Digest

Oleh Esther Kristiningrum pada October 17, 2018 08:09

Komposisi:
Lansoprazole 

Bentuk Sediaan:

Kapsul 30 mg

Farmakologi:

Merupakan penghambat pompa proton yang bekerja menekan sekresi asam lambung secara spesifik dengan menghambat H+K+ATP- ase dari sel-sel parietal mukosa lambung. Cepat diabsorbsi, kadar obat serum dicapai 1,5 jam setelah diminum. Bioavailabilitas tinggi (80-90%), sehingga sekresi asam lambung dapat segera dihambat. Dimetabolisme dalam hati dan diekskresikan terutama dalam feses, hanya 15-30% dari dosis diekskresikan dalam air seni. Waktu paruh dicapai sekitar 1,4 jam tetapi masa kerjanya lebih panjang. Sekitar 97% terikat protein plasma. Bersihan ginjal menurun pada pasien usia lanjut dan penderita gangguan hati.

Indikasi:

Ulkus duodenum, ulkus gaster jinak, refluks esofagitis.

Dosis:

- Ulkus duodenum/refluks esofagitis: 1 kapsul sehari selama 4 minggu.

- Ulkus gaster jinak: 1 kapsul sehari selama 8 minggu

- Pasien lanjut usia, pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal: tidak diperlukan penyesuaian dosis. Jangan melebihi 30 mg/hari.

Lancid sebaiknya diminum pagi hari sebelum makan.

Kontraindikasi:

Hipersensitif terhadap Lanzoprazole

Peringatan dan Perhatian:

- Hati-hati pada penggunaan jangka panjang
- Wanita hamil dan menyusui: belum didapatkan data yang cukup tentang penggunaannya pada wanita hamil. Sebaiknya lansoprazole tidak digunakan selama hamil kecuali jika benar-benar diperlukan. 
- Pada ibu yang sedang menyusui harus dipertimbangkan, apakah pemakaian obat yang dihentikan atau berhenti menyusui, tergantung pada pentingnya obat bagi si ibu.
- Keamanan dan efektifitas pada anak-anak belum dibuktikan.

Efek Samping: 
- Sakit kepala (lebih dari 1% kasus), diare. 
- Efek samping lain (kurang dari 1 %):  Reaksi mirip anafilaksis, asthenia, kandidiasis, nyeri dada (tidak spesifik), edema, demam, sindrom flu, halitosis, infeksi (tidak spesifik), malaise
- Sistem Kardiovaskuler: angina, gangguan serebrovascular, , infark miokard, palpitasi, syok (kegagalan sirkulasi)
- Sistem Pencernaan: melena, gangguan pencernaan, hematemesis, pendarahan rektum, kolitis ulserativa
- Sistem Endokrin diabetes mellitus, goiter
- Sistem Hematologik and Limfatik : pansitopenia, trombotik trombositopenia purpura
- Gangguan Metabolik: gout;  Sistem Muskuloskeletal:  artritis, mialgia
- Sistem Saraf : dizziness, halusinasi, hemiplegia, penurunan libido, gangguan berpikir
- Sistem Pernapasan : asma, pneumonia; Kulit : jerawat, alopesia, rash
- Panca Indera : gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, gangguan pengecapan
- Sistem Urogenital :  haid abnormal, hematuria, impotensi. Sebagian besar kasus hematologi tidak diketahui secara jelas hubungannya dengan lansoprazole.