Titan

Oleh Esther Kristiningrum pada October 17, 2018 08:36

Komposisi

Tiap tablet salut selaput mengandung:

Ranitidine HCl setara dengan Ranitidine 150 mg

Farmakologi

Ranitidine adalah suatu histamin antagonis reseptor H2 yang menghambat kerja histamin secara kompetitif pada reseptor H2 dan mengurangi sekresi asam lambung. Pada pemberian oral Ranitidine diabsorpsi 50% setelah pemberian oral. Konsentrasi puncak plasma dicapai 2 – 3 jam setelah pemberian dosis 150 mg. Absorpsi tidak dipengaruhi secara signifikan oleh makanan dan antasida.

Waktu paruh 21/2 – 3 jam pada pemberian oral. Ranitidine diekskresi melalui urin.


Indikasi

Pengobatan jangka pendek tukak usus 12 jari aktif, tukak lambung aktif, mengurangi gejala refluks esofagitis.

Terapi pemeliharaan setelah penyembuhan tukak usus 12 jari, tukak lambung.

Pengobatan keadaan hipersekresi patologis (misal : sindroma Zollinger Ellison dan mastositosis sistemik).

Dosis

Tukak usus 12 jari aktif:

150 mg 2 kali sehari (pagi dan malam) atau 300 mg sekali sehari sesudah makan malam atau sebelum tidur, selama 4 – 8 minggu.

Tukak lambung aktif:

150 mg 2 kali sehari (pagi dan malam) selama 2 minggu.

Terapi pemeliharaan pada penyembuhan tukak 12 jari dan tukak lambung:

Dewasa : 150 mg, malam hari sebelum tidur.

Keadaan hipersekresi patologis (Zollinger Ellison, mastositosis sistemik):

Dewasa : 150 mg, 2 kali sehari dengan lama pengobatan ditentukan oleh dokter berdasarkan gejala klinik yang ada. Dosis dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penderita. Dosis hingga 6 g sehari dapat diberikan pada penyakit yang berat.

Refluks gastroesofagitis:

Dewasa : 150 mg, 2 kali sehari.

Esofagitis erosif:

Dewasa : 150 mg, 4 kali sehari.

Pemeliharaan dan penyembuhan esofagitis erosif:

Dewasa : 150 mg, 2 kali sehari.

Dosis pada penderita gangguan fungsi ginjal:

Bila bersihan kreatinin < 50 ml / menit : 150 mg / 24 jam. Bila perlu dosis dapat ditingkatkan secara hati-hati setiap 12 jam atau kurang tergantung kondisi penderita.

Hemodialisis menurunkan kadar Ranitidine yang terdistribusi.

Kontraindikasi

Penderita yang hipersensitif terhadap Ranitidine.

Peringatan dan Perhatian

- Umum : pada penderita yang memberikan respons simptomatik terhadap Ranitidine, tidak menghalangi timbulnya keganasan lambung.

- Karena Ranitidine diekskresi terutama melalui ginjal, dosis Ranitidine harus disesuaikan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal.

- Hati-hati pemberian pada gangguan fungsi hati karena Ranitidine di hati.

- Hindarkan pemberian pada penderita dengan riwayat porfiria akut.

- Hati-hati penggunaan pada wanita menyusui.

- Khasiat dan keamanan penggunaan pada anak-anak belum terbukti.

- Waktu penyembuhan dan efek samping pada usia lanjut tidak sama dengan penderita usia dewasa.

- Pemberian pada wanita hamil hanya jika benar-benar sangat dibutuhkan.

Interaksi Obat

Ranitidine tidak menghambat kerja dari sitokrom P 450 dalam hati.

Pemberian bersama warfarin dapat meningkatkan atau menurunkan waktu protrombin.


Efek Samping

Sakit kepala

Susunan saraf pusat, jarang terjadi : malaise, pusing, mengantuk, insomnia,

vertigo, agitasi, depresi, halusinasi.

Kardiovaskular, jarang dilaporkan : aritmia seperti takikardia, bradikardia, atrioventricular block, premature ventricular beats.

Gastrointestinal : konstipasi, diare, mual, muntah, nyeri perut. Jarang dilaporkan : pankreatitis.

Muskuloskeletal, jarang dilaporkan : artralgia dan mialgia.

Hematologik : leukopenia, granulositopenia, pansitopenia, trombositopenia, anemia aplastik pernah dilaporkan.

Endokrin : ginekomastia, impoten dan hilangnya libido pernah dilaporkan pada penderita pria.

Kulit, jarang dilaporkan : ruam, eritema multiforme, alopesia.

Lain-lain, kasus hipersensitifitas yang jarang (contoh : bronkospasma, demam, eosinofilia), anafilaksis, edema angioneurotik, sedikit peningkatan kadar dalam kreatinin serum.

KONTRAINDIKASI
Penderita yang hipersensitif terhadap Ranitidine.



OSIS
Tukak usus 12 jari aktif.
150 mg 2 kali sehari (pagi dan malam) atau 300 mg sekali sehari sesudah
makan malam atau sebelum tidur, selama 4 – 8 minggu.
Tukak lambung aktif.
150 mg 2 kali sehari (pagi dan malam) selama 2 minggu.
Terapi pemeliharaan pada penyembuhan tukak 12 jari dan tukak lambung
Dewasa : 150 mg, malam hari sebelum tidur.
Keadaan hipersekresi patologis (Zollinger Ellison, mastositosis sistemik)
Dewasa : 150 mg, 2 kali sehari dengan lama pengobatan ditentukan oleh
dokter berdasarkan gejala klinik yang ada. Dosis dapat ditingkatkan sesuai
dengan kebutuhan masing-masing penderita. Dosis hingga 6 g sehari dapat
diberikan pada penyakit yang berat.
Refluks gastroesofagitis.
Dewasa : 150 mg, 2 kali sehari.
Esofagitis erosif.
Dewasa : 150 mg, 4 kali sehari.
Pemeliharaan dan penyembuhan esofagitis erosif.
Dewasa : 150 mg, 2 kali sehari.
Dosis pada penderita gangguan fungsi ginjal.
Bila bersihan kreatinin < 50 ml / menit : 150 mg / 24 jam. Bila perlu dosis
dapat ditingkatkan secara hati-hati setiap 12 jam atau kurang tergantung
kondisi penderita.
Hemodialisis menurunkan kadar Ranitidine yang terdistribus