SHARE TO:

FLUCORAL

  •  

    find pharmacy

    Komposisi:

    Fluconazole

    Bentuk sediaan:

    Kapsul 50 mg, 150 mg. 1 Dus isi 1 strip x 10 kapsul

    Farmakologi:

    Fluconazole adalah generasi baru antijamur triazole yang memiliki aktivitas yang poten dan spesifik dalam menghambat sintesa sterol sel jamur. Absorpsi peroral sangat baik, dengan kadar serum (dan bioavailabilitas sistemik) mencapai lebih dari 90%, absorpsi peroral tidak dipengaruhi oleh makanan. Kadar puncak plasma dalam keadaan puasa tercapai dalam 1 hingga 2 jam dengan waktu paruh eliminasi kurang lebih 30 jam. Waktu-paruh fluconazole yang panjang ini memungkinkan untuk mempertahankan kadar yang memadai dari obat di dalam plasma untuk waktu yang cukup lama sehingga dapat diberikan dosis sekali sehari. Kadar plasma yang dicapai proporsional dengan dosis yang diberikan. 90% kadar steady state tercapai pada hari ke 4-5 setelah pemberian berulang dosis sekali sehari. Fluconazole dapat berpenetrasi ke dalam jaringan vagina dengan baik dengan kadar yang sama dengan di dalam plasma.

    Indikasi:

    · Cryptococcosis, termasuk meningitis kriptokokal dan infeksi pada tempat lain. Terapi dapat diberikan pada pasien umum dan pasien AIDS, transplantasi organ, atau gangguan sistem imun lain.

    · Kandidiasi sistemik, termasuk kandidemia.

    · Kandidiasis mukosa

    · Kandidiasis genital yaitu kandidiasis vagina, baik akut atau kambuhan (untuk kemasan oral).

    shopping online

    Dosis:

    · Untuk meningitis kriptokokal dan infeksi kriptokokal lain, dosis umum adalah 400 mg pada hari pertama, selanjutnya 200 mg-400 mg sekali sehari. Untuk mencegah kekambuhan pada pasien AIDS, setelah satu kuur terapi lengkap, berikan fluconazole 200 mg/hari.

    · Untuk kandidemia, umumnya diawali dengan dosis 400 mg di hari pertama, diikuti dengan 200 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg/hari tergantung keadaan klinis.

    · Untuk kandidiasis orofaring, dosis umum adalah 50-100 mg sekali sehari selama 7-14 hari. Pada pasien dengan gangguan imun berat, pemberian dapat diteruskan. Untuk kandidiasis oral atropik yang berhubungan dengan gigi palsu, dosis umum adalah 50 mg sekali sehari selama 14 hari disertai pemberian antiseptik lokal pada gigi tersebut. Untuk kandidiasis mukosa lain (kecuali kandidiasis genital) seperti esofagitis, infeksi bronkus-paru non-invasif, kandiduria, kandidiasis mukokutan, dosis efektif 50-100 mg sehari selama 14-30 hari. Untuk mencegah kekambuhan kandidiasis orofaring pada pasien AIDS, berikan 150 mg fluconazole satu kali seminggu setelah satu kultur terapi selesai.

    · Untuk kandidiasis vagina, fluconazole 150 mg dapat diberikan sebagai dosis tunggal oral.Lama terapi tergantung respon klinis.

    Kontraindikasi:

    Hipersensitif

    Peringatan dan Perhatian:

    Meskipun jarang, fluconazole dilaporkan berhubungan dengan kerusakan hati serius bahkan fatal yang terutama terjadi pada penderita penyakit serius. Bila tanda dan gejala penyakit hati yang muncul diduga berhubungan dengan fluconazole, pemberian fluconazole harus dihentikan.

    Efek Samping:

    Fluconazole umumnya ditoleransi dengan baik. Efek samping yang umum terjadi adalah gangguan saluran cerna, yaitu mual, nyeri perut, diare, dan kembung. Efek samping lain berupa sakit kepala juga dapat terjadi.

     

    find pharmacy

    FLUCORAL

     

    Composition:

    Fluconazole

    Presentation:

    Capsules 50 mg or 150 mg: Box of 1 strip x 10 capsules.

    Pharmacology:

    Fluconazole is a new generation of triazole antifungal which has potent and specific activity in inhibiting fungal cell sterol synthesis. Oral absorption is very good, with serum levels (and systemic bioavailability) reaching more than 90%, oral absorption is not affected by food. Plasma peak levels in fasting conditions are achieved within 1 to 2 hours with an elimination half-life of approximately 30 hours. The long half-life of fluconazole makes it possible to maintain adequate levels of the drug in the plasma for quite a long time so that it can be given once-daily doses. Plasma levels achieved are proportional to the dose given. 90% of steady state levels are reached on days 4-5 after repeated daily doses. Fluconazole can penetrate into the vaginal tissue well at the same level as plasma.

    Indications:

    · Cryptococcosis, including cryptococcal meningitis and infection elsewhere. Therapy can be given to general patients and AIDS patients, organ transplants, or other immune system disorders. · Systemic candidiasis, including candidaemia. · Mucosal candidiasis · Genital candidiasis, namely vaginal candidiasis, either acute or recurrent (for oral packaging).

    Contraindications:

    Hypersensitivity

    shopping online

    Dosage:

    · For cryptococcal meningitis and other cryptococcal infections, the general dose is 400 mg on the first day, then 200 mg-400 mg once daily. To prevent recurrence in AIDS patients, after one complete therapy, give fluconazole 200 mg / day. · For candidaemia, it usually starts with a dose of 400 mg on the first day, followed by 200 mg / day. The dosage can be increased to 400 mg / day depending on the clinical condition. · For oropharyngeal candidiasis, the general dose is 50-100 mg once daily for 7-14 days. In patients with severe immune disorders, administration can be continued. For atropic oral candidiasis associated with dentures, the general dose is 50 mg once daily for 14 days with local antiseptic administration to the tooth. For other mucosal candidiasis (except genital candidiasis) such as esophagitis, noninvasive bronchial infection, candiduria, mucocutaneous candidiasis, an effective dose of 50-100 mg daily for 14-30 days. To prevent recurrence of oropharyngeal candidiasis in AIDS patients, give 150 mg of fluconazole once a week after one therapeutic culture is complete. · For vaginal candidiasis, fluconazole 150 mg can be given as a single oral dose. Long therapy depends on clinical response.

    Warning and Precautions:

    Although rare, fluconazole has been reported to be associated with serious and even fatal liver damage which mainly occurs in people with serious illness. If the signs and symptoms of emerging liver disease are thought to be related to fluconazole, administration of fluconazole should be stopped.

    Adverse events:

    Fluconazole is generally well tolerated. Common side effects are gastrointestinal disorders, namely nausea, abdominal pain, diarrhea, and bloating. Other side effects such as headaches can also occur.

    Drugs Interaction:

    - Fluconazole increases prothrombin time after administration of warfarin. Thus, prothrombin time should be monitored in patients receiving fluconazole and coumarin type anticoagulants. - Fluconazole increases the plasma concentration of phenytoin and cyclosporin if given simultaneously. - Fluconazole reduces the metabolism of oral sulfonylurea. Thus, blood glucose levels should be monitored carefully when fluconazole is used in conjunction with sulfonylurea. The dose of sulfonylurea should be adjusted accordingly. - Rifampicin enhances fluconazole metabolism. Depending on clinical conditions, you should consider increasing the dose of fluconazole if given with rifampicin. - Concurrent oral administration of fluconazole and hydrochlorothiazide increased plasma concentration of fluconazole. - Fluconazole decreases the mean plasma clearance of theophylline when given simultaneously

Please login or register to post comments.