AMINOFUSIN HEPAR

AMINOFUSIN HEPAR

BCAA (valine, leucine, isoleucine) memiliki efek hepatoprotektor dan meningkatkan regenerasi sel hati. LOLA (L-ornithine-L-aspartate) bekerja pada siklus urea untuk meningkatkan produksi urea dari amonia

 

find pharmacy

Komposisi:

Asam amino 50 g dengan 45% BCAA, xylitol, sorbitol, methionine, tryptophan, dan phenylalanine. Kandungan per liter: L-Leucine 8,50 g L-Phenylalanine 0,25 g L-Methionine 0,50 g L-Lysine 7,86 g L-Isoleucine 7,60 g L-Valine 6,40 g L-Histidine 0,60 g L-Threonine 1,20 g L-Tryptophan 0,10 g L-Alanine 2,10 g L-Arginine 4,90 g Glycine 0,70 g L-Proline 1,20 g L-Serine 2,75 g N-Acetyl-L-Cystein 0,20 g L-Glutamic acid 1,00 g LOLA 8,03 g Sorbitol 25 g Xylitol 25 g Sodium 30 mmol Potassium 18 mmol Magnesium 5 mmol Chloride 28 mmol Malate 28 mmol Phosphorus 15 mmol Osmolaritas: 800 mOsm/L

Bentuk sediaan:

Larutan infus 500 mL di dalam botol kaca

Farmakologi:

BCAA (valine, leucine, isoleucine) memiliki efek hepatoprotektor dan meningkatkan regenerasi sel hati. LOLA (L-ornithine-L-aspartate) bekerja pada siklus urea untuk meningkatkan produksi urea dari amonia

Indikasi:

Nutrisi parenteral untuk pasien dengan gangguan fungsi hati kronik untuk membantu mempertahankan kesadaran

Kontraindikasi:

Gagal ginjal, koma hepatikum, dan hipersensitif terhadap xylitol dan sorbitol

shopping online

Dosis:

0,7-1 g/kgBB/hari dengan kecepatan infus 45 tetes per menit (1000-1500 mL/hari pada pasien dengan berat badan 70 kg)

Peringatan dan Perhatian:

-

Efek Samping:

-

FAQ

Farmakologi

Apa kandungan dari Aminofusin?

Aminofusin mengandung asam amino 50 g/L yang terdiri dari 45% BCAA (Branched Chain Amino Acids), dilengkapi dengan LOLA (L-ornithine L-aspartate), dan elektrolit. Aminofusin mengandung rendah asam amino aromatik

Berapa osmolaritas dari Aminofusin?

Osmolaritas Aminofusin adalah 800 mOsm/L

Indikasi/Kegunaan

Kapan Aminofusin dapat digunakan?

Aminofusin sebagai nutrisi parenteral pada pasien gangguan hati kronik (seperti sirosis hati dekompensasi, hepatitis kronik, kanker hati) yang bertujuan untuk membantu mempertahankan kesadaran

Cara Pemberian/Penggunaan

Berapa dosis pemberian Aminofusin?

Dosis Aminofusin adalah 0,7-1 g/kgBB/hari

Berapa kecepatan infus untuk Aminofusin?

Kecepatan infus Aminofusin adalah 45 tetes/menit

Pasien Khusus/Perhatian

Apakah Aminofusin bisa diberikan pada anak?

Aminofusin tidak disarankan diberikan pada anak karena belum dilakukan uji keamanan

Apakah Aminofusin boleh diberikan pada ibu hamil/menyusui?

Aminofusin tidak disarankan diberikan pada ibu hamil/menyusui karena belum dilakukan uji keamanan

Bagaimana penggunaan Aminofusin pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal?

Aminofusin kontraindikasi pada pasien dengan gagal ginjal tanpa dialisis

Efek Samping

Apa saja efek samping Aminofusin yang sering dilaporkan?

Selama penggunaannya sesuai dengan dosis dan cara pemakaian yang benar, efek samping dapat dihindarkan. Efek samping yang sering dilaporkan adalah flebitis

 

Download

About CDK

Majalah CDK (Cermin Dunia Kedokteran) adalah majalah kedokteran yang telah dipublikasikan sejak tahun 1974 dan terbit setiap bulan. CDK menyajikan informasi-informasi kedokteran yang mutakhir, serta mendukung perkembangan dunia kedokteran di Indonesia. Dari tahun ke tahun, CDK terus memantapkan diri sebagai salah satu referensi ilmiah yang praktis dan terpercaya.

Saat ini CDK bekerjasama dengan PB IDI, dan PP IAI, di mana pada setiap edisi CDK terdapat artikel yang berbobot poin SKP, yaitu CME bagi dokter dan CPD bagi apoteker. Artikel yang dipublish di majalah CDK akan terindeks di google scholar.

 

Bagi sejawat sekalian yang ingin mengirimkan naskah ilmiah ke majalah CDK, baik berupa hasil penelitian, tinjauan pustaka, maupun laporan kasus, silahkan dapat mengirimkannya melalui email atau alamat berikut ini:

 

Redaksi CDK Gedung Kalbe III Lt. 2

Jl. Letjend. Suprato Kav. 4, Cempaka Putih – Jakarta 10510.

Telepon : 021-4208171

Fax : 021-42873685

Email : cdk.redaksi@gmail.com

Please login or register to post comments.