Taceral

Oleh Admin Kalbe Medical pada December 04, 2017 08:33

Apakah bahan aktif Taceral?
Jawab:
Capecitabine. Capecitabine merupakan suatu zat yang nantinya akan diubah oleh enzim tertentu menjadi 5-FU dalam tubuh. 5-FU merupakan obat kemoterapi yang sudah sejak lama digunakan untuk terapi banyak kanker.

Apa bentuk sediaan Taceral?
Jawab:
Tablet salut selaput 500 mg.

Bagaimana cara kerja Taceral?
Jawab: Menghambat pembelahan sel kanker dengan mengecoh pembentukan DNA baru dan berikatan pada DNA (tempat menyimpan materi genetik).

Untuk kondisi apa Taceral bisa digunakan?
Jawab:
Untuk pengobatan kanker payudara, kolorektal (usus besar), dan gaster (lambung).

Bagaimana dosis dan pemberian Taceral?
Jawab:
Secara umum, capecitabine diberikan dengan dosis 1.000-1.250 mg/m2, 2 kali sehari selama 14 hari, diikuti periode istirahat selama 7 hari. Siapkan Taceral dengan menggunakan sarung tangan dan sendok plastik. Setelah obat berada di sendok plastik, berikan pada pasien. Obat ditelan dengan air dalam waktu 30 menit setelah makan. Tidak diperbolehkan untuk menghancurkan tablet capecitabine. Lakukan pelarutan obat dengan air jika susah atau tidak bisa menelan obat.
Jika Anda muntah setelah minum capecitabine, jangan minum lagi setelah muntah untuk menggantikan dosis obat yang mungkin dikeluarkan saat muntah. Segera hubungi dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana jika pasien lupa minum Taceral?
Jawab:
Jika pasien lupa minum Taceral, segera minum setelah ingat jika masih dalam waktu 6 jam dari waktu minum obat seharusnya. Jika telah lebih dari 6 jam, obat tidak perlu diminum dan minumlah obat pada waktu berikutnya harus minum obat. Kemudian informasikan pada dokter Anda jika Anda lupa minum obat.

Pada kondisi apa Taceral tidak boleh digunakan?
Jawab:
Pernah mengalami efek samping berat dan tak terduga terhadap kemoterapi fluoropyrimidine (contohnya 5-FU).
Alergi terhadap capecitabine.
Mengalami defisiensi enzim dihydropyrimidine dehydrogenase/DPD (enzim yang mengubah capecitabine menjadi bentuk yang dapat dikeluarkan di urin).
Penurunan jumlah sel darah putih dan trombosit yang berat.
Hamil dan menyusui.
Gangguan hati berat.
Gangguan ginjal berat (parameter bersihan kreatinin < 30 mL/menit).
Pemberian bersama obat sorivudine atau sejenisnya seperti brivudine (karena dapat menghambat enzim DPD).

Bolehkah ibu hamil dan menyusui menggunakan Taceral?
Jawab:
Taceral tidak boleh digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.

Bolehkah pasien yang memiliki riwayat alergi (selain capecitabine), boleh mendapat Taceral?
Jawab:
Boleh diberikan capecitabine, dengan catatan bukan obat yang termasuk golongan fluoropyrimidine. Konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa efek samping yang sering ditemukan dengan menggunakan Taceral?
Jawab:
Penurunan Hb, diare, hand-foot syndrome (kemerahan, kulit mengelupas, baal, lepuh, dll, pada telapak tangan dan kaki), mual, peningkatan kadar bilirubin (menandakan gangguan hati), lelah, nyeri perut, muntah, stomatitis (sariawan), dermatitis (iritasi kulit), penurunan nafsu makan.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan selama penggunaan Taceral?
Jawab:
1.Pemeriksaan darah dilakukan sebelum capecitabine diberikan, beberapa hari setelahnya, dan secara berkala.
2.Pemeriksaan fungsi jantung sebelum capecitabine diberikan.
3.Pasien harus menjaga kelembapan kulit tangan dan kaki dengan menggunakan pelembab selama menggunakan capecitabine.
4.Hindari pajanan sinar matahari secara langsung pada kulit, hindari aktivitas yang melibatkan tekanan pada tangan dan kaki dalam waktu lama (misalnya jogging, jalan jauh, dll), hindari mandi dengan air panas atau melakukan sauna, hindari melakukan aktivitas rumah tangga yang menggunakan pembersih/deterjen.
5.Informasikan obat-obatan penyerta yang mungkin digunakan kepada dokter, misalnya obat untuk mencegah pembentukan bekuan darah (misalnya warfarin), obat untuk epilepsi (misalnya phenytoin), asam folat, anti-virus (misalnya sorivudine dan sejenisnya), antasida, obat untuk menurunkan asam urat (misalnya allopurinol), interferon alpha (terapi biologi untuk indikasi penyakit tertentu misal kanker). Konsultasikan pula bagaimana jika Anda menjalani radioterapi atau menderita penyakit kencing manis.
6.Pasien dianjurkan untuk menggunakan kontrasepsi atau tidak hamil selama kemoterapi sampai sekitar 6 bulan setelahnya.
7.Setelah menggunakan toilet, dudukan toilet ditutup dan disiram sebanyak 2 kali pada saat diberikan capecitabine dan sampai 48 jam setelah kemoterapi pada setiap siklus pemberian. Pasien pria dianjurkan buang air kecil dengan cara duduk dalam periode waktu tersebut.
8.Terapi capecitabine dapat dihentikan sementara jika Anda mengalami efek samping. Ikuti petunjuk dokter Anda kapan harus kontrol ke dokter, harus memulai kembali, dan berapa dosis yang diminum.

Pada kondisi seperti apa pasien harus segera menghubungi dokter?
Jawab:
Segera ke dokter jika mengalami diare hebat (> 4-6 kali per hari, dan/atau disertai darah dan/atau terjadi gagalnya penyerapan makanan, karena kemungkinan terjadi kekurangan cairan), kemerahan, bengkak, kulit mengelupas, sensasi tersengat/tertusuk, baal, lepuh pada telapak tangan dan kaki yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari (misal berjalan, memegang barang, mengancingkan baju, dll), demam, lemah, infeksi rongga mulut (karena kemungkinan penurunan jumlah sel darah putih), tidak nyaman di daerah dada sebelah kiri yang menjalar sampai lengan kiri, sesak napas, kaki bengkak (karena kemungkinan serangan jantung atau penyakit jantung).
Jika Anda meminum obat capecitabine lebih daripada yang dianjurkan oleh dokter Anda, segera hubungi dokter Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Taceral?
Jawab:
Taceral disimpan pada suhu < 30ºC, dalam wadah tertutup rapat dan diberikan label, lindungi dari cahaya matahari secara langsung, dan jauhkan dari jangkauan serta pandangan anak.