Spirola

Oleh Admin Kalbe Medical pada August 12, 2013 06:00

SPIROLA


Komposisi:

Spironolactone


Bentuk Sediaan:

Tablet 25 mg dan 100 mg


Farmakologi:

Antagonis aldosteron, meningkatkan ekskresi natrium dan air, dan retensi kalium (diuretik hemat kalium).

Bioavailabilitas 60 – 70%, Tmaks 1 jam, ikatan protein plasma  98%, metabolit utama  canrenone, t½ metabolit  10 – 15 jam, ekskresi terutama melalui urin


Indikasi:

Hiperaldosteronisme primer, pasien dengan edema, seperti gagal jantung kongestif, sirosis hati yang disertai edema atau asites, sindrom nefrotik, hipertensi esensial, hipokalemia.


Dosis:
- Hiperaldosteronisme primer
Dosis : 100 - 400 mg/hari, untuk persiapan operasi (3-4 minggu sebelum operasi). Pasien yang tidak dapat dilakukan operasi (risiko tinggi atau pasien menolak operasi), spironolactone diberikan sebagai terapi jangka panjang dengan dosis efektif terendah (100 mg/hari)
-
Keadaan edema
Dosis efektif rata-rata : 100 mg, dalam dosis tunggal maupun dosis terbagi (umumnya dosis berkisar dari 25-200 mg per hari.
-
Hipertensi esensial
Dosis efektif : 50-100 mg, dalam dosis tunggal maupun dosis terbagi.
-
Hipokalemia
Spinorolactone dengan dosis 25-100 mg sehari dapat digunakan sebagai terapi hipokalemia karena diuretik lain, bila suplemen kalium oral tidak dapat diberikan.


Kontraindikasi:

Anuria, insufisiensi renal akut, hiperkalemia


Peringatan dan Perhatian:
-
Semua pasien yang mendapat terapi diuretik harus dimonitoring secara periodik kadar cairan, elektrolit serta kadar kreatinin, terutama usia tua, pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal.
-
Suplementasi kalium, baik dalam bentuk obat maupun diet tinggi kalium, sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang mendapat terapi spironolactone.
-
Terapi spironolactone dapat menyebabkan ginekomastia, tergantung pada tingkat dosis dan lama terapi yang diberikan, dan bersifat reversibel bila terapi spironolactone dihentikan.


Efek Samping:
-
Saluran cerna : perdarahan lambung, ulkus, gastritis, diare, mual, kram, muntah.
-
Endokrin : ginekomastia (pembesaran payudara pada pria), gangguan haid.
-
Hipersensitif : demam, urtikaria, reaksi anafilaktik
-
Sistem saraf pusat : sakit kepala, mengantuk, kekacauan mental.
-
 Renal : disfungsi renal (termasuk gagal ginjal).

 

Related Articles

Angioten   ANGIOTEN Komposisi: Losartan. Bentuk Sediaan: Tablet 50 mg. Farmakologi: Kompetitif dan selektif terhadap reseptor AT1 sehin...
Betablok BETABLOK Komposisi: Atenolol  50 dan 100 mg. Bentuk Sediaan: Tablet. Farmakologi: Merupakan penghambat reseptor β-1 adrene...
Beta-One Beta-One Komposisi: Bisoprolol fumarate   Bentuk Sediaan: Tablet 2,5 mg dan 5 mg   Farmakologi: Menghambat aktivasi reseptor&nbs...
Captensin CAPTENSIN Komposisi: Captopril. Bentuk Sediaan: Tablet 12,5 mg dan 25 mg. Farmakologi: Menghambat Angiotensin Converting Enzyme pada sis...
Car-Q100 CAR-Q100 Komposisi: Carnitine, Coenzyme Q10. Bentuk Sediaan: Kaplet salut selaput Carnitine 500 mg, coenzyme Q10 100 mg Farmakologi: ...