehari pada pagi hari, sebelum atau sesudah sarapan.

Pada kasus ringan, bisoprolol 5 mg sehari sudah mencukupi. Kebanyakan pasien dikontrol dengan 10 mg sehari, hanya beberapa kasus diperlukan dosis 20 mg sehari. Untuk pasien gagal ginjal tahap terakhir atau gangguan fungsi hati yang parah, maksimal dosis adalah 10 mg sehari. Tidak disarankan menghentikan obat secara mendadak.


Kontraindikasi:

Gagal jantung akut atau selama episode dekomposisi gagal jantung yang memerlukan terapi intravena inotropik.

Syok kardiogenik.

Blok AV derajat 2 atau 3 (tanpa peacemaker).

Sindrom sinus.

Blokade sinoatrial.

Bradikardia yang kurang dari 60 denyut/menit sebelum memulai pengobatan.

Hipotensi (tekanan darah sistolik kurang dari 100 mmHg).

Asma bronkial parah atau penyakit paru obstruktif kronik yang parah.

Tahap akhir penyakit oklusif arteri periferal dan sindrom Raynaud.

Faeokromositoma yang tidak diobati.

Asidosis metabolik.

Hipersensitif terhadap bisoprolol.


Peringatan dan Perhatian:

Pada penderita pheokromositoma, bisoprolol sebaiknya tidak diberikan setelah terjadi blokade α.

Penggunaan bisoprolol dianjurkan berhati-hati pada :

- Bronkospasme (asma bronkial, penyakit saluran nafas obstruktif)

- Bersamaan dengan anastesi inhalasi

- Diabetes melitus dengan fluktuasi kadar gula darah yang cukup besar (dapat menyamarkan gejala hipoglikemia)

- Puasa ketat

- Terapi desentisasi

- Blok AV tahap awal

- Angina Prinzmetal

- Penyakit oklusif arterial perifer (terutama di awal terapi).


Efek Samping:

Dispnoea, pusing, kardiomiopati, bradikardia, hipotensi, takikardia, kelelahan, infeksi virus, pneumonia.